Di Pagi 17 Juli

2:43 pm

Pagi ini hujan turun, gerimis awalnya, lalu perlahan-lahan menderas. Udara sontak menyejuk dan terasa jauh lebih segar dibandingkan hari-hari sebelumnya yang sangat panas. Semenjak bulan Ramadhan, ini kali pertama hujan turun. Memang datangnya tidak pada waktunya, mungkin juga banyak yang mengeluhkan kedatangannya, tapi untuk saya pribadi, hujan ini sungguh sangat patut disyukuri. Setidaknya hari ini saya tidak lemas karena kekurangan cairan dan bisa menjalani ibadah puasa jauh lebih baik. Saya tidak perlu cepat-cepat menyelesaikan sholat karena kepanasan dan saya pun cukup betah membaca Al-Quran dengan menggunakan kerudung. Ahhh hujan memang selalu menyenangkan untuk yang memujanya... bahkan tanpa alasan apapun, kehadiran hujan entah mengapa menenangkan.

Dan saat memandang keluar jendela, pada puncak pohon durian yang berada persis di depan jendela kamar, bertengker indah dua ekor burung (yang tidak saya ketahui jenisnya). Keduanya terlihat gagah dengan bulunya yang berwarna abu-abu dan jambul di puncak kepala mereka. Mereka bertengker diam memandang sesuatu nun jauh di sana. Saya ingin mengabadikan mereka dalam file kameraku, sayangnya ketika saya bergerak untuk mengambil kamera, mereka segera mengepakkan sayap dan pergi entah kemana. Saya selalu menyukai jendela yang besar dan lebar itu, dimana saya bisa memandang dunia dari kamar yang nyaman. Merasakan cahaya mentari dan angin yang berhembus... menyaksikan keajaiban dunia dari perlindungan rumah yang hangat. Rumah yang baru.

Meskipun begitu, saya merindukan rumah yang lain, dimana di halamannya terdapat banyak bunga kamboja jepang. Bunga-bunga yang datangnya dari rumah yang lainnya lagi, yang dibawa pergi ketika sang pemilik pindah lalu tiada. Tanaman itu tetap tumbuh dengan subur, meskipun pemiliknya telah tiada, meskipun dia kini dirawat oleh tangan manusia yang lain, bahkan meskipun dia kini hanya sekedar di siram jika sedang teringat saja. Dia tetap tumbuh, kuncupnya mekar dan berbunga dengan indah, lalu kemudian layu dan gugur. Bunganya yang layu kemudian membusuk di tanah tempat ia tumbuh, memberikan nutrisi pada tanah yang nantinya akan ia serap melalui akar-akarnya. Begitu terus, hingga dia pada akhirnya lelah... Bukankah tidak ada yang sia-sia di dunia ini?




You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad