Ghaza Lullaby

1:50 am




Malam telah larut. Ayah dan Bunda telah terlelap di samping kiri-kanan Ghaza. Seberkas sinar rembulan menyusup masuk dari celah gorden yang tidak tertutup rapat. Menggodanya, menggelitik lembut pipinya, kemudian beranjak naik dan menyorot kedua matanya.
"Bangun!" bisiknya lembut, "Ayo kita bermain!" katanya lagi. 
Perlahan, awalnya dengan malas, Ghaza membuka matanya. Rembulan memanggil-manggil, mengajak bermain. Sinarnya yang menerobos masuk terus menggoda Ghaza. Ia pun duduk, menguap lalu merangkak pelan menuju jendela. Ada apa di luar? Dengan berpegangan pada jeruji jendela, Ghaza berdiri dan mengintip ke luar.
"Ada kami! Ayo bermain!" Ramai suara rembulan, gemintang dan angin memanggil-manggil Ghaza. Ajaib, jendela terbuka dan dengan mudah Ghaza ke luar, melayang tinggi meniti angin menuju rembulan dan gemintang. Ghaza menari dan bernyanyi menerobos awan. Merasakan sentuhan lembut selayaknya pelukan ibu. Menuju rembulan dan gemintang... bermain bersama. Bermain petak-umpet, cilukba, bernyanyi dan menari hingga seberkas sinar mahaterang berjalan pelan dari ujung Timur.

Kembali, waktunya pulang! Sebelum Ayah dan Bunda terbangun dan menjadi panik! Kembali meniti angin. Turun terus turun hingga menemukan jendela kamarnya. Kembali ke sisi Ayah dan Bunda. Berbaring di samping kiri-kanan mereka, berselimutkan damai. Menutup mata hingga pagi datang, sinyal untuk bermain lagi!

Saat Bunda bangun, Ghaza tertidur pulas dengan senyum di wajah mungilnya.

*image source pinterest

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad