Kisah Dari Taman Wortel

4:22 am


KISAH DARI TAMAN WORTEL:
Cerita yang Terulang
Wortel Juara Lomba
Sulap Kelinci!
Telinga Terkulai

By Neil Connelly
Ilustrasi by Carolyn Bracken
@1996 Ottenheimer Publisher, Inc.
Baltimore, Maryland, Amerika Serikat

Edisi bahasa Indonesia diterbitkan oleh PT Tira Pustaka Jakarta

Saya selalu ingat ketika kali pertama membaca buku ini, err dibacakan buku ini lebih tepatnya si, saat itu Aba saya pulang kantor dan membawa sebuah koper kecil cantik berwarna putih dengan gambar-gambar yang langsung menarik perhatian saya. Koper putih kecil itu berisikan empat buah buku dengan warna dasar putih dengan gambar yang  mengisahkan tentang tiga kelinci kecil. Saya pun langsung jatuh hati pada ilustrasinya dan tak bosan-bosannya melihat-lihat gambar tersebut. Saya pun langsung meminta dibacakan ke empat buku ini...

Ceritanya yang memikat ditambah ilustrasi yang unyu-unyu menggemaskan  membuat buku ini menjadi salah satu benda kesayanganku, sering saya hanya membolak-balik halamannya saja, mengagumi gambar-gambar tersebut dan bertanya-tanya kapan saya bisa menggambar sebagus itu. Setelah saya dapat membaca, saya pun tak bosan berulang-ulang membaca buku ini. Kertasnya yang tebal, yang tak bisa disobek-sobek atau pun digunting-gunting, harusnya bisa menyelamatkan bukuku ini hingga saat ini, tapi entah kapan dan di mana keempat bukuku ini hilang.

Beruntungnya ketika membuka facebook saya pun melihat Buku Bekas menjual keempat buku ini, memang tanpa box-nya (kopernya, saat kecil saya menyebutnya koper), tapi tak apalah setidaknya saya bisa memiliki lagi keempat buku ini dan bernostalgia ke Taman Wortel...

Curhatnya panjang bener ya~ Hihihihihi....

Kisah Dari Taman Wortel ini sendiri berkisah tentang kegiatan sehari-hari tiga kelinci kecil; Nila, Marak, dan Cemil. Mereka bertiga bersaudara dan tinggal bersama Kakek Kelinci di Taman Wortel. Waktu kecil saya sering bertanya-tanya, mengapa ketiga kelinci ini tinggal dengan kakeknya saja? Kemana kedua orangtuanya? Kemana neneknya? Dan saat membaca buku ini kembali, saya langsung saja menyimpulkan bahwa mereka yatim-piatu dan neneknya pun telah meninggal. Padahal mungkin saja tidak seperti itu bukan?
Oh ia, berhubung keempat buku ini ceritanya singkat saja, saya akan mereview keempatnya sekaligus saja...



Dalam Cerita yang Terulang, Kakek Kelinci bercerita kepada cucu-cucunya tentang kelinci dan kura-kura. Marak si kelinci kecil menantang tetangganya, Kumban si Kura-kura, untuk berlomba lari seperti dalam cerita. Kali ini, ia ingin supaya yang menang kelinci!
Siapakah yang akhirnya memenangkan lomba lari tersebut? Marak-kah atau Kumban si kura-kura lamban?


Dalam Wortel Juara Lomba, Nila, Marak, dan Cemil mempunyai rencana untuk mengikuti lomba sayuran pada Pekan Raya Rimba. Mereka menanam wortel paling besar dari semua wortel yang pernah ada! Akan tetapi, rencana yang sangat bagus pun kadang-kadang berjalan di luar perkiraan.
Dapatkah mereka menjadi juara di Pekan Raya Rimba?

Dalam Sulap Kelinci!, berlangsunglah pertunjukan sulap yang diadakan oleh Kakek Kelinci. Nila, Marak dan Cemil yang terpesona pada pertunjukkan sulap tersebut, berusaha menemukan rahasia di balik tipuan sulap itu. Tapi tiba-tiba saja Cemil hilang dan tiba-tiba muncul lagi sebagai bintang panggung.



Dalam Telinga Terkulai, ketiga kelinci kecil sedang asik bermain petak umpet saat Kakek Kelinci datang dan memberitahukan kepada mereka bahwa adik sepupu mereka, Flora, akan datang berkunjung. Saat Flora datang, mereka terheran-heran dengan penampilan Flora yang tidak seperti mereka ataupun kelinci-kelinci yang mereka lihat. Telinga Flora panjang dan lebar, juga terkulai. Mengapa Flora berbeda? Dapatkah mereka melupakan perbedaan dan berteman?


Ceritanya yang meliputi kegiatan sehari-hari ketiga kelinci kecil ini diceritakan dengan sederhana juga memakai bahasa yang sederhana sehingga lebih mudah dipahami dan dinikmati anak-anak. Hanya saja bagi saya ketika membaca kembali buku ini, ada hal-hal yang mungkin lebih baik jika ditambahkan sehingga tidak menimbulkan banyak pertanyaan. Seperti kemana orangtua ketiga kelinci tersebut dan bagaimana cara mereka merawat wortel mereka sehingga menjadi wortel raksasa? Hal-hal yang menimbulkan pertanyaan seperti itu saya rasa ada baiknya jika diceritakan, mengingat rasa ingin tahu anak-anak itu teramat besar ^^

Ilustrasi di buku ini yang membuat saya sangat jatuh cinta... Kelinci-kelinci kecil itu digambarkan dengan sangat menggemaskan, belum lagi pakaian-pakaian mereka yang cantik-cantik, aduh gemes banget pokoknya. Dan seperti yang saya katakan di awal-awal, kertasnya yang setebal karton tentunya tak mudah bahkan sulit untuk di robek anak-anak...


You Might Also Like

8 comments

  1. waaah ini kayaknya juga buku waktu aku kecil :')))) aaakk iyaiya bener aku inget kelincinyaaa

    ReplyDelete
  2. nostalgic bangeet. waktu kecil saya juga punya bukunya :), thanks for sharing yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu kecil... sekarang bukunya udah gak ada lagi ya Mbak? >.<

      Delete
  3. aku bacain buku ini buat adekku yg waktu itu 2 tahun (sekarang udah mau 19 thn), dan dia apal semua kata2nya, jd kalo baca setengah kalimat, diterusin sama dia sampai habis :D

    ReplyDelete
  4. wah ini buku saya masih kecil. Sampai sekarang buku itu masih ada

    ReplyDelete
  5. lagi hunting bukunya nih, dulu pernah punya tapi entah dimana sekarang, dan dicari lagi susah

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan