Noddy Membalas Budi

4:37 am


Well Done Noddy
By Enid Blyton
Copyright @ Enid Blyton
as to the text here in and Sampson Low, Marston & Co. Ltd.
as to the  artwork here in 1952
Ilustration by Beek

Noddy Membalas Budi
Alih bahasa: Indri K. Hidayat
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan pertama: Desember 1985
Cetakan kedua: Juli 1988

59 Hlm

Pagi itu Noddy sangat bahagia, ia baru saja membelikan mobilnya lampu baru. Cukup lama juga ia menabung untuk membelikan mobilnya lampu baru tersebut. Tukang susu yang datang setiap pagi  mengatakan bahwa Noddy adalah mainan yang beruntung karena mempunyai rumah mungil, mobil bagus, dan kawan sejati. Tentu saja yang dimaksud kawan sejati oleh si tukang susu adalah Telinga Lebar. Noddy pun sependapat, Telinga Lebar memanglah kawan sejatinya. Ia selalu menolong Noddy bila dalam kesusahan. Sekali-kali, Noddy pun ingin membalas budi, membalas kebaikan Telinga Lebar kepadanya.

Tak disangka-sangka kesempatan untuk membalas budi itu pun datang. Saat akan menuju rumah Noddy untuk makan siang bersama, Telinga Lebar mengalami kecelakan. Dia menabrak Pak Jumbo dengan sepedanya, kepalanya luka dan sepedanya pun hancur. Malang sekali Telinga Lebar saat itu. Noddy pun membawa Telinga Lebar ke rumahnya dan berniat merawat Telinga Lebar hingga sembuh.




Berbagai hal Noddy lakukan agar Telinga Lebar merasa nyaman dan cepat sembuh. Pak Dokter Beruang yang memeriksa keadaan Telinga Lebar berpesan kepada Noddy agar si sakit beristirahat di tempat tidur beberapa hari dan usahakan agar dia tidak terlalu banyak berfikir. Sayangnya, Telinga Lebar sangat merasa sedih atas hancurnya sepedanya. Itu sepedanya satu-satunya, saat ini dia tidak memiliki uang untuk membeli sepeda yang baru, padahal rumahnya jauh di dalam hutan. Noddy sangat ingin membantu Telinga Lebar, tapi dia pun sudah tidak memiliki tabungan lagi, uang di kotak tabungannya sudah dia belikan lampu mobil. Untungnya Noddy adalah mainan yang cerdik, ia pun beusaha mencari uang untuk membelikan Telinga Lebar sebuah sepeda...
Dapatkah Noddy mengumpulkan uang untuk membeli sepeda baru untuk Telinga Lebar?




Serial Noddy ini adalah buku favorit semasa saya kecil, buku terfavorit dari yang terfavorit pokoknya. Saking senangnaya pada buku ini dan ilustrasi di dalamnya, saya pun menggunting-guntingnya menjadi bongkar pasang (paper doll) atau hanya untuk saya tempelkan di lemari. Hiksss.... saya sebel banget dengan kenakalan saya sewaktu kecil itu, hingga banyak buku-buku semasa kecil saya tak terselamatkan.
Buku ini pun sudah terbilang sangat langka ya dipasaran? Susah sekali untuk mengoleksi buku ini kembali. Selain sepertinya Gramedia tidak lagi menerbitkannya ulang, saya pun berniat hanya mengoleksi yang covernya seperti ini. Seperti punya saya dahulu...
Sudah banyak toko buku yang saya titipi untuk mencarikan saya serial Noddy ini, dan syukurlah saya mendapat buku ini dan ketiga buku Noddy lainnya di Ku Cinta Buku

Membaca kembali Noddy membuat saya banyak bernostalgia... saya diingatkan kembali betapa saya sangat menyukai Noddy dan kawan-kawannya di Negeri Mainan. Noddy yang begitu polos dan sangat pintar membuat lagu dan menyanyikannya ^^
Ada adegan di buku ini di mana dengan polosnya Noddy menanam permen, berharap permen-permen itu segera tumbuh dan berbuah, sehingga dia dapat membelikan Telinga Lebar sepeda baru. Dengan rajin ia menyiram permen-permen tersebut >.< arghhh gemes deh pokoknya. Belum lagi sifatnya yang baik hati dan terlalu polos itu terkadang malah dimanfaatkan oleh mainan-mainan yang jahat, tapi pada akhirnya Noddy dapat mengatasinya.

Membaca kembali buku ini membuat saya jatuh cinta kembali pada Noddy...

“Siapa yang paling baik di antara kita?
Ayo kita jawab bersama!
Orangnya pemalu bertubuh kecil?
Ah, itu namanya Noddy!
Ini dia bertopi biru,
Loncengnya berbunyi sepanjang hari,
Tak henti-hentinya ia tersenyum,
Hai, si kecil Noddy!
_Lagu yang dibuat Telinga Lebar untuk Noddy


Oh ia, buku ini adalah buku ke lima dari serial Noddy dan diterbitkan tahun 1988! Lebih tua dari saya... buku ini jauh lebih tua dari saya... bayangkan ia bertahan selama dua-puluh-enam tahun! >.< Dan semoga akan tetap bertahan sampai di mana saat buku-buku ini saya wariskan ke anak saya ^^

You Might Also Like

4 comments

  1. Aku selalu suka cerita-cerita seperti ini, jadi inget masa-masa kecil yang selalu haus akan bacaan seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku-buku seperti ini memang selalu membawa kita bernostalgia ^^

      Delete
  2. heh, aku malah belum pernah denger cerita Noddy. Sepertinya menyenangkan ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah kemana aja Mas :p
      Hahahaha...
      Yup ceritanya menyenangkan ^^

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan