Makan Ditemani Ribuan Ikan Koi di Waroeng Bamboe Lesehan Sidomulyo

2:55 pm

Setelah menyimpan barang di hotel, kami pun langsung memesan taksi online dan bersegera menuju tempat makan. Hari telah beranjak sore dan perut kami sudah berteriak minta jatah. Seperti yang telah kuceritakan di postingan sebelumnya, makan perdana di Batu, Malang, kali ini kami pilih di Waroeng Bamboe Lesehan Sidomulyo.




Sepanjang jalan menuju tempat makan tersebut, mataku dimanjakan dengan jejeran tanaman hias yang dijual di pinggir jalan. Rasanya ingin singgah dan membeli berpot-pot bunga di sana. Tapi yakin nantinya bakalan keurus? Gak ribet dibawah naik pesawat? Yang ada malah over-bagasi si ya. Akhirnya cuma bisa memandang jejeran tanaman hias tersebut sembari berkhayal nantinya halaman rumahku dipercantik oleh tanaman-tanaman seperti itu.

Tidak membutuhkan waktu lama, kami pun sampai. Supir taksi onlinenya mengarahkan kami bahwa tempat makannya berada di dalam, jangan sampai salah masuk tempat makan. Nah loh?!! Katanya lagi, banyak pelanggan yang nyasar masuk ke tempat makan lain. Jadi tuh kami diturunkan di depan sebuah lorong dan di depan dan di dalam lorong itu berjejer tempat makan yang beraksen bambu-bambu yang memang bisa banget membuat kita nyasar. Berbekal petunjuk supir taksi kami pun masuk ke dalam lorong itu. Di ujung lorong itulah Waroeng Bamboe Lesehan Sidomulyo ini berada. Ada sebuah gerbang sederhana yang menandai tempat makan ini.

Memasuki gerbang itu kami disambut segerombolan hewan. Ia loh serius! Di sebelah kiri ada kolam persegi panjang tempat dimana beberapa ikan koi (sepertinya ikan koi yang sedang dikarantina) berenang, di sebelah kanan ada kandang burung besar dimana burung parkit beraneka warna melompat-lompat dan berkicau indah, di depan ada dua kolam lagi yang satu berisikan ikan koi dan yang satunya lagi beberapa ekor kura-kura, serta sebuah kandang besar dimana dua ekor iguana sedang bermalas-malasan.




Tempat makan ini sendiri terdiri dari tiga bagian. Di sebelah kiri ada lesehan luas yang belakangan kami tahunya ternyata dari sanalah pintu depannya, yang tentunya tidak rentan membuat kita nyasar jika masuknya dari sebelah sana. Disebelah kanan terbagi menjadi dua bagian lesehan lagi dan keduanya memiliki kolam dimana ribuan ikan koi berenang di dalamnya. Kami pun memilih duduk di kolam sebelah kiri, dimana hanya ada kami sebagai tamunya.


Ghaza tentu saja sangat girang melihat gerombolan ikan koi ini, apalagi jika kita duduk di pinggir bale-balenya, ikan-ikan ini segera berkerumun. Hanya saja jika hanya datang bertiga dengan anak kecil, kita kudu waspada dan makannya bergantian. Soalnya salah mata sedikit saja, bocah bisa ikutan nyemplung bersama ikan.




Untuk menu makanannya sendiri, Waroeng Bamboe Lesehan Sidomulyo ini menyajikan olahan makanan tradisional; ikan, ayam, bebek dan sayuran. Tidak ada yang spesial sebenarnya dari menu makanannya, kita bisa mendapatkan makanan seperti ini di daerah mana pun di Indonesia. Hanya saja tempat yang asri menyatu dengan suasana yang teduh nan sejuk serta gemericik air menjadi simfoni yang semakin merangsang rasa lapar kami.


Kami pun memesan ikan kakap goreng, pelecing kangkung, tempe goreng, dan nasi serta segelas jus strawberry dan air mineral. Rasanya? Hmmm enak tentunya ditambah suasana yang mendukung, inilah surga dunia. Hehehe… Ghaza pun makan dengan lahapnya. Oh ia, saat itu kami memesan satu ikan kakap goreng tapi yang datangnya malah dua. Mungkin karena ukurannya yang tidak terlalu besar makanya kami diberi dua ekor, soalnya pas membayar kami hanya membayar harga satu ekor ikan.



Untuk harga makanannya terbilang murah jika dibandingkan harga makanan yang sama di Makassar, ahhh… aku bahagia…

Setelah semua makanan habis kami masih duduk-duduk cantik menikmati suasana tempat makan ini, hingga tak terasa malam pun tiba… Kami siap seru-seruan di BNS!!!



Waroeng Bamboe Lesehan Sidomulyo
Jl Raya Sidomulyo, Batu
Buka setiap hari 09.00-21.00 WIB













You Might Also Like

4 comments

  1. Paling asyik ke sebuah tempat baru itu ya menjajal wisata kulinernya. Dari mulai kafe, resto, sampai tempat makan khasnya. Bikin happy. Apalagi jika harganya juga happy di kantong... mayanlaah sisanya buat dipake sebagai budget oleh-oleh.

    ReplyDelete
  2. anak bayi jangan sampai lepas hahaha... aku yang tinggal di Malang malah belum pernah kesini...hiks

    ReplyDelete
  3. suara gemericik air itu bikin adem dan tenang ya

    ReplyDelete
  4. Lucunya fotonya Ghaza yang ditarik bajunya :))

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad