9 Bahan Berbahaya di Skincare

9:35 pm

Dear my beauties… Apa kabar? 🌺🌺🌺

Di sini aku masih berjuang mengatasi kulit wajahku yang sejak awal tahun mengalami breakout. Selain breakout, kulitku juga jauh lebih sensitif dibandingkan sebelumnya, juga sangat kering. Karena hal itu aku mulai menjadi sangat selektif terhadap skincare yang aku pakai. Harusnya untuk produk makeup pun kudu selektif ya, tapi perlahan-lahan dulu deh hahaha… Lagian aku menggunakan makeup hanya saat keluar rumah saja, dan aku keluar rumah itu lumayan jarang (kemudian mencari pembenaran ✌🏻).


Nah sesuai judulnya, dipostingan kali ini aku mau berbagi tentang bahan kimia apa saja yang terdapat pada produk kecantikan yang ternyata bisa berbahaya untuk kulit sehingga mulai kuhindari. Bukannya mau sok ya, hanya saja kondisi kulitku yang ngambek semenjak awal tahun itu dan keyakinanku untuk menjaga kesehatan tubuh, khususnya kulitku ini yang menjadikan aku lebih picky memilih produk kecantikan.


Jadi karena postingan ini akan sangat panjang, aku saranin kalian memilih tempat duduk yang nyaman baru kemudian melanjutkan membacanya~

Semuanya bermula dari menonton Get It Beauty S8, yang di season kali ini memiliki konsep baru dengan mengeliminasi produk-produk kecantikan yang mengandung 9 bahan kimia yang berbahaya, yang jika digunakan secara terus menerus akan berdampak buruk untuk kesehatan. Awalnya sih aku lumayan syok saat menonton acara ini, 9 bahan kimia yang mereka sebutkan itu hampir selalu terkandung pada produk kecantikan yang dijual dipasaran. Apa memang bahan itu berbahaya? Kok bisa ya produk-produk tersebut diloloskan ke pasaran jika mengandung bahan berbahaya?

Sebenarnya semua produk yang dilepas dipasaran dan bersertifikat resmi itu telah melalui serangkaian uji lab, termasuk yang mengandung 9 bahan kimia tersebut, karena memang kandungan di dalamnya telah sesuai standar sehingga berada pada batas aman. Tapi… Bila berbicara tentang skincare, yang otomatis kita pakai setiap hari, yang penggunaannya secara terus menerus, akumulasi semua bahan kimia yang terserap ditubuh kita itu bukannya akan berbahaya untuk ke depannya?! Sukur-sukur kalau bahan itu keluar melalui proses sekresi, jika tidak?! Aihhhh… aku seramlah pokoknya.

Contohlah ya aku ini dari bayi sudah dipakaikan sabun mandi, bedak, dan pasta gigi. Saat masuk SMP sudah belajar pakai deodorant, pencuci muka, pelembab wajah, handbody, masker, dan lulur. Sekarang ditambah lagi dengan toner, essence, face spray, dll. Jika semua produk yang kugunakan itu mengandung paling tidak satu dari 9 bahan kimia tersebut (seringnya malah mengandung 3 atau lebih dari 9 bahan kimia itu), sudah berapa banyak yang terserap tubuhku tuh?! Ditambah lagi dengan kondisi kulitku yang sensitif dari sononya, kurasa pantas saja ya kulitku ini memutuskan untuk ngambek. Karena itu aku rasa keputusan untuk mengeliminasi 9 bahan kimia itu dari skincareku (Insyallah ke depannya dari makeup-ku juga), adalah hal yang tepat.

Keasikan curhat aku malah belum memberitahu ya apa saja 9 bahan kimia yang kuhidari itu, hahahaha…

Jadi selain Merkuri, Timbal dan Hidrokuinon, 9 bahan kimia pada produk kecantikan yang kuhindari itu adalah:

  1. Parabean
  2. Triethanolamine (TEA)
  3. Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES)
  4. Triclosan
  5. Oxybenzone
  6. Avobenzone
  7. Isoprophyl Alcohol
  8. Pewangi Buatan
  9. Pewarna Buatan


Namanya susah diingat gitu dan pekerjaan banget mengecek setiap ingredient pada skincare yang ingin kubeli, tapi demi kulit yang sehat, kenapa tidak?! Oh ia berhubung aku ini penonton yang cerdas, sebelum memutuskan mengikuti jejak Get It Beauty S8 itu, aku sibuk meriset (sok banget ya bahasaku padahal cuma sibuk googling sana-sini) ke 9 bahan kimia itu. Karena sejujurnya sebelum meriset itu, aku gak tahu 9 bahan itu apa dan fungsihnya untuk apa, juga kenapa berbahaya. Aku gak mau lah macam kerbau yang dicucuk hidungnya, mengikuti begitu saja informasi yang kudapatkan tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu. Dari hasil risetku inilah aku kemudian mantap untuk berusaha menghindari 9 bahan kimia ini.

Dan inilah hasil riset yang kudapat mengenai 9 bahan kimia itu:

Parabean


Parabean adalah produk pengawet yang membantu mencegah timbulnya jamur dan bakteri dan menjaga kualitas suatu produk, biasanya digunakan pada produk farmasi dan kosmetik. Jenis parabean yang paling sering digunakan pada produk kosmetik adalah methylparabean, propylparabean, and butylparabean. Banyak produk kecantikan yang mengandung zat ini seperti sampo, pencuci muka, sabun mandi, pasta gigi, dll.

Pada tahun 2004 peneliti dari Inggris, Philippa Dabre, Ph.D menemukan adanya parabean pada tumor payudara. Menurut penelitian tersebut, ia menyarankan untuk membatasi kadar parabean pada kosmetik.

Sebelumnya, pada tahun 1984, organisasi Cosmetic Ingredients Review menyatakan parabean adalah bahan kimia yang aman digunakan pada produk kosmetik. Namun setelah penelitian tahun 2004 itu, organisasi CIR melakukan penelitian kembali untuk membuktikan dampak parabean pada kesehatan. Hasilnya bahwa kandungan parabean yang kecil pada produk tidak menyebabkan kanker atau membahayakan kesehatan.

Ada 2 cara parabean terserap ke dalam tubuh; melalui kulit dan melalui mulut. Produk kecantikan yang memiliki parabean akan masuk ke tubuh melalui kulit. Setelah itu, parabean termetabolisme sempurna sebelum masuk ke sistem peredaran dan dikeluarkan melalui urin. Kesimpulan dari penelitian itu adalah tidak mungkin parabean dalam dosis kecil di produk perawatan kulit dapat menyebabkan kanker. Tapi bagaimana dengan produk perawatan bibir dan pasta gigi yang ada kemungkinan tertelan?

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Exposure, Science, and Environmental Epidemiology terungkap bahwa wanita hamil yang menggunakan produk kecantikan memiliki konsentrasi parabean tinggi pada urinnya. Tapi belum ditemukan efek samping dari sifat parabean tersebut. Food and Drug Administration (FDA) kemudian membuka kembali investigasi pada parabean di tahun 2005. Hasilnya, FDA menyimpulkan bahwa produk kecantikan berparabean tidak menunjukkan ancaman bagi kesehatan. 

Cukup kontroversial bukan? Menurut FDA lagi, produk kecantikan biasanya mengandung kadar parabean jauh lebih rendah dibandingkan batas aman. Batas aman parabean adalah 25%, sementara produk kecantikan biasanya hanya menggunakan parabean sebesar 0,01-0,3% saja. Berarti parabean di produk kecantikan aman dong?

Pada 2008 penelitian yang dilakukan ilmuwan Jepang menyebutkan parabean jenis Methylparabean jika bereaksi dengan sinar UV B akan meningkatkan resiko penuan kulit dan kerusakan DNA. Sebagai orang yang  benci banget menjadi tua, fakta ini sangat menyeramkan untukku.

Hmmm… Aku sendiri akhirnya tetap memilih sebisa mungkin menghindari parabean ini, mengingat seringnya kutemui skincare yang tidak hanya mengandung satu jenis parabean tapi mengandung 2 bahkan ada yang sampai 3 jenis. Belum lagi jika mengingat berapa banyak jenis skincare yang aku gunakan, dan jika semuanya mengandung parabean, wah berapa banyak akumulasi yang diserap tubuhku nantinya?! Juga jika aku khilaf dan melupakan menggunkan sunscreen, ahhh… sudah seram saja membayangkannya.

Triethanolamine (TEA)


TEA adalah senyawa kimia tak berwarna atau kuning muda dan beraroma seperti amonia. TEA menetralisi larutan karbomer untuk membentuk gel dan menetralisi asam stearat untuk membentuk emulsi anionik dan berperan sebagai agen alkali untuk mengontrol pH. Hampir 40% produk kecantikan di pasaran mengandung TEA. Biasanya terdapat pada body lotion, sampo, baby lotion, pemulas mata, maskara, eyeliner, foundation, concealer, dan pewarna dan pengeriting rambut. Aku sendiri paling sering menemukan TEA ini di shooting gel aloe vera yang sedang kekinian itu.

Menurut FDA dan CIR, dosis rendah TEA hanya aman digunakan dalam produk kecantikan untuk penggunaan yang tidak terus menerus dan harus disertai pembilasan di permukaan kulit. Skincare tidak termasuk dong ya kalau begitu. Dalam penggunaan dengan kontak kulit yang lama, kadar TEA tidak boleh lebih dari 5%

Meski digunakan dalam dosis rendah, penyerapan TEA melalui kulit secara terus menerus dapat berbahaya juga karena akumulasinya. Resikonya iritasi kulit, iritasi mata, serta peradangan. Uji klinis menunjukkan bahwa dosis tinggi TEA dapat mengakibatkan kanker liver dan testikular pada hewan percobaan.

Nama dagang TEA adalah Daltogen, Sterolamide, Sting-Kill, Thiofaco T-35 dan Trolamine, sedangkan dalam label produk kecantikan dituliskan sebagai; triethanolamine, TEA, TEA-lauryl sulfate. Yang ini mending langsung eliminasi saja si ya bagusnya, sejauh ini skincare ku sudah bebas TEA, segera untuk makeup juga. Seram banget soalnya.

Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan saudaranya yang jauh lebih jahat Sodium Laureth Sulfate (SLES)


Adalah molekul yang dapat menyatukan campuran minyak dan air. Sulfate ini banyak ditemukan pada diterjen, produk kecantikan, farmasi, dan tekstil. Fungsihnya sebagai bahan pembersih dan membuat sabun dan sampo berbusa.

Sulfate mampu membersihkan minyak secara menyeluruh, karena itu penggunaan sabun cuci wajah dan tubuh yang mengandung SLS kurang direkomendasikan karena bisa bisa membuat kulit kering. Semakin sering menggunakan produk yang mengandung SLS bisa membuat kulit menjadi iritasi, gatal, kemerahan, pecah-pecah, membuat rambut ketombean, dan mata iritasi. Masalah kulitku banget nih!

Berdasarkan studi dari University of Georgia Medicine, menemukan bahwa SLS memiliki kemampuan untuk masuk dan tinggal di jaringan tubuh seperti mata, otak, dan liver. Lebih buruknya lagi sulfate ini menjadikan molekul bahan kimia sangat kecil dan masuk ke membrane di sel-sel tubuh. Bagaimana jika bahan kimia yang diubah sulfate itu adalah racun? Sekali saja racun masuk ke membrane sel akan menyebabkan sel rentan dimasuki dan tercemar bahan kimia lainnya. Dan lebih lebih buruknya lagi, ketika sulfate dipanaskan akan mengeluarkan racun Sodium Oxides dan Sulfur Oxides! Siapa di sini yang suka mandi air panas? Aku! Hikssss…. Bayangkan sabun dan sampo yang mengandung sulfate itu kita bilas dengan air panas! Gila!!!

Selain itu proses produksi sulfate menimbulkan polusi yang tinggi. Zat pembuangannya mengandung sulfur dan meracuni udara. Sulfate ini pun mencemari air tanah, karena tidak terurai dengan baik dan berakhir ke penyaringan air PDAM, kemudian kita minum. Juga meracuni ikan dan hewan air lainnya dan berpotensi tinggi terakumulasi dalam tubuh hewan itu, lalu suatu hari hewan air kita itu terhidang di atas meja. NGERI BANGET YA ALLAH!!!

Yang semakin membuat patah hati hampir semua produk bathcare (sabun, sampo, pasta gigi, dll) di Indonesia mengandung SLS! Bahkan produk bayi sekali pun! Aku sangat berharap BPOPM segera melarang penggunaan sulfate ini.

Triclosan


Adalah kandungan antijamur dan antibakteri yang umumnya terdapat pada produk deterjen, bathcare, dan pembersih alat-alat medis di rumah sakit. Juga digunakan pada kosmetik, pakaian, furnitur, peralatan masak, dan mainan untuk mencegah kontaminasi bakteri.

Tahun 1960-an triclosan digunakan sebagai pestisida atau pembunuh hama.

Pada tanggal 2 September, FDA mengeluarkan aturan yang melarang triclosan dan triclocarban digunakan di dalam sabun cair dan batang. FDA mengatakan produsen tidak bisa menunjukkan bahwa produk yang mengandung bahan tersebut, lebih efektif dibandingkan sabun biasa dan air dalam mencegah penyakit atau menghentikan penyebaran infeksi tertentu. Selain itu, ada beberapa bukti bahwa bahan-bahan itu bisa menyebabkan masalah resistensi bakteri yang menciptakan superbug dan efek samping pada tubuh.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Toxicological Science mengungkapkan bahwa di dalam tubuh, triclosan akan terperangkap dalam sel dan darah. Akibatnya, hal itu akan mengganggu sistem endokrin. Sistem inilah yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.

Jenis-jenis hormon yang terganggu karena adanya kandungan triclosan dalam tubuh antara lain hormon tiroid dan estrogen. Gangguan terhadap kedua hormon itu beresiko menyebabkan masalah pada kesehatan, seperti pada daya tahan tubuh, kesuburan, kehamilan, bahkan tumbuhnya sel kanker.

Sedangkan penelitian yang dilakukan di University of California Davis menunjukkan bahwa kandungan triclosan mampu merusak fungsi otot, terutama yang menempel pada kerangka tubuh.

Penggunaan rutin sabun dengan kandungan triclosan selama tiga sampai lima tahun beresiko membuat kulit kering dan menjadi lebih sensitif. Bahkan sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terlalu sering menggunkan produk antibakteri dengan kandungan triclosan beresiko menyebabkan kanker kulit pada hewan.

Memang si, semua uji coba tersebut belum pernah dilakukan pada manusia, tetapi hal ini seharusnya sudah membuatku waspada.

Oxybenzone


Oxybenzone (benzofenon-3 atau BP3) merupakan bahan yang biasa terdapat dalam tabir surya atau sunscreen, fungsihnya mengurangi penetrasi sinar UV melalui epidermis.   Zat ini memiliki efek samping pada kulit seperti gatal, ruam, terbakar, dan bengkak.

Oxybenzone  sendiri telah dipatenkan oleh FDA pada tahun 1978 sebagai zat yang aman jika diaplikasikan pada kulit. Namun di tahun 2004, sebuah studi menunjukkan bahwa pemakaian sunscreen yang mengandung oxybenzone mengakibatkan level testosterone pada pria muda dan para wanita yang menopause menurun. Tapi hal itu hanya terjadi selama 24 jam pertama, karena setelah 4 hari pemakaian, disimpulkan bahwa oxybenzone bukan zat yang mempengaruhi hormon secara signifikan sehingga sunscreen yang mengandung zat ini dinyatakan aman untuk dipakai pada kulit. Tapi bagaimana dengan pemakaian rutin yang terus menerus? Bagiku efek sampingnya cukup menyeramkan, apalagi aku memang punya riwayat eksim.

Yang lebih buruknya, zat ini meracuni terumbu karang. John Fauth, penyelam, dan sejumlah peneliti dari University of Central Florida mempublikasikan hasil risetnya di Archives of Environmental Contamination and Toxicology; mereka menemukan zat ini banyak terdapat di wilayah selam yang populer terumbu karangnya, senyawa ini membunuh terumbu karang dewasa dan merusak komponen genetik terumbu karang sehingga membuatnya tak bisa berkembang biak. Jadi tentu saja demi kelestarian terumbu karang, aku rasa kita WAJIB untuk tidak menggunakan produk sunscreen apapun yang mengandung zat ini.

Avobenzone


Bahan ini dikenal juga dengan nama Parsol 1789 atau butyl methoxydibenzoylmethane. Seperti Oxybenzone, Avobenzone ini berfungsih sama pada sunscreen. Juga memiliki resiko efek samping seperti ruam dan gatal, juga pusing berat dan kesulitan bernapas.

Zt ini dapat diserap oleh tubuh kemudian meniru atau memblokir hormon sehingga mengganggu fungsihnya. Kandungan ini juga ditemukan pada 96,8% dari sampel urin manusia saat dianalisis sebagai bagian dari Kesehatan Nasional dan Gizi Survei Pemeriksaan yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di tahun 2008. Penelitian yang sama menemukan berat lahir yang rendah pada bayi perempuan yang ibunya terpapar zat ini selama kehamilan. Ngeri-ngeri sedap nih, huhuhu…

Isoprophyl Alcohol


Adalah senyawa kimia yang tak berwarna, mudah terbakar dengan bau menyengat. Isoprophyl Alcohol biasa juga ditulis sebagai Ethanol, Etyl Alcohol, SD Alcohol, dan Alcohol Denat. Pada skincare produk ini berfungsih sebagai pelarut, pengemulsi, antiseptik, pengawet, dan membantu agar penyerapan produk ke dalam kulit lebih maksimal. Selain di produk kecantikan, alcohol ini paling umum terkandung di minuman keras, hand sanitizer, nail polish remover, dan hairspray.

Alcohol jenis ini memiliki sifat yang cepat menguap dan menguras minyak di kulit. Hal itu mengakibatkan kulit menjadi kering yang tentunya memicu berbagai reaksi seperti gatal, kemerahan, inflamasi, over-produced sebum, hingga eksim. Pemakaian jangka panjang tentu saja bisa membuat kulit bermasalah. Tapi sebenarnya kita bisa sih mengakali penggunaan skincare yang mengandung alcohol jenis ini dengan menggunakan produk lain yang menghidrasi dan melembabkan.

Pandangan para ahli dan dermatologis pun imbang untuk zat yang satu ini, sebagian ada yang menentang garis keras, tapi ada juga yang berpendapat meskipun membuat kulit kering, tapi khasiatnya yang lain bisa melampaui dampak buruknya. Sepertinya hal ini balik lagi ke kulit masing-masing ya, kalau aku yang kulitnya sudah super duper kering dan sensitif parah sangat menghindari produk-produk yang mengandung zat ini sih.

Pewangi Buatan (Fragrance)


Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Canadian Cosmetic, perlengkapan mandi atau toiletry dan fragrance association, senyawa kimia tanpa nama ini, dapat memicu alergi dan asma, menyebabkan gangguan hormon, dan dalam banyak kasus sangat berbahaya bagi ikan dan satwa liar lainnya setelah terkontaminasi oleh limbahnya.

Pewangi buatan sendiri dibuat dari kurang lebih 3000 bahan kimia yang tidak semuanya sudah diteliti aman bagi kulit atau tidak. Bagi yang berkulit sensitif, sepertiku, pewangi buatan bisa memberi dampak alergi, mulai dari pemakaian pertama. Untuk kulit yang tidak menunjukkan reaksi alergi saat menggunakan skincare yang mengandung parfum bukan berarti aman. Karena kerusakan pada permukaan kulit tidak langsung terlihat, tapi terjadi secara perlahan setiap hari saat kalian menggunakan skincare tersebut.

Pewarna Buatan


Pewarna buatan pada produk skincare membuat kerja kulit semakin berat dan seringnya menyebabkan iritasi, gatal-gatal, hiper-pigmentasi dan kemerahan. Beberapa pewarna buatan juga bersifat karsinogenik. Untuk skincare yang mengandung pewarna buatan memang terlihat cantik dan menggoda untuk dibeli sih ya, tapi sekarang aku berusaha banget menghindari zat ini.

Oh ia pewarna buatan biasanya dituliskan; colorant, yellow number 1, D&C, FD&C, dll

Huwiiii... panjang banget ya postingan kali ini. Semoga kalian tidak bosan saat membacanya dan semoga postingan ini bermanfaat ya. Kalian boleh banget loh berbagi info skincare dan makeup yang tidak mengandung 9 bahan ini di kolom komentar, aku tunggu ya. Terimakasih 😘


Sumber:

https://meetdoctor.com/article/kenali-bahan-bahan-yang-terkandung-dalam-kosmetik
https://meramuda.com/beauty-health/9-bahan-produk-kecantikan-yang-dianggap-berbahaya-bagi-kesehatan
https://hellosehat.com/hidup-sehat/kecantikan/parabean-dalam-kosmetik-benarkah-berbahaya/amp/
https://m.teen.co.id/amp/2604/bahaya-parabean-yang-terkandung-dalam-kosmetik-dan-produk-perawatan-tubuh
https://www.halalcorner.id/en/bahaya-tea-dalam-kosmetik/
http://editorial.femaledaily.com/blog/2017/02/20/sls-buruk-untuk-kulit/
https://www.kaskus.co.id/thread/5334d9035574d87750000099/10-alasan-utama-untuk-menghindari-sls-sodium-laureth-sulfate/
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/bahaya-kandungan-triclosan-dalam-sabun/
https://meetdoctor.com/article/fda-triclosan-berpotensi-membahayakan-kesehatan
https://www.alodokter.com/triclosan
https://journal.sociolla.com/beauty/mitos-dan-fakta-sunscreen/
https://www.tabletwise.com/medicine-id/oxybenzone
https://sains.kompas.com/read/2015/10/21/17301531/Terungkap.Sunscreen.Merusak.Terumbu.Karang
https://www.wowkeren.com/berita/tampil/00134756.html
https://www.tabletwise.com/medicine-id/avobenzone
https://www.avoskinbeauty.com/blog/benarkah-kandungan-parfum-dalam-skincare-berbahaya/

https://lifestyle.kompas.com/read/2017/02/27/090700623/waspadai.7.bahan.berbahaya.yang.ada.dalam.kosmetik

You Might Also Like

16 comments

  1. Wahh..infonya bermanfaar sekali Kak..buat perempuan..dalam memilih skincare..😊

    Salam KakπŸ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah memang itu tujuan tulisan ini dibuat 😊. Salam juga kak πŸ™

      Delete
  2. aku juga paling anti sama pewarna buatan da pewangi buatan meskipun pewarna bikin kosmetik jadi lebih merona mending cari yang dari bahan-bahan alami. parfum juga harus hati-hati jangan langsung pake kekulit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya apalagi untuk pemilik kulit sensitif, kudu 5x ekstra hati-hati.

      Delete
  3. Kadang suka teracuni influencer abisnya bukan anak chemical jadi gatau n kurang hapal sama komposisi huhu save ah, tfs mba salam kenal yaπŸ˜—

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia nih aku pun sering banget "teracuni" para influencer, apa lagi kalau packaging produknya lucu gitu. Suka gemes aku! Tapi semenjak kulitku ngambek, aku kapok deh! Bagus tuh mbak, dicatat aja nama 9 zatnya terus kalau mau jajan skincare bisa deh di cek ingredientsnya tuh, tinggal buka notes πŸ˜„

      Delete
  4. sangat bermanfaat infonya kak khusunya buat cwe.... berkunjung ke blog saya juga yah kak )))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih... Aku senang banget kalau tulisan yang kubuat bisa bermanfaat 😊. Insyallah segera berkunjung ke blognya

      Delete
  5. Sls agak susah sih dihindari. Krn memang rata2 sabun pasti pake. Tp untungnya aku dan keluarga mandi air dibgin dan ga suka air panas. Anak2 juga aku biasain mandi air dingin dr usia setahun. Tp aku mikirnya krn air panas bikin kulit kering. Trnyata kalo bertemu SLS ato sLes malah lbh jelek efeknya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Susah tapi bisa dihindari. Soalnya berbahaya banget untuk tubuh dan alam. Kalau semua konsumen kompak tidak memakai SLS, produsen pun pasti mau tak mau menghentikan produksi sabun yang mengandung Sulfate itu.

      Delete
  6. Nomer satu nih yang susah bener buat dihindari. Rata-rata memakai Paraben

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah banyak kok mbak produk yang tidak menggunakan parabean, lagian masih tergolong aman si parabean ini. Sulfate itu tuh yang paling banyak terdapat di produk kecantikan dan menyeramkan banget sebenarnya untuk tubuh dan lingkungan.

      Delete
  7. Makasih infonya.
    Harus dicatat nih, untuk pegangan saat hendak memilih skincare :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mbak πŸ˜„. Ia tuh wajib dicatat di notes hp, jadi pas mau belanja skincare tinggal buka hp dan ngecek satu persatu ingredientsnya

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.