Sebentuk Harapan pada Morula IVF

3:24 pm

Menemukan lelaki yang tepat, menikah dan menjalani kehidupan yang baik bersamanya tidak serta merta membuat pertanyaan basa-basi kehidupan berhenti diarahkan kepada kita. Hal itu malah menambah semakin banyak pertanyaan yang akan diajukan kepada kita; Tetap bekerja nih? Kapan lanjut kuliahnya? Tinggal dimana, rumah sendiri atau bareng mertua? Sudah ngisi belum? Gak usah ditunda-tunda lah...

Dari semua pertanyaan, pertanyaan mengenai kehamilanlah yang menjadi topik paling sensitif. Siapa sih yang tidak ingin memiliki keturunan? Setidaknya untuk masyarakat Indonesia, memiliki keturunan adalah salah satu tujuan hidup. Tapi hal itu tentunya bukan diranah kekuasaan kita, kita bisa mencobanya, berikhtiar mulai dari mengkonsumsi makanan sehat yang diyakini meningkatkan "kesuburan", menemui dokter kandungan, hingga menjalani program bayi tabung. Berhasil tidaknya, itu hak prerogatif Sang Pemilik Segala.

Apakah kalian salah satu pejuang dua garis?

Mengenal Klinik IVF Morula



Minggu 25 Agustus 2019, aku menghadiri acara Two Fabulous Years Morula IVF. Acara yang diselenggarakan untuk merayakan 2 tahun berdirinya klinik IVF Morula di Makassar ini menghadirkan berbagai lomba, seminar kesehatan bertemakan  "Memilih Program Kehamilan Yang Tepat", dan Launching Short Movie "Cucu", juga ceremonial ulang tahun tentunya. Nah sebelumnya itu aku sama sekali tidak tahu kalau di Makassar ini telah ada klinik IVF, karena itu aku sangat penasaran saat diundang ke acara ini.


Klinik Morula IVF Makassar bertempat di RS Awal Bros Lantai 9 Jl Urip Sumoharjo No. 43. Adalah Waode Nurfina sebagai Operational Maneger Morula yang memperkenalkan tentang klinik ini kepada kami di siang hari itu. Beliau menjelaskan kalau semua kasus infertil (tidak subur) ditangani secara tim di klinik tersebut. Pasangan suami istri yang digolongkan infertil apabila setelah satu tahun usia pernikahan tanpa menggunakan alat kontrasepsi, belum juga dikaruniai buah hati.

Sebelumnya klinik mengharuskan pasutri untuk memperlihatkan bukti bahwa mereka sah sebagai pasangan suami-istri saat melakukan registrasi, dan keduanya, bersedia di tes dan menjalani pemeriksaan serta program kehamilan ini.

Di Klinik Morula IVF Makassar ini sendiri, memiliki 4 dokter spesialis Obgyn (kandungan) dan 1 dokter spesialis andrologi. Mereka bekerja bersama-sama mengupas setiap kasus yang masuk. Pasien pun tidak serta merta ditawarkan untuk program bayi tabung, ada tahapan pemeriksaan dan tindakan.

Secara garis besar klinik ini memiliki layanan mulai dari pemeriksaan laborotorium (analisis sperma, sel telur, dan hormon), USG, akupuntur, konsultasi psikologi, inseminasi buatan, dan bayi tabung (IVF). Untuk bayi tabung sendiri ada dua teknologi yakni ICSI dan IMSI.

Pengalaman Tya Ariesty Melakukan Program IVF di Morula


Acara hari itu juga dihadiri oleh artis cantik Tya Ariesty yang telah dua kali menjalani persalinan melalui program IVF di Morula Jakarta. Tya menceritakan kondisinya yang mengalami gangguan hormon yang diistilahkan dengan PCO. Yakni kondisi dimana hormon laki-lakinya lebih banyak dibandingan hormon perempuannya. Juga kondisi sel telurnya yang terlalu banyak dan berukuran kecil-kecil sehingga sulit dibuahi.

Kondisi gangguan hormon biasanya terjadi pada kasus dimana seseorang mengalami obesitas atau genetika. Saat itu Tya sendiri hanya memiliki BB 46kg. Mereka pun (Tya dan suaminya) memutuskan menjalani terapi alami untuk mengatasi permasalahannya selama 1,5 tahun, tetapi hal itu belum berhasil. Karena itu mereka pun memutuskan menjalani program IVF.

Tya memilih program IVF di Jakarta, bukan di luar negeri karena merasa jauh lebih nyaman melakukannya di negara sendiri. Dekat dari keluarga, serta bisa beristirahat di rumah sendiri membuatnya bisa memanage stress dan kecemasan.

Memilih Klinik Morula IVF pun ia lakukan dengan pertimbangan yang matang dan hasil mencari tahu di sana - sini. Setahunya Klinik Morula IVF ini paling terkenal tidak hanya di Indonesia tetapi juga se-Asia Tenggara.

Program pertamanya alhamdulillah berhasil, diprogram kedua Tya dan suami sempat gagal, tetapi di program ketiga mereka kembali berhasil. Menurut Tya dia tidak kapok menjalani ini dan ini adalah bagian dari ikhtiar mereka. Mereka merasa inilah jalan yang dipilihkan-Nya, inilah rejeki mereka.


Acara selanjutnya adalah seminar yang telah kutunggu-tunggu. Seminar ini dibawakan oleh 
para ahlinya dan sukses membuatku betah menyimaknya. Ada pun isi seminarnya, kurang lebih kurangkum dibawah ini.


Seberapa Suburnyakah Kami?


Infertilitas adalah permasalahan yang dialami oleh 1 dari 9 pasangan usia subur. Hal ini mempunyai implikasi masalah kesehatan dan sosial yang tidak sedikit. Banyak pasangan yang merasa terkucil dan tertekan dalam lingkungan keluarga dan pertemanan. Mungkinkah anda salah satu dari mereka?


Beberapa faktor penyebab ketidaksuburan:
Jumlah dan kualitas sperma sedikit atau tidak ada sama sekali.
Jumlah dan kualitas sel telur sedikit atau tidak ada sama sekali.
Terhalangnya pertemuan antara sel telur dengan sel sperma.
Terhambatnya proses menempelnya embrio didalam rahim.


Bayi Tabung

Program Teknologi Reproduksi Berbantu seperti IVF telah diterima secara luas sebagai salah satu upaya yang optimal dalam mendapatkan keturunan pada pasangan yang mengalami permasalahan ketidaksuburan. Bayi tabung sendiri atau yang biasa kita kenal dengan In Vitro Fertilization (IVF) adalah proses pembuahan dibantu dengan tekhnik rekayasa oleh manusia dengan cara menggabungkan sel telur dan sel sperma dalam suatu kultur yang dilakukan didalam laboratorium embryologi.

Saat proses IVF itu berhasil, proses selanjutnya dikombinasikan dengan prosedur yang dikenal sebagai embrio transfer (ET), dimana embrio dimasukkan kedalam rahim dengan bantuan alat manusia.

Pengalaman Tya dan penjelasan para dokter ahli membuatku merasa takjub dengan kemajuan sains dan kebesaran Sang Pencipta. Bahwa untuk memiliki buah hati harus dengan kesiapan dan keinginan kedua orangtuanya dan rejeki yang Allah tentukan. Dari penyampaian Tya juga aku merasa bahwa toh tak ada salahnya berusaha mendapatkan buah hati yang diidamkan, tak perlu malu dianggap mandul karena tak ada yang mandul hanya mungkin kurang subur saja. Rejeki orang pun berbeda, ada yang diberi anak melalui cara alami, ada juga yang rejekinya melalui program infertilitas. Semua ada jalannya selama kita yakin dan terus berusaha...

Untuk semua pejuang dua garis, SEMANGAT!

Hal menarik lainnya dari acara ini yakni dilaunchingnya short movie by Morula IVF yakni "Cucu". Yang berkisah tentang pasutri yang telah lama menantikan buah hati dan semakin tertekan dengan mimpi orangtua yang ingin menimang cucu. Hingga mereka pun memutuskan untuk program kehamilan di Morula IVF.



Puncak acara tak lain adalah ceremonial perayaan ulang tahun ke dua Morula IVF di Makassar. Untuk pasutri yang tinggal di Makassar atau Indonesia Bagian Timur kini tidak perlu jauh-jauh lagi untuk melakukan program kehamilan. Semoga tulisan ini setidaknya bisa memberikan informasi memadai untuk kalian ya.


You Might Also Like

12 komentar

  1. Rasanya ikut menaruh harapan untuk teman2 pejuang dua garis dengan hadirnya Morula IVF Makassar. In Shaa Allah pada berjodoh dengan Morula..sehingga secepatnya buah hati hadir di tengah2 keluarga

    ReplyDelete
  2. Rezeki kehamilan itu memang datangnya dari Allah tapi untuk mendapatkannya ya memang harus ada usaha yang dilakukan.

    Syukurlah karena ada Morula IVF Makassar yang siap membantu pasutri yang kesulitan mempunyai keturunan.

    ReplyDelete
  3. Kalau ada rejeki berlebih mau ikut program baby juga di morula 😍

    ReplyDelete
  4. Morula IVF Makassar benar2 menjadi solusi untuk warga makassar pejuang garis dua yang ingin ikhtiar dengan teknologi canggih ya

    ReplyDelete
  5. Gak perlu jauh-jauh lagi untuk cari-cari klinik bagi teman-teman yang akan dan sedang program kehamilan yah Dwi, sudah ada Morula IVF Makassar malah katanya banyak juga yang datang dari luar Makassar, apalagi teknologi dan layanan yang ditawarkan juga sudah cangih,tinggal doanya jangan dilupa hehe

    ReplyDelete
  6. banyaknya ini kemarin rangkaian acaranya diii kak, mulai dr pagi sa liat itu adami lomba2. tapi ndda memang kalah seru waktu semnas karena relate banget ke saya sih ahahhah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk kakak fira cantika... :D semangat juga ya, semoga segera mendapatkan buah hati yang diimpikan :)

      Delete
  7. Seru dan edukatif banget kegiatannya di' kak. Semoga yang masih berjuang bisa segera terjawab ikhtiarnya dengan program yang ditawarkan oleh morula

    ReplyDelete
  8. Di acara ini baru benar2 aware soal IVF dan bgmana prosesnya, dan seru juga pas nonton film Cucu yang pesannya ngena banget tapi dikemas menjadi film komedi 😂

    ReplyDelete
  9. karena harapan tak berarti tanpa adanya ikhtiar.. makanya kak, saya salut dengan kata2 motivasi dari Tya Ariestya.. "jangan malu untuk program bayi tabung, karena itu adalah bagian dari ikhtiar.."

    terharu saya kak..

    ReplyDelete
  10. Seru yah sharingnya dari tya ariestya, apalagi dapat ilmu dari dokter2 yang pakar dibidangnya, gak rugi banget kesini

    ReplyDelete
  11. Dwi sempat mendapat pertanyaan-pertanyaan netizen yah sebelum ada Ghaza? Kayaknya waktu kita ketemu pertama kali ya Dwi, di MARI, acara lampu itu ... waktu itu kayaknya Dwi belum hamil Ghaza ... tiba2 jadi ingat momen pertama ketemu Dwi :)

    Saya malah sekarang ada saja yang nanya, "Ndak tambah lagi? Biar cukup 2 pasang? Kan masih muda?" Ish usiaku 5 tahun lagi kepala 5 masak disuruh hamil, kayak tong dia yang urusi anakku nanti -_-

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.