Aerial

11:43 am


Aerial
Oleh Sitta Karina
Sampul oleh Marcel A. W.
Ilustrasi cover: Dianing Ratri
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, Januari 2009

332 hlm; 20 cm

“Kamu familiar. Bau darahmu familiar.”
“Aku sama sekali tidak mengenalmu.”
“Kamu tahu siapa aku, Putri.”

Sadita di Putri Matahari dan Hassya sang Pangeran Kegelapan merupakan musuh bebuyutan dari dua negeri yang saling bertolak belakang; yang satu menjadikan matahari sebagi sumber hidupnya, satu lagi akan terbakar apabila terpapar langsung oleh sinarnya. Awalnya Sadira berfikir klan Kegelapan adalah sekumpulan monster sampai tanpa sengaja ia diselamatkan oleh Hassya yang berkulit pucat, tampan, dingin, seenaknya sendiri, namun memiliki sorot mata yang jujur.

Menurut ramalan kuno, apabila mereka bersatu maka kedua bangsa tersebut akan menghadapi kehancuran. Namun Hassya bertekad akan melawan apa pun yang menghadang mereka dan menjadi pelindung bagi Sadira.

Untuk mencegah kehancuran tersebut, Antya, adik Sadira, dan Linc, si kuda terbang putih, berusaha memanggil penolong dari dunia lain—Laskar dan Sashika, pelajar SMU Surya Ilmu—dunia yang hutannya tidak seindah di negeri mereka serta dipenuhi gedung pencakar langit.
Dunia yang akan mendukung cinta Sadira dan Hassya sepenuhnya.

Akhir-akhir ini, terhitung mulai Desember yang lalu, aku mulai kembali membaca buku-buku bergenre teenlith karangan penulis Indonesia. Sekedar bacaan selingan saja, kemudian dilupakan, soalnya buku seperti ini memang tidak membutuhkan waktu yang lama untuk ditamatkan. Aku cukup penasaran adakah yang pada akhirnya akan membuatku tertarik untuk mengoleksinya? Ia buku-buku yang kubaca ini memang buku pinjaman, kapok aja kalo beli dan ternyata gak suka.

Saya baru sadar sang penulis, Sitta Karina ini adalah penulis Lukisan Hujan dan Putri Hujan & Kesatria Malam. Dulu saya sangat suka membaca dua buku itu dan sangat menyukai covernya tapi itu pun sebatas meminjam punya teman. Entah bagaimana jika saya membacanya kembali, apakah masih sesuka dahulu?

Untuk buku ini saya cukup suka dengan latar dan settingan tempatnya, juga alur ceritanya. Meskipun ceritanya sangat mudah ditebak dan sama sekali tanpa ada kejutan karena saya sudah bisa menebaknya ceritanya terlebih dahulu. Tapi okoh Hassya yang cuek dan selengean itu sugguh mencuri hati juga tokoh Sadira yang pemberani yang menyukai petualangan membuat saya betah untuk terus membaca buku ini hingga akhir.

Ide cerita yang mengangkat tema fantasi ini sangat cemerlang dan tak biasa menurut saya, tak biasa menurut standar cerita yang yang umum ditulis oleh penulis Indonesia, apalagi yang mengkhususkan dirinya menulis kisah-kisah remaja. Biasanya cerita remaja di sini tak jauh dari intrik percintaan seputaran sekolah. Jadi ya saya mengancungi jempol untuk ide ceritanya, hanya mungkin sedikit di tambahkan elemen kejutan saja. Apalagi cara penuturannya dan konsep latarnya mampu membawa kita merasakan dunia tersebut. Di saat membacanya saya membayangkan berada di kedua negeri tersebut, turut serta dalam konspirasi untuk mendamaikan kedua negara itu. Saya pun mampu membayangkan sosok tokoh-tokohnya dengan jelas, seakan mereka ada di depan saya.

Saya juga setuju pada pendapat teman saya kalau part yang menceritakan tentang Jakarta sangat mengganggu buku ini, merusak malah. Bahkan kehadiran Laskar dan Sashika saya rasa tidak diperlukan pada kisah ini. Sang pengarang seakan sangat memaksakan kehadiran kedua tokoh ini yang pada akhir buku pun saya tak memahami peranan dia di cerita. Saya rasa cerita ini pun bisa berjalan tanpa kehadiran dua tokoh tak penting itu.

Tapi meskipun buku ini memiliki banyak kelemahan bagi saya, saya cukup senang membacanya. Dan saya pun merekomendasikan buku ini untuk yang menyukai genre fantasi-romance dan yang menyukai bacaan-bacaan ringan.

Terimakasih El yang telah meminjamkan bukunya...



You Might Also Like

2 comments

  1. udah lama banget baca buku ini danmau baca ulang belum kesampean --

    ReplyDelete
  2. Aku punya buku ini di timbunan dan masih dalam antrian baca. Hehe... semoga bisa cepet baca juga XD

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan