5 Kiat Menghadapi Alergi Pada Anak

10:30 pm

Bakat alergi Ghaza sudah terlihat sejak ia berumur satu hari. Saat itu karena melalui proses persalinan yang panjang dan berakhir dengan SC, semua hal yang kupelajari mengenai ASI, buyar semuanya. Aku tak punya tenaga dan hanya ingin tidur saja. Karena itu di hari pertama Ghaza diberi sufor, dan terjadilah... seluruh badannya, terutama di area wajah dipenuhi ruam merah. Khawatir? Tentu saja! Apalagi itu pengalaman pertamaku menjadi seorang ibu. Sukurlah aku menerima banyak dukungan dari keluargaku saat itu, hingga bisa menghadapinya dengan tenang.




Hari-hari selanjutnya, meskipun saat itu Ghaza sudah ASI eksklusif, ada masa dimana ruam merah itu muncul kembali. Mencoba berkepala dingin, aku pun mengobservasinya, dan akhirnya menemukan kalau ruamnya itu seringnya muncul disaat cuaca sedang gerah dan saat air mandinya terlalu panas. Akhirnya aku pun memilih memandikan Ghaza menggunakan air bersuhu kamar, memakaikannya baju yang tipis, dan sedapat mungkin menempatkannya di ruangan yang sejuk.



Apakah dengan itu alergi Ghaza teratasi? Tentu saja tidak. Karena aku tidak bisa mengontrol cuaca dan tidak mungkin setiap jam Ghaza di kamar saja, ada kalanya ia kubawah ke rumah saudara atau mertua, dan jika saat itu cuaca sedang gerah, alerginya pasti kambuh. Tapi... bahkan di saat udara sejuk pun, ruam itu terkadang muncul juga.

Ketika ia sudah lebih besar dan semakin ahli mengekspresikan perasaannya, ia akan menjadi sangat rewel dan tak henti-hentinya menggaruk, saat ruam itu muncul. Akhirnya kami pun memutuskan berkonsultasi dengan dokter anaknya. Jika karena suhu yang panas, aku masih bisa mengakali dengan menyalakan AC di kamar, tapi seperti yang kuceritakan sebelumnya, bahkan di suhu yang sejuk pun ruam itu terkadang muncul juga. Gak mungkin dong ya Ghaza alergi ASI?

Setelah berkonsultasi dengan dokter dan melalui serangkaian tes, akhirnya ketahuan kalau saat itu Ghaza alergi susu sapi (dan turunannya: keju, mentega, dll), sambel, telur, dan coklat. Lah selama ini Ghazakan cuma minum ASI? Dia belum waktunya mpasi?! Kok bisa ruam merah itu muncul?!! Ternyata, dia mencicipi semua makanan itu melalui ASI. Karena itu ada berapa bulan aku akhirnya tidak mengkonsumsi makanan tersebut.

Seiring waktu, sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuhnya pun menguat, sehingga alerginya itu pun berkurang. Kini ruamnya hanya muncul jika dia mengkonsumsi susu sapi yang berbentuk bubuk/skim dan susu kental manis saja. Selebihnya, dia sudah bisa mengkonsumsi makanan apapun. Sebagai bundanya, tentu saja aku senang. Kini tak begitu sulit lagi membuatkannya makanan karena hampir semuanya bisa ia konsumsi. Aku pun kini tidak perlu pusing lagi memilihkannya makanan yang "memenuhi gizi seimbang"-nya.



Wah panjang ya cerita pembukanya, hehehe... Bagaimana Bunda masih mau tahu apa saja kiat-kiat saya menghadapi Ghaza yang bakat alerginya luar biasa? Mungkin ada juga yang anaknya alergian seperti Ghaza? Boleh banget loh berbagi cerita di kolom komentar.

Jadi ini dia 5 Kiat Mengahadapi Alergi Pada Anak:


1. Tenang

Tiba-tiba badan anak kita ditumbuhi ruam merah, dia menjadi rewel bahkan tidak henti-hentinya menggaruk. Itu bahkan hanya reaksi alergi ringan, bagaimana jika beberapa anggota tubuhnya menjadi bengkak juga? Atau yang lebih parah lagi dia menjadi sulit bernapas?

Aku tahu betapa rasa panik itu tak bisa kita cegah munculnya, tapi kita bisa mengendalikannya. Jangan sampai rasa panik itu membuat anak kita menjadi semakin tidak nyaman. Jangan sampai rasa panik itu malah membuat kita melakukan pengobatan yang tidak sesuai? Memaksa anak kita menelan obat tanpa resep dokter misalnya. Atau membalurkan minyak tradisional yang mungkin saja memperburuk reaksi alergi tersebut (ada beberapa anak yang malah alergi dengan minyak tradisional tertentu).

Saat anak kita menunjukkan reaksi alergi, cobalah untuk tenang. Amati anak, bagaimana reaksi alerginya, jika tidak sampai mengganggu pernapasannya, kita bisa melakukan observasi terlebih dahulu. Dia habis makan apa? Dia bermain dimana? dll. Jika setelah melakukan observasi sendiri dan tidak menemukan pemicu alerginya, kita bisa melakukan konsultasi dengan dokter.

Oh ia reaksi alergi bisa juga berupa perut kembung, susah BAB atau malah diare, juga batuk-pilek.

2. Hindari Pemicu Alerginya.

Setelah tahu anak kita alergi dengan apa, yang harus kita lakukan adalah sedapat mungkin menghindarkan anak kita dari pemicu alerginya itu. Hingga kita merasa anak kita sudah lebih kuat, sudah lebih besar.

3. Mengetes Kembali

Mengetes kembali? Emang anak kita barang uji coba yeee... Tapi sesuai pengalamanku, semakin anak bertambah umurnya, semakin berkembang pula sistem pencernaan dan daya tahan tubuhnya, karena itu tak ada salahnya membiarkannya mencoba berbagai jenis makanan yang ada, termasuk juga bahan makanan yang sebelumnya membuatnya alergi. Tentunya sebagai permulaan memberikannya dalam porsi yang kecil terlebih dahulu. Jika porsi kecil itu dia tidak menunjukkan reaksi alergi maka selanjutnya kita bisa menambah porsinya sambil mengamatinya kembali.

Jika ternyata dia masih alergi? Aku sendiri memilih menghentikan memberikannya makanan tersebut, nanti setelah sebulan kemudian baru kucoba memberikannya kembali.

Tapi sekali lagi ini dikasus alergi ringan ya. Kalau alerginya yang sampai gak bisa bernapas sih aku gak saranin mencoba hal ini. Terlalu beresiko soalnya, telat sedikit nyawa bisa melayang.

4. Menjaga Kuku Anak Tetap Pendek

Jangankan anak kecil dong ya, kita saja yang dewasa ini kalau tiba-tiba rasa gatal menyerang suka gak sadar diri menggaruknya. Ehh tiba-tiba saja sudah berdarah dan luka-luka badan ini karena terlalu asik di garuk-garuk. Apa lagi anak kecil!!!

Karena itu aku saranin, kuku anak yang alergian itu harus selalu pendek. Biar luka-lukanya bisa diminimalkan.

5. Sabar

Hihihi ini mah obat segala penyakit ya gak? Sabar! Setahuku alergi ini gak ada obatnya, hanya daya tahan tubuh sendiri yang bisa mengatasinya. Karena itu nikmati saja sih saat anak rewel karena alerginya kambuh .

Morinaga Childkid Soya


Nah itu tadi 5 Kiat Menghadapi Alergi Pada Anak ala bunda Ghaza hehehe... Semoga membantu ya.

Terus terus selain mewarisi bakat alergi dariku, Ghaza juga mewarisi kecintaanku pada susu. Awalnya karena melihatku yang sering minum susu, dia pun tertarik untuk mencobanya, dan dia pun menjadi doyan pada susu, apalagi semenjak dia disapih. Tapi sayangnya dia alergi susu sapi bubuk/skim itu, setiap dia meminumnya pasti ruamnya muncul. Istilahnya nikmat membawa derita gitu deh.


Hal itu membawaku berkenalan dengan Morinaga Childkid Soya ini...



Morinaga Childkid Soya ini memiliki rasa yang enak tak kalah dengan susu sapi dan merupakan salah satu susu favorit Ghaza. Aku merasa sangat terbantu dengan adanya Morinaga Childkid Soya ini, aku tak perlu lagi merasa bersalah memberikan Ghaza susu yang berakhir dengan alerginya yang kambuh. Apalagi menurut hasil survey terhadap ibu-ibu di Indonesia, 9 dari 10 ibu merasa puas dan merekomendasikan Chilkid Soya sebagai solusi terbaik alergi.


Morinaga sendiri adalah salah satu brand unggulan PT Kalbe Nutritionals dan secara berkesinambungan mendukung program tahunan World Allergy Week. Karena itu Morinaga memiliki program tetap yaitu Morinaga Allergy Solution yang merupakan solusi alergi untuk si kecil melalui sinergi nutrisi yang tepat, hasil pengembangan PT Kalbe Nutritionals bersama Morinaga Research Centre Jepang.




Morinaga Allergy Solution terdiri dari tiga keunggulan, yaitu pertama adalah solusi nutrisi untuk mencegah alergi dan mengatasi alergi susu sapi. Yang kedua adalah tersedianya produk nutrisi untuk anak dari lahir sampai usia 12 tahun. Yang ketiga adalah sinergi nutrisi yang tepat dan mencakup Brain Care, Body Defense, dan Body Growth. Jadi meskipun alergi, anak kita tetap berprestasi. Bagaimana? Bunda sepakat gak? Kalau anak bunda seperti Ghaza juga yang alergi susu sapi tapi malah doyan minum susu, aku sangat merekomendasikan Morinaga Childkid Soya ini loh.

MORINAGA

Facebook: Morinaga Platinum
Instagram: @Morinagaplatinum
Twitter: @MorinagaId
Youtube: MorinagaPlatinum

#MorinagaAllergyWeek
#AlergiTetapBerprestasi
#SusuAlergiAnak
#SusuAlergi
#SusuMorinaga
#AllergySolution
#Morinaga
#ChildkidSoya
#SolusiAlergi
#AlergiAnak
#ChildkidSoyaSolusiAlergi

You Might Also Like

18 comments

  1. Dari sini, aku belajar juga bahwa memang dalam menghadapi alergi anak, akan lebih baik jika tenang dan dibiarkan. Toh, selama hanya gatal-gatal saja tidak begitu masalah. Meski tetap juga sih dihindari.

    Aku baru tahu sih jujur kalo susu soya adalah solusi jika ada alergi susu sapi. Ya Allah, selama aku belajar S1 Kedokteran ngapain aja yaaak.

    ReplyDelete
  2. sedih memang kalau melihat anak sakit, dan terkadang "tenang " hanya jadi cita-cita, nyatanya panik luar biasa. Untunglah kalau ada support system yang mendukung, "tenang" tidak hanya jadi wacana...

    ReplyDelete
  3. Anak keduaku dulu juga alergi sama ASI-nya, ruam2 gtu, jd dokter melarangku pantang makanan tertentu. Cuma aku bandel, dikit2 nyoba protein hewani ini dan itu, soalnya kalau gak gtu ASI-nya gak kentel. Alhamdulillah gpp. Yg penting gk usah takut buat nyoba. Bbrp tahun kemudian ketemu dokter spesialis alergi bilang caraku udah bener, krn sebaiknya busui jgn menghindari semua makanan, tetep bertahap cari tahu mana makanan yg kira2 bikin reaksi merah2.

    Tapi bener sih ya lama kelamaan sistem pencernaan anak membaik, yg dulu bikin ruam, saat gede seperti skrng tak lagi bikin ruam...

    ReplyDelete
  4. Tipsnya bagus banget. Jadi inget beberapa bulan yang lalu aku kena alergi angin gitu, tiba-tiba aja bentol-bentol ga jelas.
    Mungkin itu salah satu treatment sebelum njagain anak kali ya. Hehe

    ReplyDelete
  5. Wah, sabar itu sepertinya yang paling sulit di lakukan orang tua. Jangankan alergi, untuk hal selain alergi pun, sering susah banget sabarnya. Hehehe curcol

    ReplyDelete
  6. Aduh anak alergi itu mimpi buruk banget deh benerean... Kaya alergi kecil aja bikin galau, makanya harus dihindari banget ini alergi2an...

    ReplyDelete
  7. morinaga adalah merk susu saya ketika kecil.. :)
    begitu kata ibu saya.. :)

    ReplyDelete
  8. Alergi pada anak itu emang bikin deg2 gan ya. Ini yang salah apa. Sampai akhirnya Ibunya kudu bantu dg hindari makanan pemicu krn masih ngeASI

    ReplyDelete
  9. Kasihan ya kalau anak terkena alergi. Apalagi kalau masih bayi, belum bisa mengekspesikan rasa sakitnya. belum lagi harus pilih-pilih makanan, trus trus minum obat. Hemm.. Morinaga Chil Kid ini bisa jadi solusinya, yaa :)

    ReplyDelete
  10. Hihi jadi pengin minum susu juga nih, tapi kalo soya gitu perlu tambahan nutrisi lain juga nggak.sih bun dibandingin sama susu sapi?

    ReplyDelete
  11. Ghazaaa...
    Sehat selalu yaa, nak...

    Anak-anak itu memang punya kisahnya masing-masing yaa...
    Dan mashaAllah...orangtua memang dituntut selalu belajar dan belajar.

    Morinaga menemani di setiap tumbuh kembang anak Indonesia sehat.

    ReplyDelete
  12. Sama sepertiku yang punya alergi. Makanya pasrah saja saat si sulung kecil ia punya alergi ini. Alhamdulillah sudah sembuh melalui pengobatan teratur. Sudah sembuh total kelihatannya karena tak pernah kambuh. Beda banget dengan ibunya yang di bulan2 tertentu tepar krn alergi dingin dan debu.

    Secara nutrisi dan komitmen berobat memang beda, ya. Beda generasi dan beda penanganan ortu. Beda zaman juga. Hahahaha

    ReplyDelete
  13. Wah bener juga ya dari ASI bisa kena alerginya. Aku juga pernah tapi pas ASIP, gara-gara waktu itu makan kepiting dan udang banyak banget, ternyata proteinnya ketinggian di ASIPku, langsung ruam-ruam deh

    ReplyDelete
  14. Alergi pada anak tentu sangat membuat ibu khawatir. Morinaga sepertinya tahu betul bagaimana rasanya sehingga memproduksi susu bebas alergi ini. Semoga sehat terus untuk anaknya mbak dwi.

    ReplyDelete
  15. Sedih deh, kalau lihat anak yang sedang kena alergi. Garuk-garuk di setiap kesempatan. Untung sekarang ada Morinaga Child yang aman buat si kecil, ya ...

    ReplyDelete
  16. Pas banget nih, anak pertama ku alergi susu sapi. Sempat pasrah deh dikasih air tajin, tapi kemudian kenalan sama susu soya. Sekarang alhamdAlhamdusudah nyaman sama susu soya

    ReplyDelete
  17. Jd keingetan, dulu pernah tuh dites alergi, jd di tangan dibuat semacam petak2 yang nanti akan ditetesin zat2 yg bs mencetus reaksi alergi hehe.

    ReplyDelete
  18. Paling sedih emang kalau punya balita yang punya alergi ya. Harus diproteksi sedemikian rupa.

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan