Mimpi Beruang Cokelat dan Cerita-cerita Lainnya

7:00 pm


Leadership for Young Leaders
@ HanAul Education 2008
All rights reserved
Indonesian translation copyright @ Bhuana Ilmu Populer, 2010
This Indonesian edition is published by arrangement with HanAul Education, through The ChoiceMaker Korea Co.

Mimpi Beruang Cokelat
Penerjemah: Fulvia dan Kartika Sari Santoso
Penyunting: Javri Kurnia dan Cherly Rosa
Redesain: Yanyan Wijaya

Hak cipta terjemahan Bahasa Indonesia: Penerbit PT Bhuana Ilmu Populer


Untuk menjadi seorang pemimpin... kita harus memupuk jiwa kepemimpinan itu sedari dini.

Dengan membaca buku ini kamu akan menemukan 10 kisah yang akan menunjukkan padamu sikap-sikap yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang baik.

Kamu bisa belajar tentang pentingnya menepati janji dalam cerita Hari Bersalju, memiliki kepercayaan diri melalui cerita Ayo Menggambar Sepertiku!, mengetahui apa pentingnya kerja sama lewat kisah Kita Adalah Satu Tim, dan masih banyak lagi.

Ayo, kamu pasti bisa jadi pemimpin yang baik... setidaknya pemimpin bagi dirimu sendiri!

Ada sepuluh cerita yang ditulis oleh penulis berbeda dan disertai ilustrasi yang memikat dari ilustrator berbeda pula di buku Leadership for Young Leaders ini. Seperti judulnya, kesepuluh cerita itu menekankan pada jiwa kepemimpinan; berhati besar, pantang menyerah, berani, panjang akal dll. Serunya, karena buku ini memang ditulis untuk anak-anak, tidak ada kesan menggurui, ceritanya sederhana tetapi menarik kita untuk terus membacanya hingga selesai. Nilai plusnya lagi, ilustrasinya yang cantik-cantik itu dengan gaya ilustratornya masing-masing yang khas menambah daya tarik buku ini, saya pun tak bosan-bosannya membaca dan membacanya lagi.

Tidak hanya kesepuluh cerita itu yang ada di dalam buku ini, disetiap akhir cerita terdapat ringkasan cerita dan poin-poin pertanyaan yang mengajak anak-anak untuk merenungkan sejenak cerita tersebut. Setelah itu anak-anak diajak untuk lebih memahami hal yang diangkat di dalam cerita yang disertai projek kegiatan menarik yang bisa dilakukan oleh anak-anak untuk mengasah kemampuannya (atau sifatnya?) sesuai dengan apa yang diangkat di dalam cerita. Menarik, menurut saya. Saya bahkan sudah berkhayal jika telah memiliki anak, dan dia sudah cukup besar, kami akan melakukan projek kecil-kecilan yang ada di buku ini, pasti akan menyenangkan. Yaaaaa... dengan catatan dia pun menyukainya.




Kesepuluh cerita itu adalah:


Lomba Rajut Para Domba.
Oleh: Chang Ji Yoon
Ilustrasi: Han Mi Ae


Setiap tahun di musim dingin, Desa Domba mengadakan lomba merajut. Domba yang telah memenangkan lomba merajut sebanyak tiga kali akan diterima di sekolah rajut paling terkenal. Adalah Pitta dan Bitta dua domba yang bersaing untuk memenangkan lomba rajut itu, Bitta telah menang sebanyak dua kali dan jika ia menang lagi tahun ini, ia akan menjadi yang pertama diterima di sekolah rajut, sedangkan Pitta telang menang sekali, sehingga jika tahun ini ia yang menang, mereka berdua akan bertanding lagi di tahun depan. 

Pitta selalu merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan Bitta, ia sering mengendap-endap ke rumah Bitta dan memperhatikan apa yang sedang ia lakukan. Pitta berharap dengan mengintip Bitta, ia bisa mengetahui apa yang sedang Bitta rajut sehingga ia dapat mengalahkannya. Suatu hari saat mengintip Bitta, Pitta jatuh dari pohon tempat dimana ia memanjat dan mengintip. Tangannya pun terluka.

Bagaimana nasip Pitta? Apakah tangannya akan segera sembuh? Apakah ia akan melepaskan mimpinya untuk memenangkan perlombaan merajut? Akankah Bitta yang menjadi juara?

Kobe si Berang-berang
Oleh: Lee Won Kyung
Ilustrasi: Yang Hye Won


Dahulu, ada sebuah sungai yang selalu diterangi oleh sinar matahari. Airnya mengalir jernih dan hembusan anginnya begitu segar. Sungai Hijau, itulah namanya, adalah tempat tinggal berang-berang. Di pinggir sungai, tersedia banyak pohon bagi berang-berang untuk membangun rumah dan makanan lezat yang berlimpah untuk dimakan.

Tapi ternyata tak hanya berang-berang yang menyukai Sungai Hijau. Manusia datang dengan mobil mereka, berpiknik, berenang, dan memancing ikan di sana. Tak lama kemudian, sungai dipenuhi sampah yang dibuang oleh manusia. Sampah-sampah itu mengotori sungai, mencelakai para berang-berang, dan membuat ikan kabur. Para berang-berang sudah tidak tahan dan mengadakan pertemuan. 

Keputusan untuk segera pindah pun diambil. Tapi Kobe, si berang-berang kecil memiliki ide lain, hanya saja tak ada yang mau mendengarkan Kobe. Keesokan harinya, Kobe bangun pagi-pagi dan pergi ke sungai. Dia memunguti sampah-sampah itu dan membuanganya jauh dari Sungai Hijau. Hingga malam, Kobe masih saja terus mengumpulkan sampah.Teman-teman Kobe menertawakannya karena dia sangat kotor dan juga bau.

Berhasilkah Kobe membersihkan Sungai Hijau? Apa yang ia lakukan dengan sampah-sampah itu? Akankah para berang-berang tidak jadi pindah dari Sungai Hijau?

Impian dari Afrika
Oleh: Kim Sae Shil
Ilustrasi: Sandra Poirot


Ada seorang gadis kecil yang tinggal di sebuah desa di Afrika. Ayahnya sudah lama meninggal. Untuk menjaga kelima adik laki-laki dan perempuannya, dia membantu ibunya mengais sampah dan mengambil barang-barang bekas yang bisa mereka jual kembali. Dia punya impian untuk belajar di sekolah. 

Pada suatu hari dia mendapatkan keajaiban, dia berkesempatan untuk belajar di Amerika. Di kota besar dia tidak mengerti apa yang diucapkan orang-orang, dia merasa sangat takut di tempat yang baru dan asing itu. Tapi dia tidak menyerah. Dia pun mempelajari kata pertamanya. Dia mulai bersekolah dan berteman. Selanjutnya, dia menjalani hari-harinya dengan penuh semangat.

Waktu berlalu dan gadis kecil itu telah lulus sekolah menengah, nilainya bagus-bagus karena itu dia diterima di sebuah universitas terkenal. Sayangnya, yayasan hanya membiyayai hingga sekolah menengah. Gadis kecil ini tidak punya uang untuk melanjutkan ke universitas.

Akankah ia menyerah dan pulang ke Afrika? Jika tidak, bagaimanakah ia akan mendapatkan uang untuk melanjutkan sekolahnya?

Hari Bersalju
Oleh: Kim Chong Hoo
Ilustrasi: Ok Soo Chong


Salju turun pada malam hari dan keesokan paginya dunia seluruhnya berwarna putih. Anak-anak keluar dengan riyangnya untuk bermain seluncuran. Seru sekali mereka, udara dingin tidak lagi mereka rasakan. Tiba-tiba, bruk!!! Seekor anak rubah yang sedang asik berselancar terpeleset di depan dinding rumah Nenek Serigala. Brak!!! Nenek Serigala yang baru kembali dari pasar terpeleset di depan rumah anak rubah.

"Kau seharusnya membersihkan salju! Lihat, aku terpeleset dan lenganku terluka!", marah Nenek Serigala pada Paman Rubah.
"Kau sendiri juga tidak membersihkannya. Hidung anakku jadi terluka!"
Nenek Serigala dan Paman Rubah bertengkar hebat.Tepat saat itu....
"Awas!"
Klung klung klung.... BRAK!!! Gerobak meluncur, menabrak sebuah pohon lalu berhenti. Untungnya tidak ada yang terluka. Kakek Beruang tersandung gundukan salju dan tangannya terlepas dari gerobak. Merasa ada yang salah, Kakek Beruang pun mengadakan pertemuan. Salju yang membeku mendatangkan bahaya, untuk itu disepakati bersama-sama membersihkan salju yang berada di depan rumah mereka.

Beberapa hari kemudian, salju turun lagi dan membentuk gundukan. Tetapi... Paman Rubah belum bangun dari tidur! Bibi Pengerat demam! Lengan Nenek Serigala belum sembuh! Pada akhirnya hewan yang keluar rumah dan membersihkan salju hanya Kakek Beruang dan Tory. Mereka pun mulai bekerja. Bahkan Kakek Beruang pun membersihkan salju di depan rumah-rumah lain.

Mengapa kakek beruang melakukan hal itu? Bagaimana reaksi mereka saat keluar rumah dan mendapati salju di depan rumah mereka telah bersih?

Kontes Menyanyi Mimi
Oleh: Min Jah Hong
Ilustrasi: Kim Min Kyung


Mimi adalah kucing kecil yang pemalu, dia selalu gugup dan suaranya mengecil jika berbicara di depan orang banyak. Padahal minggu depan Mimi akan mengikuti kontes menyanyi bersama ibunya. Dia akan menyanyi di depan teman-teman dan gurunya. Ibunya selalu melatih Mimi bernyanyi untuk mengahadapi kontes itu dan sifat pemalunya.

Setiap kali membayangkan kontes tersebut, jantung Mimi berdetak kencang dan keringatnya mengalir. Dia bisa tiba-tiba menjadi murung, bahkan saat bermain dengan temannya. Ikan panggang kesukaannya bahkan tidak ia lirik. Pada malam hari, dia susah tidur. Dan perutnya menjadi sakit.

Akhirnya hari kontes menyanyi pun tiba...

Bisakah Mimi mengatasi sifat pemalunya dan benyanyi dengan penuh percaya diri? Ataukah ia memilih untuk tidak datang ke kontes itu?

Mimpi Beruang Cokelat
Oleh: Kim Yun Young
Ilustrasi: Kim Kye Mahn


Musim semi telah tiba, si Beruang Cokelat bangun dari tidur musim dinginnya. Seperti teman-temannya, si Beruang Cokelat berlarian di antara rumput-rumput musim semi. Dia ingin melihat dunia sekitarnya, Lalu dia mencoba memanjat pohon. Tapi rasanya sulit dilakukan jika kakinya pincang. Sewaktu kecil ia masuk perangkap pemburu. Sejak saat itulah kakinya pincang.

Ketika duduk di tepi sungai, Beruang melihat Berang-berang berenang di sungai. Si Beruang yang tidak bisa berenang karena kakinya pincang, berpikir ingin juga bisa berenang, menjadi bebas dan kuat seperti mereka. Diam-diam Beruang berusaha meniru gerakan berang-berang saat mereka berenang. Kakek Berang-berang yang melihat hal itu bertanya kepada Beruang, apa yang sedang ia lakukan. Beruang pun menjawab bahwa ia sedang berlatih berenang karena ia ingin bisa berenang ke laut tetapi tidak bisa karena kakinya pincang.

Kakek Berang-berang yang mendengarkan cerita Beruang akhirnya memutuskan membantu Beruang berlatih.

Dapatkah Kakek Berang-berang membantu Beruang berlatih berenang? Sehingga Beruang dapat berenang hingga ke lautan? Maukah Beruang berlatih bersama Kakek Berang-berang?

Petualangan Yammy dan Tommy
Oleh: Oh Dah Yun
Ilustrasi: Shin Sook


Tuan Bokury adalah koki terhebat di dunia. Ia memiliki dua orang murid, Yammy dan Tommy. Yammy sangat hebat dalam membuat sup yang enak. Tommy sangat hebat dalam membuat saus yang lezat. Mereka berdua sama-sama ingin menjadi koki terbaik di dunia menggantikan Tuan Bokury. Karena itu mereka sering bertengkar.

Melihat hal tersebut Tuan Bokury memerintahkan mereka untuk pergi, saat itu juga, untuk menemukan sesuatu yang lebih penting dari pada masakan! Terkejut, tapi tak bisa berbuat apa-apa mereka pun pergi menuruti perintah sang guru. Mulailah mereka mengarungi petualangan yang panjang.

Petualangan apa yang akan dihadapi Yammy dan Tommy? Akankah mereka menemukan sesuatu yang lebih penting dari masakan? Apakah itu?

Kumpulan Cerita Nenek Pendongeng
Oleh: Oh Dah Yun
Ilustrasi: Kang Young Soo


Nenek Pendongeng adalah seorang pengumpul kisah-kisah yang terjadi di Negeri Dongeng. Dia merasa para tokoh utama dalam dongeng terkadang suka bertindak gegabah. Akibatnya, mereka sering terjebak dalam situasi yang aneh. Seandainya saja mereka mau berpikir panjang.... pasti akan lebih mudah bagi mereka untuk menyelesaikan masalah.

Nenek Pendongeng pun mulai bercerita.... ia menceritakan dongeng-dongen dengan versi dimana sang tokoh utama lebih berpikir panjang. Bagaimanakah akhir dongeng tersebut?

Ayo Menggambar Sepertiku!
Oleh: Lee Min Jin
Ilustrasi: Oh Eun Young


Nara sangat sedih karena di sekolah teman-teman mengejek gambarnya. Sesampai di rumah Nara mengeluh kepada ibunya, mengapa ia tidak bisa menggambar? Ibunya pun menghiburnya, menurutnya yang penting bukanlah menggambar dengan sama persis tetapi menggambar dengan hati gembira. Meskipun mendengarkan perkataan ibunya, Nara tetap tidak merasa tenang.

Nara pun pergi ke luar sambil membawa buku dan krayon. Ia berencana berlatih menggambar dengan sangat keras dan mengejutkan semua orang. Dapatkah Nara menggambar dengan lebih baik? Sehingga mengejutkan semua orang? Bisakah ia pada akhirnya menggambar dengan gembira?

Kita Adalah Satu Tim!
Oleh: Kim Young Ah
Ilustrasi: Lee Hyung Jin


Juju adalah seekor kuda zebra yang larinya sangat kencang. Saat melihat bola, dia langsung berlari lebih kencang lagi. Dia juga bisa menendang bola dengan sangat baik. Melihat hal itu Kapten Singa mendatangi Juju dan mengajaknya bergabung dengan Tim Sepak Bola Shooting. Juju pun dengan senang hati menerima tawaran tersebut.

Tibalah hari pertama pertandingan sepak bola. Juju meskipun pandai berlari dan menendang bola, sebenarnya ia tidak tahu cara bermain sepak bola. Tapi dengan penuuh rasa percaya diri dia merasa semua itu tidak penting, ia akan bisa mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Juju mengambil bola dari kawannya lalu menggiring bola ke sana ke sini, ke mana pun seorang diri. Dia juga berlari sangat cepat sehingga membuat teman satu timnya terjatuh. Dia pun dengan bersemangat mencetak bola di gawang timnya sendiri. Timnya pun kalah, tetapi Juju tidak mengerti ia ikut bersorak, merasa senang karena telah mencetak gol. Hal ini membuat teman satu timnya marah dan mengucilkannya.

Melihat hal tersebut Kapten Singa pun berbicara kepada timnya. Apa yang Kapten Singa sampaikan kepada timnya? Akankah Juju mau belajar bermain sepak bola? Akankah Juju dikeluarkan dari tim? Ataukah dapatkah timnya menerimanya kembali?

Saya sendiri sangat menyukai buku ini sejak pertama kali melihatnya di toko buku. Sayang harganya yang lumayan mahal menghentikan saya untuk membelinya, meskipun memang harga yang mahal itu sebanding dengan kualitas kertas, juga ilustrasi yang penuh warna. Lucky me, saya menemukan buku ini di @secretstaircase dengan harga yang jauh lebih murah.

Tentunya saya merekomendasikan buku ini buat orangtua yang sayang pada anaknya ^^

You Might Also Like

10 comments

  1. Terbitan BIP selalu sukses bikin anak2 minta dibeliin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangankan anak-anak Mbak >.< aku aja kepengen!!! hahaha

      Delete
  2. jadi penasaran sama cerita di dalamnya :D

    ReplyDelete
  3. dr sinopsisnya aja udh bikin aku tertarik.. anakku tiap mlm itu slalu minta dibacain cerita/dongeng mba.. makanya tiap bulan aku biasanya beli buku dongeng spy ga keabisan bahan :D

    ReplyDelete
  4. sinposisnya bikin penasaran deh, seruu kayaknya.
    Aku pecinta dongeng bangeet :D hihii walaupun udah gede gini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tosss aku juga suka banget buku anak-anak ^^ walaupun udah jadi emak-emak :p

      Delete
  5. jadi ini buku buat anak-anak ya? ilustrasinya berwarna semua gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia ^^ tapi yang udah gede kalau mau baca si gak apa juga :p

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad