Nongkrong di Omah Kitir Cafe

10:25 am

Rencana ke Jatim Park 1 di hari kedua kami di Batu ternyata harus kami undur. Mau bagaimana lagi, badan terasa pegal setelah perjalanan panjang Makassar - Surabaya - Batu serta semalaman bermain di BNS (Baca juga: Keluarga Kecil Liburan: Hari Pertama). Ranjang pun terasa sangat nyaman untuk sedikit lebih lama  berleyeh-leyeh di atasnya, didukung pula dengan cuaca yang sejuk membuat kami lupa waktu.

Sebenarnya bisa saja dihari itu kami tetap ke Jatim Park 1, tapi mengingat ingin menghabiskan waktu yang lama di sana, mulai dari pagi hingga sore, akhirnya kami mengundur jadwalnya, yang nantinya malah kami sesali. Tapi cerita untuk itu nantilah ya...

Setelah mandi dan sarapan akhirnya kami memutuskan untuk nongkrong di Omah Kitir Cafe sambil menunggu Museum Angkut di buka. Ia kalian tidak salah dengar, setelah sarapan malah mau mengisi perut lagi?!! Hahahaha... cuaca yang sejuk, ahhh tidak, ini the power of busui, tapi... jujur si kami memang doyan makan. LOL!

Dari hotel kami menggunakan jasa taksi online lagi. Kami meninggalkan hotel sekitaran jam 10, dan tiba di sana beberapa menit kemudian. Mungkin karena Kota Batu tidak begitu besar jadi kemana-mana itu dekat. Dan tahu tidak? Ternyata cafenya belum buka! 


Kembali ke hotel bukanlah sebuah pilihan, akhirnya kami memutuskan menunggu hingga cafenya buka...

Karena terletak di daerah pemukiman, bukan di jalan besar, Omah Kitir ini beraura tenang dan damai. Bangunannya seperti rumah zaman belanda dengan aksen modern yang minimalis (errr ya gitulah pokoknya), hangat, dan terasa seperti di rumah. Dan romantis!



Di kiri kanannya adalah rumah-rumah besar nan asri bahkan ada sebuah taman di seberangnya dengan pohon besar di tengahnya. Adem lah pokoknya. Awalnya kami menunggu di halaman cafe ini, membiarkan Ghaza puas berlari-larian.



Waktu berlalu dengan lambat jika kau sedang menunggu... Ia gak sih? Bosan akhirnya kami ke taman di seberang cafe tersebut, duduk di bawah pohon besar di tengah taman. Angin sepoy-sepoy dan cuaca yang sejuk membuat kami mengantuk, daun-daun kecil yang berguguran dari pohon tersebut juga menghipnotis kami. Ghaza pun tertidur dalam gendonganku.

Sepertinya waktu memang berjalan sangat lambat di sini. Semuanya bergerak pelan mendendangkan simfoni kedamaian...

Merasa semakin mengantuk, akhirnya kami memutuskan berjalan-jalan. Melewati rumah-rumah besar dengan taman-tamannya yang dipenuhi bunga, jejeran pohon pinus, gereja tua, kebun sayur dan stroberi, hingga sampai ke jalan raya. Mengapa semuanya indah di sini? Bunga liar pun tumbuh di sela-sela trotoar dengan anggunnya.




Kami terus berjalan menikmati Kota Batu sambil bercerita tentang apa saja, sementara Ghaza masih pulas dalam gendonganku. Mengambil jalan yang lain hingga tiba kembali di Omah Kitir Cafe yang saat itu telah di buka. Horeeee....

Kami pun masuk. Disambut dengan ramah dan ucapan terimakasih karena telah menunggu hingga cafe ini buka. Hihihi Mas-nya perhatian aja deh, tahu saja kita kecepetan datangnya.

Di lantai pertama cafe ini agak sempit dengan meja kasir dan display kue, tapi hal itu terbayarkan dengan halaman luas di depan si. Aku saranin yang membawa anak ke sini lebih baik memilih duduk di depan saja, di halaman berumputnya. Di lantai dua jauh lebih luas, dengan area indoor dan autdoor dengan pemandangan indah yang aduh refreshing banget, tapi akses tangga ke atasnya agak sempit. Nah berhubung tadi sudah puas menikmati halaman cafe ini, aku memutuskan duduk di atas saja, di area outdoornya.






Langsung saja kami memesan...

Crispy Fish Cheesy

Klappertaart Original

Tuna Lasagna Gulung

Barbeque Potato Wedges

Ice Chocolate

Untuk menunya, Omah Kitir Cafe menyajikan makanan yang cukup beragam mulai dari nasi goreng, mie ayam, pizza, baked pasta, aneka macam steak, pie corner, klappertart, sandwich, dan berbagai macam snack. Lebih ke makanan western si... Harga makanannya sangat terjangkau, apa lagi jika dibandingkan dengan cafe seperti ini di Makassar. Untuk makanan harganya mulai dari tiga-belas-ribu hingga lima-puluh-ribu per porsinya dan minuman mulai dari enam-ribu hingga dua-puluh-lima-ribu per porsinya. Saat membayar makanan aku cukup kaget saking murahnya. Aku hanya membayar sekitaran seratus-tiga-puluh ribu dengan semua makanan yang kami pesan itu (tepatnya berapa aku lupa, hahaha). Tapi perlu diingat, aku ke sana sekitar bulan Mei 2017, mungkin ada perubahan dalam menu dan harganya.


Rasanya? Enak. Sesuailah ya dengan lidah kami dan kondisi perut yang lapar setelah berjalan-jalan. 

Aku bayangkan tempat ini akan jauh lebih romantis di kala senja dan malam hari. Apa lagi saat lilin-lilin di meja di halaman itu di nyalakan. Aduh... cocok banget deh buat makan malam romantis berdua. Lain kali jika ke Batu lagi, aku pasti akan berkunjung kembali ke Omah Kitir Cafe ini. Merasakan makan malam romantis di tempat ini...


Omah Kitir Cafe
Jl Ridwan no. 1 Batu, Jawa Timur

IG: @omahkitircafe

Buka setiap hari: 11.00 - 23.30

You Might Also Like

6 comments

  1. ehm.. makanannya enak2.. tempatnya juga asri banget yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tempatnya juara, hahaha. Harganya pun sangat terjangkau, puaslah pokoknya hehehe

      Delete
  2. Wuah saya baru tau nih ada cafe ini di seputaran Museum Angkut, mungkin karena lokasinya di dalam pemukiman ya mbak. Tfs :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayoloh mbak kemana saja, hehehe...
      Ia lokasinya agak tersembunyi si ya tapi kalau menggunakan jasa taksi online langsung ketemu kok. HEHEHE

      Delete
  3. Replies
    1. Ia mbak, adem rasanya lihat yang hijau-hijau.

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan