Saya Memilih, Anda?

12:37 am

Apakah anda menggunakan hak suara Anda kemarin? Ataukah Anda lebih memilih untuk tidur lebih lama dibandingkan hari-hari biasanya? Atau mungkin Anda adalah golputers sejati? Seperti saya. Yang mungkin tidak percaya lagi pada partai-partai maupun orang-orang yang bermain politik atau ragu memilih orang yang tidak benar-benar kalian kenal atau hanya sekedar malas untuk melangkahkan kaki menuju TPS.

Tahukah berapa banyak uang yang dikeluarkan negara untuk melangsungkan pemilu tahun ini? Saya sejujurnya tidak mengetahui berapa banyak, yang saya dengar si katanya sangat banyak. Dan sering saya dengar di TV belakangan ini tentang betapa meruginya kita jika tidak menggunakan hak suara kita tersebut. Masalahnya, siapa yang sebaiknya kita pilih?

Sudah beberapa minggu sebelum pemilihan, orang-orang di kompleks sekitaran rumah saya sibuk kasak-kusuk pencatatan nama pemilih dan kongkalikong terkait sebaiknya memilih siapa. Beberapa hari sebelum pemilihan, sembako pun berdatangan dari beberapa caleg, ada juga yang berupa sarung. Terpikirkan di kepala saya, jika sebelum menjadi anggota legislatif saja sudah memberikan suap, bagaimana jika telah menjadi anggota legislatif? Rasanya bulshit banget jika para caleg itu memilih menjadi “wakil rakyat” demi membela kepentingan rakyat, demi menjadikan Indonesia negara yang lebih baik. Mereka ngebet menjadi caleg karena diiming-imingi uang yang mengucur deras dan lahan berbisnis yang sangat basah di legislatif sana. Dan jika mereka terpilih, tentunya mereka akan berusaha mati-matiian untuk mengembalikan modal yang mereka keluarkan sebelum terpilih, tidak mungkin mereka akan memikirkan orang-orang yang telah mempercayakan amanah itu kepadanya, ya mungkin mereka tak perlu memikirkannya. Toh mereka sudah membayar (dalam bentuk sembako, sarung, atau pun uang seratus ribu) kepada orang-orang yang telah memilih mereka! Habis perkara...

Mungkin saja si memang ada caleg di luar sana yang memang memiliki keinginan mulia untuk mewakili suara rakyat, tapi apakah mereka dikenal? Apakah mereka akan dipilih jika tidak memberikan sogokan kepada para pemilih? Jadi kembali lagi, apakah kita memang ingin menjadikan negara ini jauh lebih baik, atau rela menjual hak suara kalian demi sembako yang hanya berisikan satu kilo gula, satu kilo minyak, atau uang seratus ribu. Tapi.... bagi sebagian besar orang, satu kilo gula dan satu kilo minyak itu sangat berarti demi kelangsungan mengepulnya asap di dapur, uang seratus ribu itu sangat besar demi makan beberapa minggu. Untuk apa memilih orang yang tak memberikan kita apa-apa? Tapi... bukankah caleg yang bersih itu dapat memberikan kita jaminan keberlangsungan hidup yang lebih baik selama lima tahun? Itu pun juga jika suaranya tidak tenggelam diantara suara-suara di legislatif sana yang menomor satukan kepentingan diri mau pun partai mereka. Jadi seharusnya kita bagaimana?

Mungkin sebaiknya kita menjadi golputers sajakan?!!
Tapi sejujurnya itu bukan tindakan yang benar juga si menurutku. Menjadi golputers artinya kita menyia-nyiakan uang pemilu yang dikeluarkan negara... Menjadi golputers artinya kita orang yang apatis, hanya diam saja melihat “ketidakbenaran”. Menjadi golputers berarti memberikan kesempatan untuk caleg lainnya menggunakan hak suara kita demi kepentingannya. Jadi seharusnya bagaimana?

Saya sendiri kemarin memilih untuk menggunakan hak suara saya. Sekitar jam sepuluh sekeluarga kami menuju TPS, hujan yang sedari semalam turun kini menjelma gerimis dan menemani langkah kami. Di TPS telah banyak orang mengantri, kami pun duduk dengan sabar menunggu giliran. Cukup lama kami duduk, baru satu per satu nama kami dipanggil. Surat suara ada empat lembar dengan kode warna berbeda, saya cukup lama berada di bilik suara itu. Setelah itu saya pun memasukkan kertas suara itu ke dalam kotak suara sesuai warnanya...

Jadi siapa yang saya pilih?
Yang pasti saya tidak akan memilih orang yang tidak saya kenal... saya tidak akan memilih orang yang menyuap, meskipun uang suapnya saya terima (yeahhh ini pun penipuan dalam bentuk lain si, tapi toh saya tetap menepati janji dengan mencoblosnya, beserta orang lainnya), saya tidak akan memilih orang-orang yang memiliki reputasi buruk, saya tidak akan memilih orang yang sebelumnya pernah menjabat dan nyatanya tidak memberikan perubahan apapun... Jadi saya memilih... Hahaha tentu saja itu rahasia dong ^^ Kalian memilih?





You Might Also Like

4 comments

  1. gw nyoblos dong...
    sama seperti pemilu2 sebelumnya yang calegnya sama sekali g ada yang gw kanal, ketika gw buka lembar suara yang lebarnya sama kaya koran pagi. gw cuma bisa perhatiin satu persatu foto calegnya dan akhirnya gw main cap cip cup....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho oh ya surat suaranya gede banget >.< hahaha sampai segitunya mas harus main cap cip cup 😂

      Delete
  2. yuppsss..setidaknya bagi yg menggunakan hak suaranya telah berpartisipiasi untuk berharap perubahan negeri agar lebih baik.. :)

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan