Black Beauty

3:06 am


Black Beauty
By Anna Sewell

Penerjemah: Nadiah Abidin
Penyunting: Azzura Dayana
Desain sampul: Windu Tampan
Penata letak: Nurhasanah
Pemeriksa aksara: Erdyant

Diterbitkan oleh Orange Books
PT. Lingkar Pena Kreativa

Cetakan pertama, April 2010

338 hlm; 20,5cm


Black Beauty bukanlah seekor kuda biasa. Ia berasal dari keturunan kuda terbaik dan sejak kecil diajarkan ibunya untuk mengabdi kepada sang majikan. Sejak masih kanak-kanak hingga dewasa, ia berpindah tangan dari tuan yang satu ke tuan yang lain. Dari yang menyayangi hingga yang kerap bersikap kejam padanya. Ia pun berganti-ganti tugas, mulai dari kuda tunggangan, kuda pedati, hingga kuda taksi.

Setiap kali dibawa ke pasar untuk dijual, ia selalu berharap mendapat tuan yang baik, yang bisa memahami bahwa ia tidak perlu dipecut sampai kulitnya sobek supaya patuh, atau bahwa ia merasa makin terbebani ketika kepalanya dipasangi check-rein yang berat setiap kali mengangkut setumpuk barang. Bersama Ginger, kuda betina sahabatnya, Black Beauty menjalani kehidupan yang berwarna.

Bercerita dari sudut pandang seekor kuda yang sabar dan baik hati, Black Beauty menjadi salah satu novel klasik paling menawan yang akan membuat emosi Anda terhanyut oleh tuturannya yang dalam dan indah. Anda tak perlu menyukai hewan kuda untuk dapat menikmati novel ini, sebab pada dasarnya novel ini bertutur tentang ragam sifat dan perilaku manusia. Begitu banyak filosofi kehidupan dalam novel ini, juga bagaimana menyikapi hubungan manusia dengan hewan, dan manusia dengan manusia.

Kalian pernah bertanya-tanya atau setidaknya terlintas dipikiran kalian tentang apa yang dirasakan hewan terhadap manusia? Bertanya-tanya bagaimana jika hewan peliharaan kalian diperlakukan seperti ini apakah suka atau tidak suka, nyaman atau tidak nyaman?

Saya sangat suka pada hewan, kecuali mungkin pada reptil, dan entahlah sering rada penasaran pada apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Saya sering memikirkan apakah saya sudah berlaku baik pada mereka dan merasa sedih juga marah jika melihat ada orang yang bertindak jahat atau kasar terhadap hewan. Bagiku kita sama-sama ciptaan Tuhan, punya hak yang sama untuk hidup dan berkembangbiak di bumi ini, punya perasaan dan keinginan untuk melindungi diri sendiri. Karena itu, tidak hanya pada sesama manusia, tapi juga pada hewan dan tumbuhan saya berusaha bertindak penuh kasih, mengambil seperlunya saja, dan membunuh jika keselamatan diri terancam saja. Dan membaca buku ini membuat saya semakin bertekad untuk terus berlaku lemah lembut terhadap hewan, bahkan kepada hewan-hewan yang tidak saya sukai.

Melalui sudut pandang Black Beauty, kuda jantan hitam dari keturunan unggul yang berusaha menyenangkan tuannya dan bertindak dengan baik, sopan dan manis membuat saya belajar banyak hal tentang manusia. Manusia kadang bertindak bodoh dengan alasan fashion, mendandani hewan peliharaannya tanpa memikirkan kenyamanan hewan tersebut. Ada juga manusia yang keji, menganggap hewan adalah makhluk bodoh yang tidak punya perasaan, memperlakukan mereka dengan semaunya dan tak jarang bertindak kasar dengan mencambuk ataupun memukul. Tidak jarang karena ketidaktahuan, manusia mencelakakan hewan dan tidak jarang juga manusia harus memilih bertindak kejam pada hewan karena pilihannya adalah hewan tersebut yang mati atau keluarganya yang meninggal. Ada banyak alasan, ada pembenaran, kita diajak melihat dari segala sisi, tanpa menghakimi.

“Setiap makhluk memiliki perasaan. Apa hak mereka menyiksa dan mengubah penampilan dari makhluk Tuhan?”
_Halaman 68

“Cuma sebatas ketidaktahuan? Ketidaktahuan, katamu? Bagaimana mungkin kau anggap ini cuma sebatas ketidaktahuan? Apa kau tak tahu bahwa itu hal terburuk di dunia setelah kejahatan? Yang menyebabkan terjadinya begitu banyak kejahatan di dunia ini.”
_Halaman 129

Errr kok aku seperti ceramah ya? Hihihi..

Cukup susah mereview buku ini, entah yang ingin kukatakan hanya SUKA saja. Hahaha…


Diceritakan dengan sederhana dan beralur lambat, sangat pas dibaca pelan-pelan sambil memahami isinya. Tidak, ini bukan buku berat yang bikin kita mikir, hanya saja memang banyak hal di buku ini yang bisa kita renungkan. Saya merekomendasikan buku ini untuk siapa saja ^^

Btw, dari dulu aku punya mimpi bisa memelihara kuda, cukup kuda poni saja. Saya tahu bahwa memelihara kuda bukan persoalan yang mudah, setelah membaca buku ini saya sadar memelihara kuda bukan hanya tidak mudah, diperlukan pengetahuan, waktu, dan biaya untuk memeliharanya. Hmmm kapan ya mimpi itu bisa terwujud? ^^

You Might Also Like

10 comments

  1. Aku juga suka Black Beauty, :)
    tappi yang terbitan Orange Book ini belum aku sentuh, waktu itu yang terbitan Gagas,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah baru tau ada terbitan Gagas :O terjemahannya bagus?

      Delete
  2. Ah iya sama, saya juga punya impian punya kuda dan bisa naik kuda hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe harus punya lahan yang besar, supaya kudanya bisa lari-lari sih >.< Semoga mimpi kita bisa tercapai ya Mbak ^^ Amin

      Delete
  3. wah, cukup bagus refrensinya.
    hmm, kalau saya pinginnya punya kuda pegaxus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pegasus :O kalau gitu aku maunya Unicorn deh ^^

      Delete
  4. Jadi pengen punya kuda.. Kuda di Jogja kurus-kurus. Kasian.. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok kurus? Ihhhhh aku belum pernah ke Jogja >.<

      Delete
  5. jadi pengen baca buku ini, udah lama diniatin tapi belum juga kesampaian membacanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga buku ini lamaaaaaa banget di rak gak kesentuh >.< hahaha

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan