Daddy Long Legs

12:37 am


Daddy-Long-Legs
By Jean Webster

Penerjemah: Ferry Halim
Penyunting: Ida Wadjdi
Pewajah Isi: Aniza Pujiati

Penerbit Atria

Cetakan I, November 2009

Jerusha Abbott (dia lebih suka dipanggil Judy) sudah mencapai usia kadaluwarsa di Panti Asuhan John Grier. Artinya, dia tidak boleh tinggal di sana lagi. Untunglah salah seorang dewan pengawas Panti Asuhan John Grier menawarkan kesempatan untuk mengirim Judy Abbott ke perguruan tinggi.

Satu-satunya syarat yang diminta adalah gadis itu harus menulis surat pada dewan pengawas tersebut setiap bulan. Si Tuan Budiman yang tidak mau diketahui jati dirinya itu cuma sempat dilihatnya dari jarak jauh, dan dia memiliki tungkai kaki yang panjang—mirip laba-laba—sehingga Judy menyebutnya ‟Daddy-Long-Legs‟.

Hidup Judy di perguruan tinggi diramaikan oleh teman-teman, pelajaran, pesta, dan persahabatan dengan si ganteng Jervis Pendleton yang kian bertumbuh. Dengan adanya begitu banyak hal yang terjadi dalam hidupnya, Judy hampir tidak bisa berhenti menulis!


Lama sudah saya mengetahui tentang Daddy-Long-Legs ini. Sedari kecil, seingatku. Ceritanya sering diceritakan kembali di buku anak-anak atau disinggung dalam berbagai film. Tapi untuk cerita keseluruhannya, saya sama sekali belum pernah membacanya ataupun menontonnya. Saya hanya tau ini buku klasik dan berkisah tentang seorang anak perempuan yatim-piatu yang mendapatkan bantuan dana dari seorang misterius yang ia beri julukan Daddy-Long-Legs. Itu saja.

Sewaktu menemukan buku ini di tumpukan buku yang sedang di diskon, tanpa ragu saya langsung mencomotnya. Lumayan banget, buku ini harganya tinggal delapan-ribu-rupiah. Covernya imut pula. Meskipun covernya itu rada menyesatkan. Melihat covernya saja tanpa membaca blurb-nya, kita bisa mengira Judy ini gadis kecil, bukan remaja yang sudah hampir menjadi perempuan dewasa.

Buku ini sendiri pada bab pertama menggunakan sudat pandang orang ketiga tapi mulai dari bab kedua hingga tamat menggunakan sudat pandang Judy, errr lebih tepatnya berisikan surat-surat yang Judy tuliskan untuk Daddy-Long-Legs. Awalnya terkesan menarik, seperti mencuri membaca surat pribadi seseorang, hahahaha. Tapi lama kelamaan menjadi membosankan dan semakin membosankan saja. Ceritanya monoton dan terlalu mudah untuk ditebak. Bahkan siapa Daddy-Long-Legs itu langsung ketahuan saat kemunculan lelaki itu.

Karakter Judy yang periang, agak lancang, dan pengkhayal sedikit banyak membuat buku ini agak menarik buatku. Meskipun agak kecewa juga si saat dia menyembunyikan jati dirinya sebagai anak yatim-piatu dan berpura-pura memiliki keluarga. Kecewa tapi ya bisa memahaminya, karena berpura-pura kadang lebih mudah, menjauhkan tatapan kasian, simpati, dan pertanyaan-pertanyaan menjengkelkan. Dan juga ketidaksukaannya pada Julia Pendleton agak errr… hanya bersumber pada iri hatinya menurutku. Dan prasangka?

Selebihnya buku ini ya bercerita tentang keseharian Judy di asrama. Pelajaran-pelajarannya, teman-temannya, buku-buku yang ia baca, dan liburan-liburannya. Dan karena kita mengetahui keseharian Judy hanya dari surat yang ia tuliskan, hingga akhir buku ini banyak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab. Seperti mengapa Daddy-Long-Legs menginginkan Judy menuliskan surat kepadanya? Dan mengapa ia menyembunyikan jati dirinya?

Lalu ada banyak keanehan pada buku ini, entah kehilafan pengarangnya atau kesalahan penerjemah dan editor buku ini. Ada paragraf dimana Judy mengaku sebagai yatim piatu kepada temannya, tapi di saat natal ia malah mengaku dikirimi hadiah natal oleh ibu dan ayahnya. Lalu ada adegan di mana ia menuliskan akan berlibur ke rumah Shandy dan tiba-tiba dia berliburnya di rumah Julia! Heh! Sayang sekali saya lupa mencatat pada halaman keberapa keanehan-keanehan ini berada.

Secara keseluruhan buku ini lumayanlah, dibacanya sebagai selingan gitu. Dan juga buku ini bisa dibaca untuk segala usia. Imaji tentang seseorang diluar sana yang ada untukmu, padahal selama ini kau selalu sendirian, saya rasa yang membuat buku ini tenar. Okelah untuk menambah koleksi buku klasikku. Hanya saja saya bertanya-tanya, versi terbitan Atria ini versi asli yang diterjemahkan atau versi yang diceritakan kembali kemudian diterjemahkan? (ya ampun itu kalimat belibet bener).

“Saya rasa kualitas paling penting yang perlu dimiliki oleh seseorang adalah imajinasi. Imajinasi membuat orang mampu menempatkan diri mereka di tempat orang lain. Imajinasi membuat mereka menjadi orang yang baik dan bisa bersimpati serta penuh pengertian.”_ Judy, halaman 123.

You Might Also Like

24 comments

  1. Suka sama covernyah, btw ini sudah terjemahan indonesia blum?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia covernya unyu ^^
      Yup ini terjemahan terbitan Atria.

      Delete
  2. suka banget sama quote nya judy, tau buku ini tapi sampai sekarang blm pernah baca hehe, baru kali ini ngeliat ada yang review di blog. dan sejujurnya aku baru tau kalau buku ini terbitan lama mba heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wihhh ini termasuk buku klasik ^^ baru diterbitkan Atria juga tahun 2009. Tapi setauku pernah diterbitkan Balai Pustaka deh. Beruntung sekali aku dapat diskonan :p

      Delete
  3. Duh teh dweedy udah baca juga ternyata. Kirain deva doang suka buku beginian. Kereeen :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku mah pembaca sekala Deva ^^ sampai tulisan dikemasan makanan pun kubaca :p

      Delete
  4. lumayan bisa buat perpustakaan pribadi buat calon debaynya :D

    ReplyDelete
  5. Aku belum baca dan even baru tau ada buku ini. Dari review nya sih menarik. Tapi belakangan ini hasrat baca buku menguap entah kemana. Ditunggu review buku menarik lainnya ya bumiil ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku hasrat baca bukunya masih besar >.< tapi rasanya waktu kok gak ada ya?!!! huhuhu
      Sippp tunggu ya ^^ tumpukan buku yang mau direviewku banyak! hehehe

      Delete
  6. jadi ini kayak buku buat anak-anak gitu ya,kayak cerita dongeng,sepertinya menarik,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak ^^ ini lebih ke young adult.

      Delete
  7. Aku baca komik koreanya, ninton juga film korea dengan judul yang sama. Dari situ jadi tau itu ternyata Daddy Long Legs terjemahan dari cerita klasik. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku ini memang banyak banget adaptasinya ^^ aku dulu juga taunya dari adaptasinya. Tapi belum pernah baca yang komik korea ataupun nonton filmnya si. Cuma pernah dengar di City Hunter :p

      Delete
  8. Belom baca yang versi ini, tapi dulu waktu jaman SMA saya pernah nonton film koreanya, dan saya juga punya komik korea-nya. Ceritanya bikin penasaran sama si deddy :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah jadi penasaran dengan film dan komik koreanya >.< versi aslinya si Daddy gampang banget ketebak siapa.

      Delete
  9. Kutipannya bagus sekali,

    di beberapa perusahaan tak hanya mempekerjakan orang orang yang pintar saja, tapi terkadang mereka mencari orang orang yang mempunyai imajinasi dan tingkat kreatifitas tinggi agar bisa membangun perusahaan degan lebih baik, dengan ide yang cemerlang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia aku suka kutipannya ^^

      Dunia ini memang butuh orang yang imajinatif :)

      Delete
  10. Gw belom pernah sekalipun ngereview buku, kenapa ya? kayak ga pede aja gitu. takut reviewnya jelek dan orang ilfill sama bukuknya, kan kasina yang punya buku.

    Judy, halaman 123 ---> jadi kita butuh imajinasi. cb nonton spone bob edisi kardus tivi, imajinasinya sponge bob sama patrik liar banget di episode itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Mas mulia bener ^^ aku mah karena merasa sebagai orang yang waktunya terpakai untuk membaca buku jadi punya hak untuk memuji ataupun menghina sebuah buku yang mengambil waktuku. Apa lagi jika buku itu kubeli! Hehehe


      Sudah lama gak nonton Spongebob >.< rada sebel dengan kepolosannya .-.

      Delete
  11. gambarnya bagus ya mba
    aku kapan baca buku huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia gambar covernya bagus ^^
      Sempetin aja Mbak, 1 atau 2 halam sehari

      Delete
  12. Ini yang namanya resensi ya Mak? Pingin ngerensi juga tapi karena belum pernah, jadi helum begitu ngeh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia ini resensi tapi gak lengkap ^^ resensi yang lengkap jauh lebih panjang sampai dijabarin penokohan, latar, dll

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan