[BLOGTOUR + GIVEAWAY] The World's Best Boyfriend

8:48 am

The World’s Best Boyfriend
by Durjoy Datta


Penerjemah: Brigida Ruri
Penyunting: Mery Riansyah
Penyelaras Aksara: Seplia
Desainer sampul: Indah Rakhmawati
Penata sampul: Iman Dayasya

Diterbitkan pertama kali oleh Haru Media
Cetakan Pertama, Januari 2018

388 hlm; 19cm

Kata orang cinta dan benci itu berbeda tipis.
Dan terkadang, kita tidak bisa membedakannya…

Dhruv adalah berandalan tampan yang populer.
Aranya adalah gadis dengan penyakit memalukan.

Mereka pernah saling jatuh cinta, tapi suatu insiden membuat keduanya menjadi musuh bebuyutan dan melupakan satu sama lain.

Hingga akhirnya mereka bertemu kembali.
Kali ini, mereka menghabiskan sebagian besar waktu dengan saling membenci dan mencoba menghancurkan satu sama lain.

Namun, entah kenapa mereka justru tidak dapat saling menjauhkan diri.


"Dunia ini indah dengan segala ketidaksempurnaannya, meski sebenarnya ketidaksempurnaan itu lahir dari perjalanannya meraih kesempurnaan."
_Sanchit, hal 64

Ini bukan buku India pertama yang kubaca, meskipun memang, ini buku India dengan genre romance yang diperuntukkan untuk young adult pertama yang kubaca. Alah kok ribet banget ya kalimatku, hehehe… Nah dari blurb-nya aku merasa buku ini standar buku romance kebanyakanlah, yang bisa dikatakan aku sudah lama sekali move on dari novel semacam ini (hahaha maaf kalau terkesan sok). Jatuh cinta, berpisah, kemudian jatuh cinta lagi, so cheeseeeee. Tapi karena melihat covernya yang ya ampun cantik banget, aku pun menjadi tertarik dengan buku ini. Lagian sekali-kali keluar dari zona nyaman tak ada salahnya juga, ya gak sih?!!

"Suatu keluarga seharusnya tetap utuh selamanya."
_Dhruv, hal 5

Saat berumur 12 tahun, orangtua Dhruv berpisah. Ibunya yang seorang guru kemudian menikah dengan Kepala Sekolah. Sebelumnya gosip tentang hubungan ibunya dan Kepala Sekolah itu telah tersebar di lingkungan sekolah yang menyebabkan Dhruv, yang bersekolah di tempat ibunya mengajar, tidak memiliki teman. Ayahnya yang ditinggal oleh ibunya tenggelam dalam kesedihan dan memilih mencari pelipur lara dengan alkohol dan tidak pernah cukup sadar untuk mengasuhnya.

"...dunia memperlakukan siapa pun yang berbeda dengan kebencian."
_hal 10

Aranya anak yang cerdas, hanya saja orangtuanya selalu menganak-tirikannya. Perhatian dan kasih sayang mereka hanya tertuju kepada kakaknya, sang anak lelaki tertua. Hal itu semakin diperburuk dengan kondisi Aranya yang mengidap kelainan kulit. Orang-orang memandanginya antara heran, penasaran, takut, dan merasa jijik. Teman-temannya menghindarinya karena takut tertular, meskipun ia sudah sering sekali mengatakan bahwa kelainan yang ia derita tidak menular.

Keduanya bertemu dan menjadi dekat. Dua anak kesepian yang menemukan pelipur lara ketika bersama. Sayangnya sebuah insiden membuat mereka harus berpisah. Kebohongan dan pengkhianatan menorehkan luka yang teramat dalam kepada keduanya.

Luka itu tak pernah sembuh bahkan ketika bertahun-tahun kemudian saat mereka dipertemukan kembali…

Sejujurnya, aku menikmati membaca buku ini. Nikmat-nikmat kesel pengen tabok, hahahaha… Fakta bagaimana pengarang menghadirkan tokoh-tokoh yang berantakkan dan tidak sempurna menjadi daya tarik buku ini. Dhruv sang preman tampan dengan kecenderungan menghancurkan diri sendiri dan orang-orang yang dekat dengannya; Aranya perempuan cerdas, kuat, namun culas dan egois; Sanchit lelaki cerdas dan bijaksana yang gemar minum-minum dan menonton film porno; Raghuvir, satu lagi lelaki cerdas yang adalah profesor idola Aranya tetapi seorang playboy dan memperlakukan hubungan selayaknya sebuah penelitian. Hubungan diantara mereka yang sama berantakannya dengan penokohan mereka entah mengapa malah membuat buku ini semakin tidak bisa kulepaskan hingga tamat.

"Siapa yang suka orang-orang sempurna?"
_Sanchit, hal 66

Aku dibuat kesal dengan tingkah tokoh-tokoh di buku ini, dibuat marah, bersimpati, dan kepingin menabok mereka satu persatu. Tingkah pola mereka sungguh menyebalkan sehingga aku ingin mengguncang-guncangkan badan mereka hingga… errr… sadar? Bertindak dengan benar? Tapi mengingat masa lalu mereka, Dhruv dan Aranya, serta kekacauan keluarga mereka dan bagaimana mereka dibesarkan membuatku kembali bersimpati kepada keduanya. Lalu sebel lagi, karena hey bukan kalian saja yang mengalami kemalangan di dunia ini (terutama Dhruv sih, Aranya daya bertahannya patut diancungin jempol). Lucu ketika menyadari bagaimana penulis dengan pintarnya mengaduk-aduk emosiku saat membaca buku ini, membuatku antara ingin melempar buku ini dan segera menamatkannya karena penasaran dengan akhirnya.

Kalau kalian mencari kisah percintaan yang manis, aku sangat tidak menyarankan buku ini. Karena kisah cinta di buku ini tidak ada manis-manisnya menurutku, percintaan di buku ini condong kepada pembalasan dendam, saling melukai hingga akhirnya sadar bahwa keduanya saling membutuhkan. Juga bercerita tentang keluarga; dampak buruk perceraian, ketidakadilan perlakuan kepada anak laki-laki dan perempuan, bagaimana bertahan di masyarakat yang tidak menerima perbedaan, dan mencoba eksis di dunia yang menganggap cantik itu jika kamu kurus dan memiliki kulit sempurna. Candu yang menarikku hingga tak mampu melepaskan buku ini hingga selesai… Dengan akhir yang memuaskan tentu saja, tapi apakah “happy ending”? Yiah… tergantung bagaimana kalian melihatnya… Hahahaha…

Oh ia buku ini untuk 21+ ya, yang umurnya belum cukup diharap gak nakal 😙.

Nah berhubung review ini adalah rangkaian BLOGTOUR HARU, terdapat pertanyaan di blog ini yang harus kalian jawab kemudian rangkaikan dengan pertanyaan-pertanyaan di blog peserta blogtour lainnya. Kemudian di akhir blogtour nanti akan ada giveaway di page Penerbit Haru yang bisa kalian ikuti…


Dan pertanyaan dariku adalah:

“Siapa profesor yang menjadi idola Aranya?”

Gampang bangetkan, jawabannya malah sudah ada di review ini 😉. Semoga beruntung… Dan sampai jumpa di review buku selanjutnya~


You Might Also Like

4 comments

  1. Jawabannya : Raghuvir

    betul gak ?? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha betul ☺️. Sempat ikutan giveawaynya gak Mas?

      Delete
  2. waaah bagusss banget. For the firsttime aku blog walking ke blogger yang suka review buku hehehe. I one of book fans hehehe mulai dari self book ampe buku anak anak ngoleksi wkwkw membuat aku terinspirasi juga berbagi review mengenai buku yang aku baca

    salam kenal - SM
    www.sabrinamaida.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga sesama pencinta buku 😊. Banyak kok blogger buku Indonesia yang betul-betul blognya fokus membahas mengenai buku. Kalau blogku inikan campur-campur gitu hehehe...

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan