FEMME 2017: Opening Ceremonial

9:00 am

International Women Exhibition FEMME 2017 yang berlangsung dari tanggal 29 Maret - 2 April 2017 telah berakhir, tetapi gaungnya masih terasa, khususnya untukku. Di FEMME tahun ini, aku berkesempatan menghadiri dua acara fashion show, di opening ceremonial dan closing ceremonialnya. Banyak hal yang ingin kuceritakan dari menyaksikan fashion show tersebut; desainer dan baju-baju yang diperagakan, tata lampu yang keren, hingga pengalamanku membawa Ghaza ke acara ini.


Opening Ceremonial



Rabu, 29 Maret 2017, sekitar pukul 11 pagi, FEMME 2017 dibuka dengan tarian SulSel Lipa Sa'be. Tarian Lipa Sa'be adalah tarian yang menceritakan proses pembuatan Lipa Sa'be, yakni kain tenun sutra khas SulSel. Dengan anggun para penari perempuan menarikan tarian ini sambil melambai-lambaikan beragam Lipa Sa'be, diiringi dengan penari lelaki dengan gagah. Keselarasan gerak dan irama penari-penari itu begitu menghipnotis tamu undangan yang ada, tak terkecuali aku dan Ghaza.







Tahun ini FEMME mengangkat tema "Generation of Culture", selaras dengan Tari Lipa Sa'be yang dipilih sebagai pembuka acara ini. Event ini melibatkan 300 brand, 15 slot fashion show, 2 panggung utama, 50 desiner nasional dan 15 desiner lokal, yang mengangkat kebudayaan Sulawesi Selatan sebagai tema fashion yang akan ditampilkan selama pagelaran busana.

Di Indonesia acara tak akan lengkap tanpa adanya sambutan-sambutan, acara ini pun tak lepas dari hal tersebut. Sambutan pertama dibawakan oleh Ibu Icha AZ Lili, selaku Chairwomen FEMME kemudian dilanjutkan ole Bapak Primantono Gunawan, selaku PJS Pinwil Bank BRI.




Setelah itu acara dilanjutkan dengan peresmian pembukaan FEMME yang dibuka langsung oleh Drg. Ayunsri Harap Syahrul, selaku Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan.



FEMME sendiri adalah perhelatan fashion tahunan dan terbesar di Kota Makassar. Tahun ini adalah tahun ke-12 FEMME diadakan! Wow!!! Sudah tentu dengan telah diadakannya setiap tahun dan kini memasuki tahun ke-12, perhelatan fashion ini sudah matang oleh pengalaman. Acara yang disuguhkan pun bukan yang ecek-ecek, sudah bertaraf nasional bahkan internasional.

Setelah FEMME 2017 "Generation of Culture", resmi dibuka, kami kemudian disuguhi oleh Pergelaran Busana karya desainer Ida Noer Harris dan Priyo Oktaviano.

3 model cantik yang menjadi "wajah" FEMME tahun ini; Sarah Azka, Yuke, dan Liqa, membuka pergelaran busana dengan menampilkan baju yang bernuansa etnik, modern, dan elegan, diiringi suara merdu Maria Calista dan gesekan biola oleh Mia Ismi









Setelah itu panggung peragaan busana menampilkan rancangan Ida Noer Harris yang mengangkat tema etnik dan kebudayaan SulSel. Pakaian-pakaian yang ditampilkan bernuansa hitam, kuning, dan cokelat. Desain Ida Noer Haris didominasi kain sutra SulSel corak lancip yang disebut "cobo" yang menggambarkan gelombang di lautan. Kain motif cobo itu dipadupadankan dengan kain senada yang menonjolkannya, membuatnya terlihat sederhana tetapi elegan.






Tidak hanya desainya yang indah, yang menarik dari rancangan Ida Noer Haris yakni dibawakan oleh model-model tahun 80-an. Ibu dan Bapak yang tak lagi muda ini dengan luwes dan percaya diri berlenggak-lenggok di panggung membawakan pakaian yang dikenakannya. Tepuk tangan para penonton yang terpesona meramaikan suasana selama acara berlangsung. Ghaza pun turut bertepuk tangan, latah dengan keriuhan saat itu. Aku cuma bisa tersenyum, tercabik antara mengagumi pakaian yang diperagakan, gemas dengan tingkah Ghaza, dan pegal karena dari mulai acara aku berdiri sambil menggendongnya karena dia penasaran dan tak mau duduk.


Pergelaran busana ini kemudian ditutup dengan rancangan Priyo Oktaviano. Bertajuk "Jardin de Fleur" yang berarti taman bunga dalam Bahasa Perancis, rancangan desainer kondang ibukota ini memadu-padankan kain sutra SulSel motif cobo dengan kain brokat dan tule bermotif bebungaan. Didominasi dengan warna nude yang kalem, desain Priyo terlihat manis, lembut tapi sekaligus glamour nan mewah. Jujur, aku jatuh cinta dengan rancangannya ❤❤❤.







Yang di Makassar, kalian sempat ke acara FEMME ini?
Jika tidak, duh rugi deh. Tapi tak usah bersedih berkepanjangan juga sih, tahun depan, jika panjang umur, kita bisa ke FEMME lagi. Aku yakin, acaranya akan jauh lebih keren dari tahun ke tahun.


Bersama blogger kece Makassar ☺♥

Foto oleh @rumah_mocy @liadjabir @qiahladkiya

You Might Also Like

7 comments

  1. suka banget event fashion show yang temanya etnik gini, apalagi menggalakkan kain nusantara :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia nih 😊 jadi punya banyak inspirasi kalau dapat kain seragam nikahan hahaha

      Delete
  2. Hellow Dwi ... Femme mempertemukan kita ya dwi : )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak 😊 ia ya, senang bertemu dengan ta 😘

      Delete
  3. Itu kain sarungnya kayaknya keren deh ya kalau dibawa cowok sholat jumat. Pengen nyobain kayaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Errr gak terlalu heboh kalau dipakai jumatan pak? 😁 Bagusnya dipake acara resmi si menurutku.

      Delete
  4. ghaza nya ikutan mommy terus ya, udah gede aja sihh

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad