Saat Ghaza Akan Menjadi Kakak

June 12, 2021

"GENDONGGGGG!!!"
Ghaza berteriak. Perasaannya aneh, seakan-akan dia sebuah gunung berapi yang siap memuntahkan lavanya. Dia tak mau memotong kukunya yang panjang dan dipenuhi kotoran sehingga berwarna hitam, tapi bunda memaksanya. Ghaza kesal! 

GENDOOONGGGGGGG!!!

Kenapa bunda tak mau menggendongnya? Tidakkah dia sayang padanya?
"Peluk saja ya?", begitu tawar bunda. Tapi Ghaza tak mau hanya dipeluk, ia ingin digendong. Merasakan kehangatan bunda sambil diayun-ayun, sehingga gunung berapi di dadanya mereda.

BERDIRI!!! BERDIRIIIIII...!!!

Teriaknya lagi. Tapi bunda tidak mengindahkan permintaannya. Bunda hanya memeluknya, membuatnya semakin kesal. Dia pun meronta dengan keras, lalu lari ke luar dan berhenti di depan pagar. Perasaannya tidak enak. Dia menangis dan berteriak. Kenapa bunda tak menggendongnya? Banyak hal yang berubah setelah kepulangannya dari rumah Kakak Keyla. Ghaza kangen bunda dan ayah...

Kata mereka di perut bunda ada adek bayi. Kata mereka Ghaza akan menjadi kakak. Tapi kenapa bunda memaksanya memotong kuku? Ghaza tidak suka! Rasanya sakit! Dan Ghaza kesal jika bunda mulai memaksa. Ghaza siap meledak! Dadanya bergemuruh hebat, perasaanya tak enak. Bunda tak lagi sayang dengan Ghaza.

"Ghaza kenapa? Ghaza marah karena kukunya dipotong?" Tanya bunda.
"TIDAK!!!"
"Masuk padenya deh, panasnya di luar."
"TIDAK MAU!"
"Apa ji maunya Ghaza?"
"GENDONG!"
"Tidak bisa bunda gendong toh, ada adeknya di perut, di peluk saja ya."
"TIDAK! GENDONG!" Dia pun mulai menangis kembali dan membentur-benturkan badannya ke pagar.
"Ghaza sedihkah?"
"TIDAK!"
"Kenapa padenya menangis?"
"TIDAK!!!!"
"Dak sakitji badannya itu? Sini mi bunda peluk yuk."
"TIDAK MAU!"

Bunda pun kemudian diam dan hanya memperhatikan Ghaza yang membenturkan badannya ke pagar... Hinggah dia merasa lelah, capek, kemudian mendekati bunda lalu meminta di peluk. Tubuhnya diayun-ayunkan kekanan dan kekiri, rasanya nyaman, gemuruh di dadanya berangsur-angsur lenyap. Dia pun mulai tertidur...

Kalau di youtube yang pernah Ghaza nonton tentang emosi. Ghaza sedang marah saat itu, karena kukunya di potong. Ghaza juga kesal karena bunda tak mau menuruti maunya, karena bunda tak mau menggendongnya. Ghaza juga sedih... Karena kangen bunda dan merasa tak cukup mendapat perhatian. Berapa lama Ghaza tak bertemu bunda? Lama.... rasanya lama... sekali! Ayah dan bunda sakit, karena itu Ghaza tak bisa bertemu. Tapi kenapa tiba-tiba dia punya adik?

Jika punya adik dan menjadi kakak, akankah bunda masih sayang Ghaza?

*****

"Ghaza mau adek laki-laki atau perempuan?" Tanya bunda saat itu.
"Adek cantik!" Jawabnya.
"Kenapa mau adek cantik?" Tanya bunda lagi.
"Mau ji."

Ada adek di perut bunda. Ghaza sudah terbiasa dengan hal itu. Perut bunda semakin besar dan semakin besar saja setiap harinya. Banyak yang bertanya kepadanya, dia menginginkan adek yang ganteng atau yang cantik. Dia ingin adek cantik. Yang seperti bunda.

Pernah suatu hari Ghaza menemani bunda ke dokter. Ghaza senang, karena kata ayah, dia bisa melihat adek di komputer dokter. Tapi banyak sekali orang seperti bunda yang punya adik di perutnya, sehingga mereka harus mengantri.

Lama mereka menunggu, Ghaza pun lapar. Jadi dia dan ayah pergi ke Ayam Kakek di depan Rumah Sakit untuk menghilangkan rasa lapar itu. Setelahnya mereka menjemput bunda. Karena itu Ghaza tak jadi melihat adek di komputer, hanya fotonya saja yang bunda perlihatkan. Ghaza kecewa tapi tak apa lain kali ia bisa menemani bunda lagi...

Kalau adek sudah ada nanti kita berempat akan tidur bersama, begitu kata ayah dan bunda. Ghaza yang sudah besar tidurnya di samping ayah karena adek akan tidur di samping bunda.

Kenapa? Kenapa bukan adek yang tidur disamping ayah?" Tanya Ghaza saat itu... Karena adek bakalan menyusu, mungkin saja dia akan terbangun lalu menangis karena lapar, kalau tidur di samping bunda akan jauh lebih gampang menyusuinya. Yaudah adek samping bunda saja... Ghaza sudah besar tak masalah tidur sama ayah. Iyakan?

Adek kayaknya bakalan berisik dan nangis terus, tidur Ghaza bisa terganggu. Ini saja adek sering menendang Ghaza saat ia memeluk bunda, atau saat bunda memeluk Ghaza dari belakang. Tak sakit sih, tapi geli.

Ghaza juga pernah melihat perut bunda yang membuncit itu bergerak-gerak seperti gelombang, yang kata bunda itu adek yang lagi aktif bergerak.

"Sakit Buma?" Tanya Ghaza sambil memegang perut bunda. Ekspresinya antara khawatir dan penasaran.
"Tidak ji, cuma geli."

*****

Di hari yang lain, di suatu malam sebelum tidur, tiba-tiba Ghaza kepikiran. Saat itu lampu kamar telah dimatikan dan Ghaza serta bunda berbaring bersebelahan. Sementara ayah di kantor karena menggantikan temannya yang punya jadwal jaga malam.

"Bunda makan banyak-banyak toh jadi ada adek di perutnya?" Tanyanya.
"Tidak nak bukan karena itu sehingga ada adek di perut." Jawab bunda.
"Bagaimana ji bisa ada adek di perut?" Tanyanya lagi.
"Karena Tuhan kasikan Ayah dan Bunda."
"Ia ji tapi bagaimana bisa masuknya?!!" Tanyanya lagi dengan lebih ngotot.
"Duh bagaimana di?" Bunda menjawab dengan sedikit ragu. "Bunda dan ayah saling sayang terus... Nanti kita cari tahu bagaimana bisa adek di perut ya. Sekarang tidurmi dulu."
Percakapan malam itu pun ditutup. Ghaza mulai terlelap dengan berbagai pertanyaan yang tak terjawab di kepalanya.

Setelah itu bunda menceritakan kepada Ghaza tentang Penis dan Vagina. Penis yang punya laki-laki dan Vagina yang milik perempuan. Kalau mereka berbeda dan hal pribadi, karena itu bagian itu tak boleh disentuh oleh orang lain. Dengan gambar dan video anak-anak, bunda dan Ghaza menonton bersama tentang sistem reproduksi di tubuh manusia. Bagaimana adik terbentuk dari sosok yang sangat-sangat kecil mirip kecebong. Apakah Ghaza mengerti?
*****

Waktu berlalu, adik di perut bunda ternyata bukan adek cantik. Awalnya Ghaza ingin memberikan saja adeknya kepada Bunda Dian. Tapi Mami juga memintanya... Ghaza pun bingung, bagaimana membaginya? Dari pada bingung, yaudah adek sama bunda saja. Tak apa, Ghaza akan memanggilnya adek Ganteng. 

Tapi kenapa adek lama sekali ke luarnya?

"Buma kapan pi adek ke luar? Lamanya!"
"Ia lama memang, 9 bulan pi. Insyallah bulan Agustus. Bulan berapa mi sekarang?"
"Bulan May."
"Ia, jadi berapa bulan pi lagi?"
"Ehhh... May... June.. July... 3 bulan pi."
"Ia 3 bulan lagi."
"Lamanya!!!"
"Ia begitu memang, adeknya tumbuh di perutnya bunda dulu."
"Baru ke luar deh..."
"Ia baru ke luar mi ke dunia, Insyallah. Ghaza nanti yang gantikan popoknya adek toh kalau pipiski atau pupki?"
"Iyuh bussu!"

Ghaza pun ke luar kamar sambil menutup hidungnya...


Nb: Cerita ini hanyalah fiksi yang didasarkan pada tingkah pola Ghaza dan berbagai pertanyaan yang ia ajukan selama kehamilanku. Apa yang dia pikirkan hanyalah karangan Bunda, dalam rangka berusaha memahami perasaan Sang Kakak yang bakalan punya adek.

Makassar 11 Juni 2021



You Might Also Like

27 Comments

  1. Wah, sebagai orang tua memang penting sekali merespon setiap pertanyaan yang diajukan anak-anaknya. Hal ini penting untuk menjaga komunikasi, seperti Ghaza itu yang merupakan sosok ingin tahu, bahkan banyak alasan dia untuk bertanya ini dan itu saat ibunya hamil.

    ReplyDelete
  2. Eciyee,, bentar lagi dipanggil abang gaza nih. jangan lupa adeknya diajakin main ya abang gaza, biar gak nangis

    ReplyDelete
  3. memang sebagai orangtua harus sabar dan telaten dalam menjawab setiap pertanyaan anak ya mbak
    anak yang suka bertanya adalah anak yang kreatif

    ReplyDelete
  4. Suatu hari kalo Ghaza sudah besar dan baca tulisan ibunya ini, pasti dia akan senyum-senyum sendiri. Betapa lucunya tingkah polahnya waktu kecil, menjelang punya adik.

    ReplyDelete
  5. hihihi ternyata fiksi

    yang paling inget hubungan anak2 waktu si sulung punya adik

    begitu ditunjukkin adiknya, dia langsung mlengos :D :D

    ReplyDelete
  6. Wah jadi inget saat anak-anak kecil, macam2 reaksi anak saat mau punya adik. Intinya memang kita harus persiapkan terlebih dahulu hehe...

    ReplyDelete
  7. Ah ternyata kisah fiksi yang terinspirasi dari kejadian nyata. Ghaza pinter banget. Nanti adek gantengnya diajak main bola ya, ganteng.

    ReplyDelete
  8. Hehehe... Ghaza mau adek cantik, ya?
    Semoga cepet terkabul ya. Nanti kalau beneran punya adek cantik, dijagain ya

    ReplyDelete
  9. wah Ghaza mau punya adik jadi cari perhatian Bunda ya hehe..
    Meski fiksi memang biasanya begini
    Sedikit ide. Dulu anak sulungku usia 4 tahun waktu adiknya lahir. Terus langsung aku pisahin kamar tidurnya. Awal-awal Bapaknya nemenin, lama-lama dia sendiri. Terus pas adiknya disapih (usia 2 tahun), mereka (dua-duanya laki-laki) tidur sekamar berdua. Jadi di usia kakak 6 tahun adik 2 tahun mereka dah pisah kamar dari aku dan suami. Lanjut si kakak baligh, masuk SMP mereka kami pisah di kamar sendiri-sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rencananya memang seperti ini mbak, tapi ruangan belum mencukupi hehehe... Doain segera upgrade rumahnya juga 😊

      Delete
  10. Abang Ghaza anak sholih, anak baik, ganteng, taqwaaaa
    Yakiiin deh, Abang Ghaza bakal jadi kakak yg kereenn, yg sayang banget sama adek
    sigap membantu Bunda utk menjaga dan merawat adek.

    ReplyDelete
  11. Hahahahaha. Lucu Dwi. Apalagi Dwi membuat rangkaian percakapan dengan logat Makassar. Mbacanya jadi tambah seru. Salam buat Ghaza ya. Semoga dengan lahirnya si adik ganteng nanti, Ghaza bisa jadi kakak yang baik.

    ReplyDelete
  12. Biar fiksi tapi kenyataannya memang begitu ya, anak saya juga dulu bertingkah begitu saat tau dia punya adik. Kasihan sih tapi dg tetap melibatkan dia dalam mengurus adiknya biasanya anak akan beradaptasi. Btw selamat ya bang Ghaza sudah jadi Abang

    ReplyDelete
  13. hahahaha... aduh Ghaza. Adek gantengnya jangan dikasih orang lain ya. Biar sama Bunda dan Ghaza aja. Sesama ganteng, bisa jadi teman main yang asyik lho nantinya

    ReplyDelete
  14. Wah semoga abang Ghaza bisa menjadi kakak yang bik dan ngemong adiknya ya .. salam sayang dari jauh untuk Kakak Ghaza

    ReplyDelete
  15. Wah selamat, Ghaza akan ada saudaranya yang akan terlahir. Semoga sehat selalu keluarga

    ReplyDelete
  16. Ternyata plot twistnya ini cuma fiksi hihi. Ghaza lucu yaaa, moga gedenya jadi anak pinter dan berbakti sama orangtua

    ReplyDelete
  17. Waaah mba, kamu lahirannya bakal deketan Ama adek iparku :D. Perkiraan juga akhir Juli ATO awal Agustus.

    Ghaza ganteng, pasti sayaaaang ntr Ama adeknya :). Dulu aku pas hamil kedua ga terlalu banyak drama Ama si Kaka, Krn beda mereka 4 tahun. Dan lagian si Kaka dekeeet banget Ama papinya hahahha. Jadi dia ga ngerasa terlalu gimana pas aku hamil. Malah jawabannya, ntr si adek hrs Deket Ama aku, Krn papi udh jadi punya dia hahahaha.

    Sehat2 yaa mbaaa. Semoga lancar sampe lahiran ;)

    ReplyDelete
  18. Yah ko fiksi sii hihi uda serisu serius bacanya loh :) semangat ya bumil pengalamanku 4 anak ceritanya juga berbeda masing masing punya kisah tersendiri memang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... fiksinya di apa yang dipikirkan Ghaza aja kok Mbak, karena itu cuma karanganku saja. Kalau yang dia tanyakan dan lakukan itu bener-bener kejadian 😊

      Delete
  19. sudah diperkenalkan terlebih dahulu dengan calon adek supaya ngga kaget saat adik sudah lahir. peran orang tua sangat penting disini

    ReplyDelete
  20. Serunya Ghaza sebentar lagi punya adek bayi yaa..bisa main bareng, baca ini jadi kayak baca cerpen deeh...

    ReplyDelete
  21. Mbak seru banget, dikumpulin nih ceritanya mbak.Bisa jadi buku kalo udah seratusan halaman loh. Heheheh

    ReplyDelete
  22. Bingung ya bun kalau ditanya tentang Adek gimana bisa masuk perut. Saya jadi kepikiran gimana kalau Moenbi punya adek nanti. Misal tanya seperti itu jawabnya juga gimana, hehe

    ReplyDelete
  23. Ghazaaaa,
    In syaa Allah bisa menjadi kakak yang baik dan bisa diandalkan untuk jaga adik.
    Seneng sekali melihat wajah ceria Ghaza. Maniiss~

    Tabarakallahu...

    ReplyDelete
  24. Wah bs jd masukan yg bagus banget unt aku ksh pengertian sama anakku ttg adeknya nanti. Ga sabar pgn liat responnya anakku kesenengan klo adeknya udh lahir hihihi. Thanks for share mba.

    ReplyDelete
  25. adek cakep banget, yeay bentar lagi dipanggil kakak ya, semoga semuanya dilancarkan dan disehatkan ya kak, aamiin allahuma aamiin

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus. Juga yang komennya dibaca brokenlink terpaksa saya hapus.