Permainan Bambi

12:15 am


Bambi’s Game
By Joan Phillips
Ilustration by Bill Langley & Diana Wakeman
@1991 The Walt Disney Company
All rights reserved

Permainan Bambi
Edisi Dwibahasa
Alih bahasa: Listiana
Hak cipta terjemahan Indonesia pada PT Gramedia Pustaka Utama

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, 1998

Cetakan ketiga, Desember 1998

Bambi adalah salah satu tokoh Disney favoritku, setelah Pooh dan Donald tentunya. Saya pertamakali mengenal Bambi saat meminjam bukunya di perpustakaan sebuah TK dimana saya bersekolah. Saat itu saya terpesona pada mata rusanya yang indah dan kecerdikannya, ya jika saya tidak salah mengingatnya. Sebenarnya saya sudah lupa bagaimana cerita tentang Bambi di buku yang saya pinjam sewaktu TK itu. Yang saya paling ingat adalah pengetahuan yang diberikan buku tersebut, bahwa sewaktu anak rusa masih kecil, mereka memiliki totol-totol cokelat seperti Bambi. Dan setelah mereka beranjak dewasa, totol-totol itu akan lenyap. Hal itu entah mengapa sangat menempel di otak kanak-kanak ku hingga sekarang.

Selain Bambi, saya pun masih mengingat kedua sahabatnya; Thumper si kelinci dan Flower si sigung. Dan di buku yang saya miliki kali ini, kedua teman Bambi itu pun ada dalam kisahnya. Di buku ini bercerita tentang suatu hari yang cerah dimana Bambi, Thumper, dan Flower bermain bersama. Mereka berlari-larian di padang rumput, melompati batang kayu, dan saling meniru cara berjalan satu sama lain. Saat sedang asik-asiknya bermain, Thumper dan Bambi menyadari bahwa Flower hilang. Dimana Flower? Mereka pun menghentikan bermain-main itu dan mencari keberadaan Flower. Mereka mencari di balik batu, di dekat pohon, dimana-mana tetapi tidak juga bisa menemukan Flower. Hingga akhirnya para penghuni hutan lainnya membantu mereka mencari Flower. Dimanakah Flower? Dapatkah mereka menemukan keberadaan Flower dan kembali bermain bersama?




Diceritakan dengan menggunakan dua bahasa; Inggris dan Indonesia, buku ini memang diperuntukkan untuk anak-anak balita. Diksi dan ceritanya sangat sederhana dan lebih menitik beratkan pada keindahan dan kekompleks-an ilustrasinya. Dengan melihat ilustrasi-ilustrasi di dalamnya saja saya rasa anak-anak sudah akan sangat senang memiliki buku ini. Ya asalkan jangan seperti saya sewaktu kecil, saking sukanya dengan ilustrasi buku-buku yang orangtua saya belikan, saya pun tak tahan untuk tidak menggunting-guntingnya. Hiksssss.

Kembali ke buku ini, hihihi kebanyakan curcol ya, buku ini memang lebih banyak bercerita dengan gambar dibandingkan dengan narasi. Sehingga hanya dua puluh lima menit saya sudah bisa menamatkannya. Dan rasanya menyenangkan membaca buku anak-anak seperti ini, cerita sederhana, ilustrasi yang indah, cukuplah dibaca sebagai penghiburan ketika pekerjaan masih terlalu banyak dan sudah sangat membosankan.


You Might Also Like

2 comments

  1. Bambi one of my fave story..
    Novelnya lbh mengharukan lho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah aku malah belum tau kalau novelnya ada >.<

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan