Remember When

2:21 am


Remember When
Oleh Winna Efendi

Editor: Samira & Gita Romadhona
Proofreader: Christian Simamora
Penata Letak: Wahyu Suwarni
Desainer sampul: Dwi Anissa Anindhika

Penerbit GagasMedia

Cetakan pertama, 2011
Cetakan kelima, 2011

252 hlm; 13 x 19 cm

“Kita semua manusia-manusia yang kesepian. Butuh seseorang untuk mengisi hati yang hampa.”
_Freya. Hlm 134

Apa pun yang kau katakan, bagaimana pun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.

Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperto kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?

Lalu, saat kau berkata, “Aku mencintaimu”, aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?

“Aku mencintaimu” katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.

Moses dan Adrian adalah sahabat sedari keci, keduanya bersekolah di SMA yang sama, dan juga, kebetulan sedang jatuh cinta, untungnya bukan pada orang yang sama. Moses jatuh cinta pada teman sebangkunya, Freya. Moses pertama kali berjumpa dengan Freya ketika masa oreantasi sekolah. Saat itu namanya dan Freya disebut sebagai sepasang murid lelaki dan perempuan dengan nilai tertinggi. Sedangkan Andrian sedang naksir salah seorang teman seangkatan mereka, Anggia, yang kebetulan adalah teman Freya. Gia cukup populer di sekolah, sama seperti Adrian. Bahkan mereka berbagi loker yang sama karena tak cukupnya loker di SMA mereka. Keduanya, Adrian dan Gia sering mengecek loker mereka setiap hari senin untuk mengetahui siapa diantara mereka yang mendapatkan surat dan hadiah terbanyak dari para penggemar di minggu ini. Keduanya menjadikan hal tersebut sebagai seru-seruan diantara mereka.

Pada hari Senin yang sama, Moses dan Adrian pun menembak pujaan hati mereka. Dan pernyataan cinta mereka diterima. Bahkan dua tahun kemudian mereka tetap berpacaran dengan orang yang sama. Mereka pun sering doubledate bersama.

Ketika mama Adrian meninggal dalam kecelakaan tabrak lari, semuanya mulai berubah. Dia tidak lagi menjadi seperti Adrian yang dulu, dan dia merasa Gia tidak lagi dapat memahaminya. Dia benci sorot kasian pada mata Gia, dan merasa sangat kesepian. Dia muak dengan orang-orang yang sok tahu dengan apa yang ia rasakan, tahu apa mereka dengan kesedihan yang ia rasakan?!! Hanya satu orang yang benar-benar dapat memahaminya, orang itu adalah Freya.

“Sampai kapan pun, luka dari kehilangan seseorang mungkin nggak akan sembuh.”_Freya. Hlm 152

Oke-oke tema seperti ini memang sudah sangat sering diangkat bukan? Sering juga terjadi dikehidupan nyata. Makanya jangan sering doubledate. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal, penulis mengajak kita mengerti apa-apa yang dirasakan oleh para tokoh utamanya. Membuat kita memahami mereka dan pada akhirnya jatuh cinta pada semua tokoh tersebut.

Penulis menunjukkan dengan apik bagaimana cinta yang kau rasakan sekarang bisa berubah keesokan harinya, bahkan tanpa kau ingin melakukannya, meskipun kau merasa menjadi orang yang paling berengsek dengan keadaan itu, kau pun pada akhirnya tak bisa menepis rasa cinta yang telah hilang itu. Begitu juga saat rasa cinta itu muncul, kau tak bisa mengendalikannya, yang bisa kau lakukan hanyalah merasakannya, meskipun akan melukai dirimu sendiri dan orang-orang yang kau sayangi. Ahhh saya jatuh cinta dengan gaya penulisan dan tema yang penulis ini angkat.

Saya juga suka bagaimana ia membuat kita menyadari bahwa tak ada yang salah dalam kisah ini. Setiap orang akan berubah, yang tak berubah hanyalah perubahan itu sendiri...
Dan juga pada bagaimana penulis menggambarkan perasaan kehilangan yang Adrian rasakan, bagaimana orang-orang yang kehilangan sangat tak suka dengan sorot mata prihatin itu, sangat membenci orang-orang, yang mungkin berniat baik, bertingkah seolah-olah paham dengan apa yang ia rasakan. Rasanya itu memang menyebalkan, dan pada bagian itu sukses membuat saya menitikkan air mata. Sebetulnya banyak part di buku ini yang membuat saya menangis karena alur ceritanya dan juga karena mood saya yang memang sedang melow.

“Kenapa ya, orang-orang yang kita sayang harus pergi begitu cepat? Kenapa hidup enggak adem-ayem? Kenapa bahagia nggak bisa berlanjut lama?”_Adrian. Hlm 84


“Kalau aku sih, pasti berusaha supaya kita enggak putus. Kalau kita punya cukup komunikasi, rasa percaya, dan keinginan untuk mempertahankan hubungan ini, semuanya pasti baik-baik saja. Semua tergantung diri kita sendiri.”_Gia. Hlm 125


“Memaafkan bukan berarti kalah.”_Moses. Hlm 218

Untuk sebuah buku yang berlatarkan kehidupan sekolah anak SMA, saya mengancungkan jempol untuk buku ini. Karena tidak hanya memuat tentang cinta-cintaan masa sekolah... Karena tidak bertebaran kalimat-kalimat berbahasa Inggris... Karena menggunakan bahasa Indonesia yang baik, meskipun masih tetap memakai kata panggilan; “elo-gue”. Karena sukses membuat saya ingin lagi membaca karya Winna Efendi yang lainnya.

Di buku ini sama sekali tak ada tokoh yang antagonis, hebat ya? ^^
Dengan membacanya kau bisa bersimpati dan memahami tindakan Freya sekaligus bersimpati dan memahami tindakan Adrian, juga bersimpati dan memahami Moses, serta memahami dan bersimpati pada apa yang Gia lakukan...

“Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat di mana kita berbuat kesalahan, dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan. Tapi saat ini, aku hanya ingin mengikuti kata hati—ke mana pun ia membawaku.Dan kali ini, ia membawaku menuju cinta.”_Freya. Hlm 248

*Makasih buat @KlubBuku_Mks buat pinjaman bukunya ini ^^

You Might Also Like

12 comments

  1. “Kita semua manusia-manusia yang kesepian. Butuh seseorang untuk mengisi hati yang hampa.” part ini sudah menyentuh sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi ia loh ^^ Jadi pengen baca buku-buku Winna Efendi yang lain

      Delete
  2. ooh itu bukunya bisa dipinjam ya?

    ReplyDelete
  3. :3 aq pernah baca tapi pinjem juga x)

    ReplyDelete
  4. Ahaha sama, saya juga bacanya pinjem :D

    Btw salam kenal, kunjungi blog saya di www.adeliaayuuu.blogspot.com ya :)

    ReplyDelete
  5. *tosss ^^
    Hihihihi

    Salam kenal juga Ayu ^^

    ReplyDelete
  6. konflik di buku ini sepertinya udah pasaran ya, naksir temen sendiri, ngakak waktu jangan doubledate =))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi ia >.< banget banget banget pasarannya u.u Untung cara penuturannya keren ^^

      Delete
  7. pernah baca, endingnya pas dewasa adrian akhirnya sama freya kan? itu juga setelah seijin moses,.
    sayang ada satu adegan yang tadinya buatku novel ini bagus menjadi turun level k oke,.
    hanya pendapat pribadi sih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup!!
      Hihihi aku malah ada beberapa adegan di novel ini yang tidak terlalu saya sukai :p Salah satunya pas Moses marah-marah dan menarik pulang Freya di acara ulang tahun karena berdandan cantik >.<

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan