Keluarga Kecil Liburan: Museum Angkut

11:16 am

Hari kedua di Batu, kami memilih mengunjungi Museum Angkut. Jaraknya yang sangat dekat dengan hotel yang kami tinggali membuat kami memutuskan untuk balik ke hotel dahulu sepulangnya dari Omah Kitir Cafe (baca juga: Nongkrong di Omah Kitir Cafe) untuk membersihkan badan dan mengganti baju Ghaza. Setelah itu kami langsung menuju Museum Angkut dengan berjalan kaki...





Kami sangat menanti-nantikan mengunjungi Museum Angkut ini. Soalnya aku menyukai sejarah dan selalu senang mengunjungi museum, Pai yang seperti kebanyakan lelaki lainnya menyukai hal yang bertema otomotif, sedangkan Ghaza... Dia sudah mulai tertarik dengan mobil-mobilan dan pesawat si, karena itu kami berharap dia juga akan menyukai menghabiskan waktu di Museum Angkut ini.

Di halamannya kami sudah disambut dengan lokomotif dan helikopter yang membangkitkan naluri untuk berfoto...



Oh ia, seperti postingan Keluarga Kecil Liburan: Hari Pertama, di postingan kali ini pun akan memuat banyak foto. Maaf ya, padahal aku sudah mensortir foto-foto itu tapi tetap saja tersisa banyak. Kurasa aku tidak bisa menahan diri, hehehe...


Museum Angkut ini dibagi menjadi 11 area utama dengan perkiraan kunjungan akan memakan waktu 3 jam. Area pertama adalah Hall yang memamerkan berbagai macam kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil, helikopter, sepeda, kereta angkut, dan miniatur mobil. Juga terdapat Movie Star Studio di Hall ini.



Tepat di depan pintu kita disambut dengan Bumblebee.


Masuk di area Hall yang luas dengan semua kendaraan yang tertata dengan apik, membuatku berdecak kagum. Kami langsung saja berpencar, mengamati dan mempelajari kendaraan yang dipamerkan di sana. Senangnya informasi setiap kendaran itu lengkap, memuaskan rasa ingin tahu kami.














Bintang di area Hall ini adalah Helikopter Kepresidenan pertama milik Indonesia serta mobil kepresidenan pertama.


“Helikopter ini di dapatkan sebagai bagian dari barter politik antara Ir. Soekarno dengan pemerintahan USA untuk pembebasan agen CIA Allen Pope yang terlibat pemberontakan PRRI/Permesta dan tertembak Mustang P51 AURI ketika menerbangkan Bomber B26 Aurev di Laut Ambon. Pada pertengahan tahun 1960 Presiden Amerika Serikat John F Kennedy memberi barter berupa 10 unit Hercules C-130 B Short Body, 1 unit Heli Bell-47J Siwalet, 2 unit Executive Bizjet Jetstar Saptamarga dan Garuda, mobil VVIP Limousine Chrysler Le Baron.”

Awalnya Ghaza kami biarkan berlari-larian di sana. Dia sangat exited, melebihi kami, melihat berbagai kendaraan yang ada. Tapi kok lama-lama dia ngerusuh juga, hahaha... Memaksa membuka pintu mobil lah, masuk ke kolong kereta dan di bawah sayap pesawat lah, berlari-larian dengan berisik, rusuh deh pokoknya. Ngeri saja kan kalau sampai ada kendaraan yang rusak. Atau kita diusir keluar karena mengganggu pengunjung yang lain. Duh... Terpaksalah dia kami gendong kembali.



Area kedua adalah Garbarata yang terletak di lantai 2. Di area ini kita disajikan pengetahuan tentang kendaraan dari masa ke masa mulai dari karapan sapi, becak, kereta uap & kereta api, kapal perahu, mobil & energi, replika kendaraan, bioskop sejarah alat angkut, future transportation, dan apollo view. Kalau di Hall konsepnya pameran, di area Garbarata ini menekankan pada informasi mengenai transportasi itu sendiri. Kami menghabiskan waktu yang cukup lama di sini. Ghaza pun akhirnya tertidur.










Di area ini, di bagian mobil energi, kita bisa melihat bangkai TUCUXI. Kece deh! Aku baru tahu malah, ternyata disimpan di sini setelah gagal dalam uji coba itu. Masih ingat TUCUXI kan?




Area ketiga yang terletak di lantai 3 adalah Runway 23 Airport yang terdiri dari helipad family car, flight simulation games, dan pesawat terbang RI-1.



Terasa bangetkan suasana bandaranya...





Ini kantin loh. Lucu deh interiornya.



Bintangnya tentu saja Pesawat Terbang RI-1 yang bisa kita masuki untuk merasakan menjadi seorang presiden #ehh. 





Senangnya lagi, petugasnya ramah-ramah dan dengan senang hati dimintai tolong memotret. Bahkan tidak jarang mereka yang menawarkan diri untuk memotret kita...

Puas mengelilingi area Runway 23 Airport kami pun turun kembali ke lantai dua dan menuju area keempat, Pecinan Zone. Jadi tuh di Pecinan Zone terdapat replika pecinan jakarta tempo dulu yang membuat kita ingin terus-terusan berfoto disetiap sisinya (atau mungkin itu cuma aku saja ya).








Karena sudah bangun dari tidur siangnya, Ghaza pun menjadi bersemangat kembali berlari-larian. Tapi sayangnya di Pecinan Zone ini jalanannya menurun dan cukup curam untuknya, yang saat itu baru-baru banget bisa berjalan. Akhirnya aku memutuskan menggendongnya kembali sampai jalannya landai. Dia pun ngamuk! Foto pun kembali ngeblur semuanya... hiks... Begini deh rasanya jadi emak-emak narsis nan rempong. Hahahaha...



Area kelima adalah Batavia Zone. Setelah melewati Pecinan Zone, kita memasuki “Pelabuhan Sunda Kelapa” dengan gambar kapal penangkap ikannya dan replika kesibukan perdagangan di pelabuhan tersebut.







Setelah itu ada Gudang Batavia yang didalamnya ada deretan mobil dan motor yang dipamerkan dengan apik yakni; Birmingham Small Arms, Station Wagon Corner, dan Japanese Vehicle Corner. Kembali lagi kami berpencar mengagumi kendaraan yang dipamerkan.







Masih asik mengagumi kendaraan yang ada, Ghaza kembali bertingkah. Dia lari keluar masuk Gudang Batavia dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Mungkin masih penasaran dengan becak, hehehe… Awalnya si kami biarkan saja dia puas berlari-larian, tapi kok makin bertingkah, larinya pun semakin jauh kembali ke Zona Pecinan. Akhirnya dia kembali digendong, setelah sebelumnya diberitahu tidak boleh mainnya jauh-jauh, tapi tetap saja ia lakukan.

Ini drama teraniaya


Kami juga menghabiskan waktu yang lama di Gudang Batavia ini…


Di beberapa titik terdapat carging station seperti ini, jadi kamu tidak perlu khawatir hpmu mati. Asal bawa carsnya saja sih.

Area selanjutnya adalah America Zone yang terdiri dari Gangster Town dan Broadway Theatre & Stage.



Ketika sedang asik-asiknya berfoto di area ini, kami dikejutkan dengan suara klakson yang memekakkan telinga disusul dengan barisan mobil antik yang dikendarai orang-orang yang menganakan kostum. Iring-iringan itu berhenti di depan panggung lalu brikade di pasang disekitar panggung itu. Kemudian mereka pun mulai menari diiringi suara musik yang diputar dengan kencang. Tertarik dengan keramaian yang ditimbulkan kamu turut berkumpul di depan panggung bersama pengunjung lainnya.






Di sini aku aku baru tahu kalau Ghaza itu suka dengan keramaian; suara musik yang kencang dan menyaksikan orang menari. Dia terpesona hingga tak berkedip. LOL.

Setelah mereka menari, mereka mengajak beberapa pengunjung untuk turut serta menari, mengikuti gerakan tarian mereka. Lalu brikade pun dibuka, kita diperbolehkan berfoto dengan mereka. Yang tentu saja langsung kami lakukan.




Setelah itu acaranya masih terus berlangsung, kami menonton sebentar lalu melanjutkan berfoto di area ini, juga di mobil-mobil yang tadi mereka kendarai. Sialnya kamera yang kami bawah akhirnya mati kehabisan betrai. Foto-fotonya terpaksa mengandalkan kamera hp saja. Hiks… padahal area selanjutnya bertaburan spot-spot berfoto yang ciamik.





Sebelum melanjutkan perjalanan ke area selanjutnya, aku memutuskan menyusui Ghaza terlebih dahulu, mumpung di area sini terdapat ruangan menyusui. Ruangannya si biasa saja, sempit malah, tapi bersih, wangi dan adem, aku merasa nyaman dan bersyukur sudah disediakan ruangan seperti ini.

Area ketujuh adalah Europe Zone yang meliputi; Italy, France, Germany, England. Di sini kita disuguhkan pemandangan seolah-olah sedang berada di negara-negara tersebut, lengkap dengan informasi potongan-potongan sejarah dan tentu saja kendaraan-kendaraan produksi negara tersebut. Ah ia, dan beragam spot-spot foto yang membuat perempuan narsis sepertiku gregetan. Gregetannya plus plus karena kamera mati! Hiksss.










Di sini kami membiarkan Ghaza berlari ke sana ke mari sepuasnya. Tinggal diliatin saja sih jangan sampai dia merusak…

Tapi jahilnya datang lagi. Doh.

Area kedelapan adalah Buckingham Palace yang meliputi Buckingham Palace Garden dan Kereta Buckingham. Saat tiba di area sini, kami cukup kaget ketika menyadari sudah malam saja. Sudah berapa lama kami di sini?






Area kesembilan, kita kembali lagi ke America setelah jalan-jalan ke Eropa, yakni Las Vegas yang mengambil tema Luxor. Awalnya sempat bingung si, bukannya Luxor itu nama kota di Mesir kan ya?! Ternyata Luxor ini merujuk pada hotel kasino terbesar di Las Vegas.


Area kesepuluh adalah Hollywood yang meliputi; Bat Mobile VR Ride, Action Star Instan Studio, dan Dyno Power.





Setelah itu kita “menaiki” kereta api untuk keluar dari Museum Angkut ini dan menuju area terakhir yakni Pasar Apung dan Museum Topeng. Desain kereta apinya yang memberikan ilusi seakan-akan kita sedang naik kereta api sungguhan, lengkap dengan suara, gambar di jendela yang bergerak, dan terutama sensasi bergoyang yang dibuat dari jembatan gantung yang ketika kita jalani akan bergoyang, tetapi karena ditutupi badan kereta api sehingga tidak terlihat, membuatku terkagum-kagum. Kepikiran sampai segitunya ya. Keren deh!




Perkiraan kunjungan yang katanya hanya memakan waktu 3 jam, untuk kami ternyata memakan waktu 6 jam. Kami masuk di Museum Angkut sekitar jam 12.30 dan sampai di Pasar Apung sekitar jam 19.30! Sungguh sebuah perjalanan yang panjang, tetapi memuaskan…

Oh ia, untuk cerita Pasar Apung dan Museum Topengnya akan kuceritakan di postingan selanjutnya ya. Kurasa postingan yang ini sudah terlalu panjang…




MUSEUM ANGKUT
JL SULTAN AGUNG NO. 2 KOTA WISATA BATU, MALANG
OPEN HOURS:
12.00 - 20.00

You Might Also Like

31 comments

  1. terakhir kali saya ke batu, belum ada museum angkutnya :( haha. jd pengen main ke batu lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mainlah ke Batu lagi Mbak, hehehe... Aku saja rasanya mau ke sana lagi, apa lagi Jatim Park 3 sudah dibuka tahun ini.

      Delete
  2. Replies
    1. Banget! Puas deh jalan-jalan ke sana.

      Delete
  3. Museum keren yg belum sempet2 aku datangin hahahaha... Pas ke malang trakhir 2013, ini museum blm ada. Memang hrs balik lg ajak anak2. :D

    ReplyDelete
  4. Wow 6 jam baru kelar? Keren ya tempatnya. Cocok juga buat study tour anak paud nih.

    Semoga tahun banyak yang setuju rekreasi ke sini. :)

    ReplyDelete
  5. Wow, seru banget jalan-jalan ke museum angkut, anak-anak pasti suka diajak ke sana, keren nh postingannya foto-fotonya lengkap

    ReplyDelete
  6. Menarik banget sepertinya banyak obyek yg bia dikunjungi di musium ini, ga cuman pajangan dan diorama
    Btw HTM nya berapa bunda?

    ReplyDelete
  7. Seru juga ya...jalan-jalan ke Musium Angkut. Anak-anak bisa bermain sambil mendapatkan banyak pengetahuan.
    Kalau saya ke sana, kayaknya bakalan banyak koleksi fotonya. Di setiap sudutnya, bagus di jadikan latar untuk berfoto ya... Hihihi

    ReplyDelete
  8. asik juga tuh kalau jalan ke sana, apalagi jalannya bareng suami hehehheheee

    ReplyDelete
  9. Mba, kalau deket kayaknya mau juga ke museum angkut ini. Keren yah mba, btw masuknya bayar sekali dan bisa lihat semuanya yah?

    ReplyDelete
  10. Banyak teman2 blogger yg bercerita tentang uniknya museum angkut ini...
    Dan mengabadikan foto 2 mereka..

    Semoga suatu saat bisa jalan2 ke sini...

    ReplyDelete
  11. Liat ini serasa buka album foto yg coloful. Hehehe. Enak deh kesana pas sepi ya. Bisa leluasa berfoto tanpa ada gangguan penampakaan pengunjung lain. Aku dulu kesana pas baru di buka. Asli padatttt

    ReplyDelete
  12. MashaAllah...senang sekali mba Dwi.
    Tulisannya banyak foto yang menggambarkan keseruan di sana. Dan memang gak kerasa...tiba-tiba tulisannya sudah berakhir.
    Mungkin sama kaya mba Dwi dan keluarga yaa...
    Tiba-tiba hari telah berganti malam.

    Tapi,
    Hebat banget deeh...jalan sambil gendong anak.
    Sebenarnya boleh bawa stroller kah mba?

    ((karena anakku 2, kan gaswat kalo gendong 2 anak...wkkwk))

    ReplyDelete
  13. Serunya. Aku mau juga. Aku mau naik semua kedaraan alians alat transportasi di sana. Aku mau juga photo-photo. Apalagi kendaraannya keren-keren gitu.

    ReplyDelete
  14. wah sekarang museum angkut lengkap banget ya, dulu pas kesana baru 1bulan setelah diresmikan jadi belum lengkap. Next time mau kesana lagi ah ajak keluarga, pasti bakalan seru banget

    ReplyDelete
  15. saya dulu juga pernah ke museum angkut saat masih bulan-bulan awal pembukaan. Ternyata sudah banyak yang diperharui ya mba. Apollo roketnya udah bisa naik sampai ke atas tidak itu mba? dulu saya belum selesai pekerjaannya jadi tidak boleh naik hehee

    semoga bisa main ke Malang dan museum angkut lagi

    ReplyDelete
  16. Senangnya Mbak bisa jalan2 ke museum angkut. Luas banget ya tempatnya, ada 11 area utama. Kalau saya belum tentu bisa selesai dalam 3 jam itu. Pasti bakal lebihlama.

    ReplyDelete
  17. woghhh ada robot!!! wisata yang seperti ini yang harus digalakkan lagi, muantap mbak. foto nya bagus-bagus pula. :D

    ReplyDelete
  18. Wah parah seru itu gambar2nya. Saya nggak nyangka di satu museum angkut terdapat banyak properti yang keren. Saya juga penasaran ama mobil Tuxuci yg sempat heboh tsb!
    Ada mobil Esemka juga gak mas?

    ReplyDelete
  19. rencananya awal maret nanti mau ke malang, museum angkut ini slah satu tujuan kami. wah lengkap bgt ya museumnya, jdi semangat nih brangkat ke malang.

    ReplyDelete
  20. Luas banget ya
    Sepertinya seharian di sana baru bisa puas tuk keliling
    Anak saya pasti senang nih
    Moga nti bisa ke sini

    ReplyDelete
  21. museumnya keren, ada bumblebee segala. Yang paling keren konsep "naik" kereta api nya keren jadi pengunjung bukan cuman lihat pajangan tapi terlibat di dalamnya. Sayang jauh di Malang.

    ReplyDelete
  22. museum angkut ini kaya semacam museum mainan ya cocok banget sih emang kalo bawa anak kesini ga bakal bosen. kalo isinya cuman candi gitu gitu doang anak suka cenderung bosen.

    ReplyDelete
  23. Wowwww....nyaris 7 jam ya mbak. Butuh seharian ya kalau ke sana. Duo bocahku pasti senang banget diajak ke sana, ada bumbblebee segala.


    Satu waktu wajib ke sini ah...

    ReplyDelete
  24. Langkah banget orang seperti mbak dwi ini. Suka ke museum. Daebak. Aku malah paling males kalau disuruh ke museum. Tapi kalau museum angkut.. kayanya aku minat..

    ReplyDelete
  25. kalo udh musim liburan emang rame banget disini. karena tempatnya nyaman buat bawa keluarga dan penuh unsur edukasi. menarik pula informasi yang didapat. Cocoklah buat bawa anak kecil dan ponakan buat happy bareng.

    ReplyDelete
  26. gila gila gila
    lihat foto-fotonya, bikin ngga bosen main ke museum ya,

    siapa coba yang bakal bosen, orang instagramable banget gitu tempatnya, spot foto di mana-mana, seru seru

    ReplyDelete
  27. Lengkap banget artikelnya. Dengan detil informasi dan berikut gambar (foto-foto). Jangankan ke museum transportasi berkunjung ke Batu dan datang ke Malang saja belum pernah. Ingin rasanya liburan ke sana. Makasih ya mbak telah berbagi referensi di sini. Rekomendatif sekali!

    ReplyDelete
  28. Sebagai penyuka searah, saya menbaca dan menikmatinya pelan-pelan, meskipun tak banyak keterangan gambarnya. lol.

    Tapi seru banget, menurut saya. dan semua sudut meminta di foto.
    Semoga tahun ini bisa ke Batu.
    Btw Mbak, maaf, sekadar saran. Alangkah baiknya jika setiap foto direname sesuai keywordnya. Impact ke blog sangat terasa

    ReplyDelete
  29. Satu kata untuk Museum Angkut … Kereeennn. Kombinasi antara museum dan tempat rekreasi yang menyenangkan. Antara seni dan hiburan menjadi satu. Anda bisa belajar tentang sejarah alat alat transportasi yang digunakan oleh manusia dari jaman dahulu sampai sekarang. Dari Gerobak sampai Mercedez, dari pesawat capung hingga boeing, dari kebudayaan Asia sampai Eropa, Dari Bollywood hingga Hollywood semua komplit disini.


    Sekali lagi two thumbs up. Apapun citarasa seni anda, museum ini layak untuk masuk bucket list.

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.