The House of Hades

12:21 am

THE HEROES OF OLYMPUS



The House of Hades
By Rick Riordan
@ Disney Hyperion Books, New York
Permission for this edition was arranged through the Nancy Galt Literary Agency.
Copyright @ Rick Riordan
All rights reserved

The House of Hades
(Gerha Hades)
Penerjemah: Rika Iffati Fahirah, Nuraini Mastura, Reni Indardini
Penyunting: Rina Wulandari
Penyelaras aksara: Nunung Wiyati
Penata aksara: Aksin Makruf
Desainer sampul: Vinsensius Indra

Hak penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia ada pada Penerbit Noura Books (PT Mizan Publika).
Diterbitkan oleh Mizan Fantasi
Cetakan 1, Februari 2014
612 Halaman

Semua pilihan mengandung resiko. Kau boleh percaya... atau mengabaikannya. Tapi, ingat, apa tujuanmu?

Setelah terjatuh ke Dunia Bawah, Percy dan Annabeth disiksa oleh rasa lapar dan dahaga serta suara tangisan tak terperi yang membuat pikiran mereka kacau. Tak hanya itu, para monster yang telah mereka bunuh pun bermunculan, bermaksud membalas dendam. Sementara di langit, kru Agro II mati-matiian mempertahankan kapal dari serangan para putra Gaea, kura-kura raksasa, dan seorang dewa berkaki busuk.

Di tengah petualangan menantang itu, kecerdasan dan jiwa kepemimpinan mereka ditantang. Pilihan harus diambil, keputusan besar harus dibuat, sedangkan kematian menghantui dan masa depan dunia menjadi taruhan. Akankah mereka membuat keputusan dan memilih jalan yang tepat?
*****
Sedikit flashback di Mark of Athena sebelumnya, Annabeth dan Percy terjatuh di kedalaman Tartarus, sebelum itu Percy sempat meminta kepada Nico untuk mengantar kelima temannya yang lain untuk membawa mereka ke pintu ajal, di mana Percy dan Annabeth akan berusaha mencapai pintu ajal di sisi seberangnya. Karena pintu ajal memang hanya bisa tertutup jika ditutup dari kedua sisi tersebut.

Di buku ini sendiri, ketujuh demigod dalam ramalan akan menjadi naratornya (Annabeth, Percy, Hazale, Leo, Frank, Jason, dan Piper). Mereka bertujuh akan membawa kita dalam petualangan, konflik perasaan, kecemasan, dan tugas-tugas mereka sendiri...

Hazale yang mengendarai Arion, seorang diri menembus mata badai dan memasuki sang kabut. Di sana dia bertemu Dewi Sihir, Hacate, yang memperlihatkannya pilihan-pilihan yang harus ia ambil dan bantuan serta janji untuk bersama-sama melawan musuh abadi Hacate yang diciptakan Gaea untuk menyerap dan mengalahkan seluruh sihirnya, tepat di depan pintu ajal. Tetapi sebelumnya, Hazale harus membuktikan dirinya terlebih dahulu...

“Tapi, sihir tidaklah jahat atau baik. Sihir adalah alat, seperti pisau. Apakah pisau jahat? Hanya jika pemegangnya jahat.”
_Hecate

“Persimpangan selalu menjadi tempat pengambilan keputusan.”
_Hecate

“Janus dan pintu-pintunya. Dia membuatmu percaya bahwa segala pilihan itu hitam dan putih, ya atau tidak, masuk atau keluar. Nyatanya, tidak sesederhana itu. Setiap kali kau tiba dipersimpangan, selalu ada paling sedikit tiga jalan yang bisa dilalui... empat, jika kita menghitung rute mundur.”
_Hecate

“Semua pilihan mengandung resiko.”
_Hecate

Annabeth yang jatuh ke dalam Tartarus bersama Percy harus mempergunakan otaknya sekeras mungkin untuk membuat mereka berdua dapat bertahan hidup di dalam Tartarus yang mengerikan, yang penuh dengan kesengsaraa, keputusasaan, ratapan, amarah, dendam, dan segala hal yang merusak dikali tujuh. Dia pun harus mengawasi Percy agar dia tetap waras. Sedangkan Percy, berusaha sekuat mungkin melindungi mereka berdua dari kejaran monster-monster dan para titan yang pernah mereka lawan. Juga berusaha mencairkan suasana yang murung dengan lelucon-lelucon khasnya dan berusaha menghalau pikiran-pikiran pesimis dan muram dari kepala mereka. Belum lagi mereka harus meminta pertolongan Derita, Akhlys, untuk menyamarkan mereka ke dalam Kabut Ajal. Dan itu bisa dikatakan hanya awalnya, mereka harus kabur dari kejaran dewi tua, sang malam itu sendiri, Nyx, dan pada akhirnya berhadapan dengan Tartarus itu sendiri. Meskipun begitu, ditengah-tengah keputusasaan di dalam Tartarus, mereka menemukan teman-teman yang bersedia mengulurkan tangan membantu mereka.

“Kini, dia menyadari bahwa ujian terberat bagi anak Athena bukanlah memimpin misi atau menghadapi maut dalam pertempuran. Ujian terberat adalah membuat keputusan strategis untuk mundur, untuk membiarkan orang lain menanggung bahaya, terutama ketika orang itu adalah teman kita. Annabeth harus menerima bahwa dia tidak bisa melindungi semua orang yang dia sayangi. Dia tidak bisa menyelesaikan semua persoalan.”
_Halaman 556

Leo mulai merasa kesepian dia atas Agro II, tak dapat di sangkal teman-temannya berpasangan, dan dia merasa dirinya seperti seorang pengganggu di tempat itu. Satu-satunya yang tak memiliki pasangan adalah Nico, dan ide untuk curhat atau hanya sekedar berteman dengannya sungguh sangat mengerikan. Kemuraman yang membayangi Agro II yang semenjak kehilangan Annabeth dan Percy juga sangat mempengaruhinya. Belum reda kegalauannya, Agro II di rampok oleh para cebol, berbagai macam barang di kapal itu dicuri oleh mereka, dan celakanya sabuk perkakas dan bola mekanis Archimedes miliknya pun di curi. Kedatangan tiba-tiba Khione yang menangkapnya dan menghempaskannya ke langit membuatnya terjatuh di pulau Clypso. Perempuan atau dewa yang aneh itu sungguh membuatnya jengkel, kebingungan, dan jatuh cinta? Tapi dia harus segera mencari cara untuk kembali kepada teman-temannya, kembali kepada Agro II.

“Mesin dirancang supaya berfungsi dengan baik.”
_Leo

Pribadi Roma dan Yunani ayah Frank saling berteriak di kepalanya, belum lagi diiringi suara latar peperangan yang sangat mengganggu, membuatnya selalu menderita sakit kepala yang parah. Dia terseok-seok linglung ke sana ke mari, nyaris tak bisa berfungsi, tapi dia tidak bisa mengatakan kepada teman-temannya tentang masalahnya itu, toh tak ada yang bisa mereka lakukan. Dia berusaha mengendalikan dirinya, dia sadar teman-temannya membutuhkannya, apa lagi sepeninggalan Annabeth. Frank adalah sosok paling dekat dengan ahli siasat militer yang mereka miliki. Parahnya, Frank merasa dirinya adalah sosok yang tak bisa diandalkan, pemain yang paling tidak berharga. Oke, dia memang bisa berubah wujud menjadi binatang, lalu kenapa? Selama ini perubahan wujudnya selalu gagal atau berakhir menjadi lelucon Leo. Di Venisia saat berhadapan dengan dewa petani yang sinting, Frank dituntut untuk memperbaiki kereta sang dewa demi keselamatan kedua temannya dan petunjuk untuk melalui Gerha Hades. Untuk itu dia harus mendapatkan restu sang ayah, dia harus membuktikan kelayakannya sebagai pahlawan terhebat. Dia harus bisa seperti Horatius yang berdiri seorang diri di atas jembatan dan melawan sekawanan penyerbu yang ingin menyebrangi Sungai Tiber.

Sepeninggalan Annabeth dan Percy, Jason-lah yang memimpin teman-temannya menuju Gerha Hades. Tapi itu bukanlah hal yang mudah untuknya, dia merasa sangat tertekan. Sanggupkah dia membawa teman-temannya dengan selamat ke Gerha Hades? Dan keluar dengan keadaan hidup-hidup juga? Sebuah perjalanan mimpi memberitahunya bahwa Annabeth dan Percy masih hidup di kedalaman Tartarus dan Reyna diberi tugas oleh Annabeth untuk mencari mereka demi meletakkan Athena Parthenos di tempatnya. Masalahnya tidak hanya sampai di situ, dia merasa sangat bersalah membiarkan Reyna berjuang sendiri sebagai preator, dan dia menyadari bahwa dia jauh-jauh lebih menyukai perkemahan blasteran dibandingkan perkemahan romawi yang terlalu konvensional. Dia merasa gelisah membayangkan jika semua ini berakhir dan dia harus kembali ke perkemahan romawi, kembali menjadi preator, dan memimpin bersama Reyna.
Bersama Nico, mereka menuju istana Diocletian untuk mencari tahu keberadaan tongkat Diocletian yang bisa membawa perbedaan besar bagi mereka di Gerha Hades. Di sana mereka berjumpa dengan Eros sang dewa cinta, yang menyiksa Nico, dan memaksanya membuat pengakuan akan rahasianya selama ini.

“Cinta berpihak kepada semuanya, sekaligus tidak berpihak kepada siapa pun. Jangan bertanya apa yang bisa dilakukan cinta untukmu.”
_Cupid

“Cinta bukan permainan! Cinta bukan kelembutan penuh bunga! Cinta adalah kerja keras, pencarian tanpa akhir. Cinta menuntut segala hal darimu, terutama kebenaran. Hanya setelah itu cinta membuahkan ganjaran.”
_Cupid

Sebentara Piper, yang rasa-rasanya hanya memiliki andil yang kecil dalam perjalanan ini harus berhadapan seorang diri dengan Khione dan kedua saudaranya, sebentara teman-temannya di buat membeku, dan khusus untuk Leo diterbangkan ke udara. Dengan bersenjatakan karnukopia, belati Helen, dan kekuatan charmspeaknya dia berusaha mati-matian seorang diri melindungi kapal dan teman-temannya. Dia pun menyadari arti ramalan bahwa hanya api atau badai yang dapat mengalahkan Gaia, itu berarti hanya Leo atau Jason, salah satu dari mereka akan mengalahkan Gaia, dan yang satunya lagi tidak akan selamat...

Yang sudah membaca buku sebelumnya, pasti tau bagaimana perasaan saya ketika mendapati akhir yang sangat menggantung di Mark of Athena, beserta rasa penasaran yang ditimbulkannya dan perasaan tak sabar untuk menunggu kelanjutannya. Dan saat buku ini terbit pun saya tak bisa langsung membelinya, bahkan ketika buku ini telah ada ditangan, saya harus menahan diri untuk tidak langsung membacanya. Masih banyak yang harus saya kerjakan terlebih dahulu. Hingga sekarang, ketika saya sudah sangat tak tahan untuk langsung membacanya. Tak sampai sehari, saya sudah menamatkan buku ini. Penasaran membuat saya tak bisa meletakkannya hingga menamatkannya. Terimaksih banyak untuk Iyas yang telah memberikan buku ini buat saya :* I love you sayang~ Hahaha

Diawal-awal buku ini suasananya cukup muram, baru dipertengahan humor ala Riordan kembali mewarnai kisah ini. Sukses membuat saya kembali tersenyum-senyum geli. Saya cukup dibuat terkejut dengan rahasia Nico, saya sangat tidak menduga hal tersebut. Ia saya baru bisa menduganya saat ia berhadapan dengan Eros. Dan ya, saya suka Nico dengan rahasianya itu, semakin membuat saya ingin memeluknya.

Awalnya saya mengira House of Hades adalah buku terakhir dari serial The Heroes of Olympus, ternyata masih ada lanjutannya lagi... yang kembali membuat saya sangat penasaran dengan akhirnya... erghhhhhhh


“Pemimpin hebat terkadang harus berpikir di luar kelaziman.”
_Frank

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad