Puasa Hari Kelima: Rambut baru, Hafis Quran, dan Pallu Golla

1:33 pm

Dari sebelum menikah, aku sudah sangat ingin memotong rambutku. Rambut panjang, meskipun cantik dilihatnya dan bisa dimacem-macemin, tapi gerahnya minta ampun apalagi jika tinggal di Makassar sini. Potongnya juga tidak pendek-pendek banget lah, setidaknya sampai sebahu. Tapiiii waktu itu dilarang potong rambut dulu, karena saat acara harus sanggulan, bakalan repot kalau rambutnya pendek. Maka dari itu dengan sabar saya menunggu acara selesai...

Ternyata setelah acara selesai, aku masih dibuat sibuk dengan ini dan itu. Tanteku juga, yang biasanya memotong rambutku, setiap ketemu pasti sedang capek sepulangnya kerja atau sedang tidak dalam mood yang bagus. Jadi barulah pada hari ini saya berkesempatan memotong rambutku. Modelnya segiempat sebahu yang biasa saja. Ngetrennya si disebut medium bob ^^ Hasilnya memuaskan si buatku ^^

Sorean sebelum ashar, saya ikut menonton di ruang keluarga bersama sepupu. Saat itu dia sedang menonton sebuah acara di trans7. Sebuah acara dimana anak-anak kecil dari seluru nusantara yang hafal jus amma dikumpulkan dan di sana mereka bertanding untuk menjadi yang terbaik, yang nantinya akan mendapatkan hadiah umroh. Saya cukup gak asing dengan acara ini, Ramadhan tahun yang lalu setauku acara ini sudah ada, tetapi di stasiun TV yang berbeda. Belakangan setelah saya konfirmasi ternyata memang ada acara seperti ini juga di stasiun TV yang saya maksud, di trans7 ini baru diadakan di Ramadhan kali ini. Lalu apa yang berbeda dari stasiun TV yang satunya yang notabene lebih dulu mengadakan acara seperti ini? Kata sepupuku dia lebih suka menonton yang di Trans7 karena tidak hanya menghapal Al-Quran saja, tetapi juga diselingi dengan games untuk anak-anak tersebut.

Saat menonton itu, perasaanku campur aduk. Ada rasa kasihan melihat anak-anak kecil itu bertanding untuk menjadi yang terbaik. Demi apa? Sebuah hadiah yang apakah telah dimengerti oleh mereka? Tidakkah ini merupakan ambisi orangtua mereka? Apakah mereka mengerti apa yang mereka hafalkan itu dan apa motivasi mereka menghapalnya? Cukupkah waktu mereka untuk bermain-main, menjadi anak kecil seutuhnya? Selain itu aku juga terpesona, terkagum-kagum, dan tak hentinya mengucapkan  masyallah... subbehanallah... melihat mereka mengahapal Al-Quran diusia sekecil itu. Membuatku sangat terharu dan tidak jarang menitikkan air mata. Juga malu tentunya >.<

Yang kuharapkan, anak-anak itu menikmati "perlombaan" tersebut. Tidak tertekan dan memang mau mengikutinya, bukan hanya karena kemauan orangtuanya. Juga mereka tidak kehilangan waktu untuk bermain-main... Halah soktau banget ya aku?!!

Mendekati waktu berbuka, aku sibuk sendiri membuat pallu golla (kolak sebutan umumnya). Membuat pallu golla itu gampang hanya dibutuhkan niat untuk membuatnya. Hahahaha.... berhubung lagi pengen banget berbuka dengan pallu golla hangat maka aku pun membuatnya. Oh, susahnya si karena kita tidak bisa mencicipinya, jadi ya sesuai feeling aja apakah sudah manis atau belum. Dan rasanya??? Aku si yes ya ^^ huwahahahah... eh kayaknya mau kuposting resepnya deh ^^ kali aja masih ada yang gak tau buat kolak~






You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad