Potrait In Death

3:22 am


Potrait In Death
By J.D Robb
Copyright @ 2003 by Nora Roberts
Published by arrangement with Writers House LLC and Maxima Creative Agency.
All rights reserved

Potret Dalam Kematian
Alih bahasa: Frah Astrid Effendi
Sampul dikerjakan oleh Marcel A. W.
Hak cipta terjemahan Indonesia:
@ Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, November 2012

584 hlm; 18 cm

“Hanya ada satu tujuan. Untuk hidup. Untuk hidup secara bebas. Untuk menjadi sesuatu. Untuk mengetahui, dalam setiap helai napas, bahwa aku lebih dari sekedar bayang-bayang. Aku adalah cahaya itu, dan cahaya itu harus dipertahankan, menyerap dari setiap dan seluruh sumber. Hingga, saat akhir itu bukanlah kematian. Pada akhirnya, kita menjelma menjadi cahaya itu.”
_Halaman 8

Seorang reporter menerima pesan misterius berisi foto-foto wanita muda yang kelihatannya diambil fotografer profesional. Tidak ada yang aneh dari foto-foto itu, jika itu kumpulan foto wanita yang baru memulai karir sebagai model. Hanya saja wanita dalam foto itu bukan model. Dan foto-foto itu diambil setelah wanita itu dibunuh.

Eve Dallas pun kini berpacu dengan waktu demi menangkap sang pembunuh sebelum lebih banyak korban berjatuhan. Demi memburu si pembunuh yang membidik korban lewat lensa kamera.

Sebelumnya saya mau curhat dulu ye.. buku serial In Death yang saya baca terakhir kali adalah JudgmentIn Death, dan sebelumnya saya telah terlebih dahulu membaca Betrayal In Death. Betrayal In Death sendiri adalah seri ke dua-belas serial In Death ini, dan buku ini, Potrait In Death, adalah seri ke enam-belas. Bayangkan betapa jauh saya melompati serial ini?!! Hikss... Salahkan semuanya pada harga buku yang dari hari ke hari semakin naik  sehingga saya baru bisa melengkapi serial ini jika ada diskon saja u.u

“Hidup penuh dengan kejutan tak menyenangkan.”
_Eve, halaman 18

Di buku kali ini diawali tidak seperti biasa, pagi itu Eve sedang merasa sangat bahagia, moodnya sedang sangat bagus. Dia bahkan menyempatkan dirinya untuk sarapan! Penyebab moodnya yang sedang bagus karena Summerset hari itu akan mengambil cuti selama tiga minggu. Eve sudah membayangkan selama dua-puluh satu hari terbebas dari Summerset, tidak melihat wajah jeleknya dan mendengar suaranya yang melengking. Ini pagi yang sempurna untuknya...

Tapi sebuah kecelakaan yang melibatkan si kucing Galahad menyebabkan rencana berlibur Summerset batal, dan dia pun harus dirawat intensif di rumah. Ditengah hiruk pikuk kecelakaan yang menimpa Summerset, Eve menerima telpon dari Nadine reporter Channel 75 dan sekaligus temannya, yang memintanya untuk segera bertemu di Delancey dan Avenue, Nadine menduga ia mendapatkan petunjuk sebuah kasus pembunuhan yang dikirimkan oleh pembunuhnya sendiri.

Disaat Eve bergumul dengan kasus pembunuhan itu, sepotong kebenaran dari masa lalu Roarke terungkap...

“Seorang ibu akan tetap menjadi seorang ibu, makhluk tersuci yang pernah ada.”
_Samuel Coleridge

Selalu ada kesenangan sendiri ketika membaca serial In Death ini... Hubungan romantis ala Eve-Roarke ini selalu membuat hati meleleh, juga masa lalu kelam keduanya yang dibuka sedikit demi sedikit membuat perasaan campur aduk; terperangah, takjub, kasian, dan miris. Ada perasaan tersentuh membaca dua orang yang semasa kecil tak menemukan cinta, kini bersama-sama dan saling memberi dan menerima cinta...

Nah masalahnya, semakin ke sini, semakin lama membaca serial In Death ini, saya pun malah lebih fokus pada kehidupan Eve dan Roarke, serta potongan-potongan masa lalu mereka yang sedikit demi sedikit terkuak.  Kasus misteri dalam setiap bukunya malah hanya seperti pelengkap bagi saya. Semakin ke sini pun kasusnya semakin mudah untuk saya menebaknya... Kusus untuk kasus ini saya malah merasa sangat hmmm datar? Biasa? Kurang menegangkan. Fokus saya malah pada kebenaran masa lalu Roarke yang terungkap itu...

“Cinta, pikir Eve, tindakan yang didasari oleh rasa cinta, bisa menghapus bayangan kematian untuk sementara waktu, menyingkirkan kematian jauh-jauh. Inilah kehidupan, bersama pria yang mengisi hatinya.
Kehidupan, pikir Roarke, saat wanita itu memeluknya erat. Kehidupan mereka.”
_Halaman 475

Membaca buku-buku serial In Death ini secara tidak berurutan sebanarnya boleh-boleh saja, secara setiap buku mengangkat kasus yang berbeda. Tapi saya cukup syok ketika mengetahui bahwa Mavis tengah hamil! Arghhhhh... jadi pengen membeli beberapa buku sebelumnya T______T *melirik isi dompet*

Oh ia, banyaknya typo pada buku ini sungguh membuat saya kecewa. Padahal buku ini diterbitkan oleh penerbit besar... sayang sekali rasanya dan cukup membuat geram...


You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad