Puasa Hari Keempat: Seperti biasanya

11:35 pm

Hari ini tidak ada yang spesial, seperti hari-hari biasanya saja. Seharian di rumah membuat "ujian" di bulan Ramadhan terasa sangat enteng. Marah, bergosip, atau keburukan yang mungkin biasa saya lakukan, bisa saya hindari. Saya hanya menyelesainkan beberapa tugas, menonton TV, main game, membaca Al-Quran, dan sholat. Itu saja.

Saya hanya baru saja menamatkan buku Atheis karangan Achdiat K.Mihardja, yang akan saya review di sini nantinya. Buku itu membuat saya kesal saat membacanya, sang pengarang sukses menciptakan tokoh yang begitu menjengkelkan buat saya. Saking menjengkelkannya, jika bisa bertemu dengannya akan saya unyel-unyel dan mengguncangkan bahunya keras-keras dan berteriak dihadapannya. Tokoh itu betul-betul sukses menggambarkan tipikal manusia yang paling saya hinakan. 
Ahhh nantilah saya akan mereview buku itu...

Oh ia, Ibu-ku membuat jalangkote (semacam pastel) untuk panganan berbuka. Saya membantunya mengkalomping-kalomping (bahasa Indonesia-nya apa ya?!!) pinggirannya. Dan tak sabar rasanya menunggu azan magrib berkumandang.




Ah, saya merasa sangat kesal dan sedih pada sesuatu hal. Tetapi saya bisa menahankannya dan tidak menampakkannya di permukaan.

You Might Also Like

2 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad