Berbagi Kisah di Januari

January 26, 2021

Januari akan segera berakhir, apa kabar kamu?

2021, kita menyambutnya dengan penuh suka cita, dipenuhi harapan akan tahun yang lebih baik setelah di 2020 diterpa kabar buruk dan duka yang silih berganti. Banyak yang kehilangan, banyak yang pergi dan tak kembali, ada yang terpuruk hingga dasar, kita pun terkurung dalam kotak yang dinamakan rumah dan harus berdamai dengan sesama yang tinggal di dalamnya. Beberapa beruntung memiliki hubungan yang harmonis sehingga menjadi kekuatan, beberapa terjebak dengan hubungan tak sehat dan tak mampu meminta pertolongan...

Tapi disetiap kesulitan yang ada, Sang Pemilik memberikan kemudahan yang juga berlimpah. Disetiap duka, tersisip bahagia. Mungkin kini tak terlihat saking gelapnya, tapi kuyakin di sana akan ada cahaya...

Kini 2021, bulan pertama akan berakhir... bukankah kabar duka malah beruruntutan? Kecelakaan pesawat, alam yang marah di seentero bumi pertiwi, dan kasus positif covid yang melejit tinggi. Menyesakkan. Tapi ku menemukan banyak harapan meskipun kebebalan hampir sama juga banyaknya. Kita yang saling membantu mengingatkanku bahwa masih banyak orang baik di dunia yang menyesakkan ini, vaksin yang mulai dijalankan, dan ya hal-hal kecil yang membuatku percaya dunia ini bisa lebih baik.

Di sisiku, menakjubkan menyadari orang sinis sepertiku bisa berpikir sepositif ini. Lucu, tapi ini perubahan yang cukup besar, dan baik, maybe... Memang tak selamanya keseharianku dipenuhi cahaya, terkadang juga gelap dan hampa. Tapi periodenya lebih singkat dan ya disinilah aku.

Ingin menyapa dan berbagi kabar, bercerita...

Dimulai dari pertengahan bulan Desember 2020, Pai pulang siang dari kantor karena merasa tak enak badan. Setelah itu dia demam, menggigil, dan diare. Kami pikir mungkin tifoidnya kambuh lagi karena gejalanya yang mirip. Kemudian besok malamnya giliran aku yang mengalami gejala yang serupa; demam tinggi, badan menggigil dan ngilu, kami pun mulai was-was. Sedari Pai pulang kantor itu masker tak pernah dia lepaskan, juga saat kumulai merasa tak enak badan masker pun selalu kugunakan. Sesak sih, tapi kami sangat takut menularkannya ke Ghaza. Singkat cerita kami pun PCR dan hasilnya positif. Ghaza pun di ungsikan ke kebun Kakek Neneknya. Sementara kami melakukan IsMan di rumah.

"Kok bisa? Dapatnya dari mana? Tertular dari siapa?"

Pai bekerja di RS Wahidin, dimana rumah sakit itu adalah tempat konsentrasi penanganan Covid dengan kasus berat se-Sulsel, dan ya sudah banyak kasus karyawan dan nakes di sana yang positif, baik OTG maupun dengan gejala ringan hingga berat. Sebelumnya dia juga sempat dinas ke Medan, mengunjungi RS di sana. Jadi ya, kasarnya sih memang tunggu waktu saja untuk kami turut terinfeksi. Syukur Alhamdulillah gejala yang kami derita hanyalah gejala ringan, demam pun hanya sehari tapi memang badan cepat merasa lesu beberapa hari setelahnya... Dan yang terpenting Ghaza aman.

Selain perasaan rindu pada Ghaza, kami berdua bisa beristirahat dengan baik. Lebih banyak waktu berdua,  membicarakan rencana kedepannya dan berbagai hal, netflix and chill, berpacaran dan apa pun yang bisa kami lakukan berdua hahahaha. Ya, anggap saja ini sebagai liburan, begitu pikirku. Lagian perasaan bahagia mempercepat penyembuhankan. Aku juga bisa membabat timbunan buku-buku yang belum sempat kubaca selama ini. Semangat!

Sebenarnya sempat juga sih aku merasa drop saat dua minggu isman dan PCR kembali, hasil yang keluar masih positif. Saat itu aku lagi kangen-kangennya dengan Ghaza dan berharap sebelum tahun baru sudah bisa bertemu dengannya. Sayangnya kami ternyata belum bisa bertemu dan melanjutkan seminggu lagi isman. Saat itu aku merasa sangat sedih, dadaku juga sesak dan rasanya tak ada semangat melakukan apa pun. Sekali lagi syukurlah positifnya masih barengan dengan Pai, ada yang memeluk di saatku menangis merindukan anak sendiri.

Seminggu kemudian hasil PCR kami pun negatif tapi tetap belum bisa bertemu dengan Ghaza karena dia ikut dengan sepupu-sepupunya ke Sidrap dan tinggal di sana dengan iparku. Mana lagi setiap video call anaknya kabur-kaburan, sebel deh jadi pengen jitak tapi kangen, huhuhu... Bahkan sampai sekarang dia belum juga pulang, kebayangkan bagaimana rasa rinduku ini menumpuk.

Dan Januari pun mulai mendekati akhir...

Pai sudah kembali kerja lagi dan aku tetap lebih banyak di rumah perkara kabar bahagia yang belum siap kubagikan saat ini. Kabar silih berganti berdatangan, hidup manis dan pahit dengan caranya sendiri. Waktu sendiri di rumah yang berlimpah kumanfaat dengan lebih banyak berbincang dengan diriku, masuk ke dalam dan memeluknya. Berusaha berdamai dengan luka yang ternyata masih ada di sana...

Kurasa aku siap menyambut Februari. Bagaimana dengan kalian?

"I feel so intensely the delights of shutting oneself up in a little world of one's own, with pictures and music and everything beautiful."
_Virginia Woolf

You Might Also Like

37 Comments

  1. Dwiii, peluk virtual.
    Semoga sehat2 selalu ya sayang.
    Sama kondisi kita, sakit di awal tahun. Tapi ada hikmahnya juga, bisa istirahat di rumah, tepatnya di kamar, bareng suami.

    Siap menyambut bulan Februari dengan lebih peduli sama kesehatan dan gak kendor terapkan prokes.

    ReplyDelete
    Replies
    1. *BIGHUG*

      Kita juga kak, sehat-sehat ya sekeluarga. Ia kak ada hikmahnya juga jadi dinikmati sajalah...

      Delete
  2. semangat mba untuk menyambut Februari, semoga semuanya baik-baik saja, dan kita semua sehat selalu ya. kondisi alam kembali membaik, semua yang akan terjadi di masa depan kita adalah hal-hal baik, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin amin! Doa yang sama untukmu mbak 😘

      Delete
  3. Haruuuus banyakin Sabaaaar seklai menghadapi tahun2 ini ya mba :). Alhamdulillah kalian sudah negatif lagi. Beresiko sekali memang bagi yg kerjanya di RS :(.

    Aku dan suami juga pas kena barengan. Tapi kami berdua OTG, ga ada gejala blaaaas samasekali. Tertular dr mama yg kena duluan, lalu akhirnya meninggal. Pas dicek ya ternyata positif. Mau ga mau, yg kontak lgs dicek semua. Aku, suami dan asisten mama positif, tapi kami bertiga OTG mungkin Krn imun kami bagus saat itu.

    Jd kalo dgr cerita temen2 yg kena tp bergejala, rasanya takut dan sedih. Virus ini ga main2 memang.

    Semoga aja kedepannya pandemi perlahan usai ya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia kita diajarkan bersabar di tahun lalu dan mungkin di tahun ini juga. Alhamdulillah mbak dan semoga gak tertular lagi...

      Innalillahi wa inailahi rojiun, aku turut berduka cita ya mbak πŸ™

      Delete
  4. Semoga cepat bisa membasuh kerinduan dengan kesayangan, dear

    Semoga hanya yang terbaik dan hanya yang terbaik, yang kita dapatkan.
    Aamiin.

    Di sekitar perumahanku, di Balikpapan, hampir setiap 2 hari sekali, pengumuman orang meninggal dari toa mesjid, berkumandang.
    Rata-rata memang usia sepuh.

    Cerita ini mengingatkan suamiku yang driver online juga termasuk yang beresiko tinggi.
    Tak henti-henti aku mengingatkan hubby, 3M, kudu dieksekusi.

    Semoga kita senantiasa stay healthy and safe ya.
    Aaamiin Ya Robbalalaamiin.


    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin amin amin. Sedih banget jika mendengar ada yang berpulang gitu ya mbak... Jaga kesehatan dan semoga ini cepat berlalu

      Delete
  5. bismillah semoga lekas sembuh ya Kak. InsyaAllah sembuh dan optimistis ya. Kami mendoakan dari jauh. Makan yang teratur ya dan vitaminnya kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah sembuh alhamdulillah mbak 😊 tulisannya juga ditulis lama setelah sembuh kok. Terimakasih

      Delete
  6. Sedih banget, kak Dwi..
    Semoga kini fit kembali, sehat kembali dan positively, sudah punya imun yang baik untuk virus ini.
    Semakin sehat dan kuat yaa, kak Dwi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak kok alhamdulillah gak menyedihkan, bahkan terasa menyembuhkan karena bisa me time dengan suami. Cuma memang kangen banget dengan bocah hehehe

      Delete
  7. Alhamdulillah dirimu dan suami sudah sembuh ya Mbak. Hanya saja belum bertemu dengan buah hati ya? Yang sabar ya Mbak, apa boleh buat walau rindu sudah menggunung. Demi kebaikan anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia mbak alhamdulillah 😊

      Ini bocahnya yang gak mau pulang sih mbak, di sana ramai punya banyak teman dianya hehehe

      Delete
  8. Alhamdulillah kalo udah negatif hasil tesnya mbaaa
    aku selalu deg2an kalo baca/dengar kabar soal covid ini
    karena sodara dan tetangga di kompleks kami beberapa juga ada yg kena.
    semogaaa semua sehaattt ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Mbak. Semoga kamu dan sekeluarga sehat-sehat juga ya...

      Delete
  9. big virtual hug mba
    nggak nyangka masuk ditahun 2020 lalu termasuk ujian berat juga ya buat kita kita
    nggak bebas pergi kemana-mana
    alhamdulilah sekarang mbak Ananta dan suami udah pulih ya mba, perlu waktu lagi untuk istirahat
    aku cuman bisa bayangin aja gimana kangennnyaa mba sama Ghaza, pasti greget sebel pengen segera ketemu

    ReplyDelete
    Replies
    1. *BIGHUG*

      Ia nih kangenya itu yang tak tertahankan.

      Delete
  10. Honey moon sambil sakit
    Syukurlah badai Akhirnya berlalu
    Jika udah punya anak emang beda.
    Baru asyik kalo bareng anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha betul banget serasa honeymoon dan dunia milik berdua saja. Meskipun ia kadang kangen anak juga.

      Delete
  11. Baca artikel ini jadi terinspirasi untuk nulis juga tentang apa yg udah terjadi di bulan Januari 2021. Kadang aku pun jadi agak shock juga ya kalo harus menghadapi realita, di awal tahun ternyata dapet ujian hidup yang berat. Tapi mau gak mau harus dijalani..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tulisannya sudah posting mbak? Nanti kumampir juga deh hehehe

      Delete
  12. BERBAGI KISAH DI JANUARI menarik kisah du dalamnya...namun 4 tahun ke depan masih perlu dilalui untuk sebuah pandemi...sabar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia ya Pak, mau tak mau kita harus beradaptasi dan hidup berdampingan dengan pandemi ini.

      Delete
  13. Aamiin, semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah. Tetap semangat dan optimis dalam berikhtiar, karena lewat jalan itu Allah kasih banyak kemudahan dan berkahπŸ˜‡πŸ˜‡

    ReplyDelete
  14. Nggak terasa besok udah Februari aja. Tetap SemangatCiee dan Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan mendapat lindungan dari Allah Swt ya kak, aamiin

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah sudah kembali sehat, ya. Dan sudah sap menyambut Februari besok. Aku sendiri masih payah. Masih menata hati. Entahlah, Desember-Januari masih sama. Aku mendapat masalah pribadi yang rasanya sulit untuk dihadapi. Tapi untunglah keluarga selalu membesarkan hati. Dan iya, besok harus siap dan semangat ya. Sehat-sehat selalu untuk kita semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga masalahnya segera teratasi ya Mbak. Sehat dan bahagia selalu mbak...

      Delete
  16. Bearti udah sebulan lebih nggak ketemu Ghaza ya mbak, duh kebayang deh tumpukan kangennya setinggi gunung ini.

    Selalu ada hikmah yang bisa diambil dari setiap kejadian ya mbak, dan saya pun percaya, setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan.

    Semoga sehat terus ya, menjalani 2021 dengan perasaan optimis

    ReplyDelete
  17. Keep healthy ya Dwi. Semoga terus semakin kuat dan membaik setelah melewati masa-masa yang berat terkena Covid-19.

    ReplyDelete
  18. selalu ada sisi terang ya, mbak. tulisan yg inspiratif. jadi ingat bikin daftar syukur tp ga kelar2 tulisannya. makasih jd pengingat ☺

    sehat terus yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu Mbak. Gelap dan terang itu berdampingan agar hidup ini seimbang. Kamu juga sehat-sehat terus ya Mbak.

      Delete
  19. Banyak kejadian tak terduga mengahampiri, tahun 2020 lalu memang sebuah masa yg menyesakan bagi sebagian besar org. Berharap 2021 keadaan kan membaik, tapi lagi2 kesedihan tak disangka banyak bencana di negeri ini
    Iya..harapan masih tetap ada. Semoga Februari nanti hingga seterusnya semua bisa kembali membaik
    Tetap semangat dan sehat terus ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena kita tidak boleh kehilangan harapan itu. Doa yang sama untukmu Mbak, tetap semangat dan sehat terus ya ^^

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus. Juga yang komennya dibaca brokenlink terpaksa saya hapus.