Nama Ku Gerimis

1:57 am

Perempuan itu sedang berdiri di depan jendela, menatap ke luar, pada hujan yang turun rintik-rintik. Entah pikiran apa yang berkecamuk di kepalanya, raut mukanya berganti-ganti; sedih, muram, dan mengeras tersaput amarah.  Lama ia hanya mematung menatap rintik hujan di luar sana, sebelum ia menghela nafas dan berpaling. Saat itulah lelaki itu masuk.

Tanpa kata ia menerkam perempuan itu. Menariknya menuju ranjang dan membungkam jeritanya dengan mulutnya. Tubuhnya menindihnya, mengunci segala usaha perempuan itu untuk melarikan diri. Dengan paksa ia tanggalkan pakaiannya, hingga tak ada lagi yang menghalanginya dari memuaskan nafsunya. Di luar hujan turun rintik-rintik, menjadi saksi proses awal mula terciptanya aku.

Sembilan bulan kemudian, aku pun lahir.

Nama ku Gerimis.





You Might Also Like

7 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan