Tentang Rindu

12:46 am


Aku merindukan saat dimana aku bisa pergi seorang diri, menyepi, dan "menemukan" diriku kembali... Aku merasa letih akhir-akhir ini. Aku butuh waktu untuk diriku sendiri, untuk pikiran dan cerita-cerita yang berkelebatan di otakku. Membukanya, melihatnya, menelitinya, dan memilah-milihnya. Jiwaku capek dengan semua timbunan kisah yang menumpuk tanpa sempat kusalurkan keluar, tak sempat kutata sedemikian rupa hingga semuanya tak beraturan. Kusut. Membusuk. Berbau seperti tumpukan sampah. Membuatku bingung membedakan khayalan dan kenyataan.


Biasanya, jika pikiranku sedang penuh oleh kisah-kisah, aku tinggal keluar seorang diri. Menyepi dikeramaian. Seringnya di sebuah cafe, dimana aku bisa duduk dengan tenang, menyendiri sekaligus leluasa mengamati pengunjung lainnya. Aku akan sibuk memandangi mereka, menerka dan mereka-reka kisah mereka. Apa yang sedang mereka lakukan, sedang dengan siapa mereka, bagaimana perasaan mereka, apa yang mereka pikirkan... dari sana akan muncul sebuah kisah, bercampur dan membaur dari cerita yang menyesaki kepalaku.

Baca juga: Waktu Menyepiku

Atau aku hanya sekedar melamun, membiarkan cerita-cerita itu menemukan jalannya sendiri. Aku akan menikmati makanan dan minuman yang kupesan dengan perlahan-lahan, sesekali diselingi dengan membuat catatan di notesku. Mungkin juga aku akan memandang keluar, sibuk dengan percakapan di dalam kepalaku.

Kadang sebuah buku akan menemaniku... Membiarkan diriku duduk tenang dan nyaman, menenggelamkan diri dalam jalinan kisah yang ada. Hal itu membantu, meskipun cerita-cerita di kepalaku akan semakin liar. Tapi mereka akan segera merapikan diri sendiri hingga tiba waktunya aku mengeluarkannya.

Aku butuh waktu sendiri.

Sepertinya aku harus meluangkan waktu dan menitipkan Ghaza. Tapi setiap menitipkan Ghaza, aku diliputi rasa bersalah yang membuatku tidak nyaman. Belum lagi perasaan rindu yang muncul seketika saat aku meninggalkannya. Dan berakhir pada rasa sesal sehingga aku sulit menikmati waktuku itu... Dilema~







You Might Also Like

8 comments

  1. yang baru punya anak pasti merasa seperti itu tuh, dinikmatin aja, ntar kalo udah gede, udah main sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi ia nih dinikmati aja 😊 salah satunya dengan dijadiin bahan tulisan blog 🙊

      Delete
  2. I feel you kak. Terkadang butuhki waktu memang untuk sendiri tanpa siapapun. Tanpa kerjaan apapun. Tanpa desakan dari manapun. Dan sama, belakangan ini saya juga selalu mau sendiri, berdamai dgn pikiran sendiri, hihi i feel you kak! Semangat berbicara dgn diri sendiri :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kak 😊 Selamat berbicara dengan diri sendiri juga~

      Delete
  3. Aah..samma! Dilema emak2, pengen punya waktu sendiri tapi selalu ada rasa bersalah tinggalin anak atau malah jadi gelisah karena kepikiran dia. I feel you dear...

    Tapi kalo udah gede & bisa mandiri pasti lepas semua beban ta :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Kak Ery 😘
      Saya harus belajar banyak dari Kak Ery ini 😊

      Delete
  4. Semangaaat mbak..nikmati setiap detik bersama Ghaza pasti rindu untuk sendiri perlahan pergi. Ajak ghaza berbagi kisah, salurkan dengan hal" positif. Pasti bisa lebih baik nanti, insya Allah. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sarannya Mbak, insyallah~

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad