Kanguru Putar Dan Dongeng-Dongeng Lainnya

3:24 am



The Clockwork Kangaroo & Other Stories
By Enid Blyton
Copyright @ 1964 Darrel Waters Limited
First published by World Distributors Ltd 1964
from Sunny Stories and Enid Blyton Magazine story texts Enid Blyton ia a Registered Trade Mark of Darrel Waters Limited.

Kanguru Putar Dan Dongeng-Dongeng Lainnya
Alih bahasa: Indri K. Hidayat
Ilustrasi sampul dan dalam digambar kembali oleh Bambang Oeban
Hak cipta terjemahan Indonesia pada Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, Desember 1990

72 hlm

Saya sangat menyukai buku-buku tua yang berhasil bertahan melalui tahun-tahun yang panjang. Entah, saya menyukai romantisme tersendiri yang saya rasakan dengan membayangkan orang-orang yang pernah memiliki buku tua yang saya pegang saat ini, membayangkan kegembiraan mereka membaca buku ini dan bertanya-tanya telah berapa kali buku ini berpindah kepemilikan hingga berada di tangan saya. Karena itu saya lumayan suka berbelanja buku-buku bekas. Tentunya yang kondisinya masih layak baca.

Buku Kanguru Putar Dan Dongeng-Dongeng Lainnya ini adalah buku bekas yang kesian kalinya saya beli. Bayangkan buku ini diterbitkan tahun 1990!!! Buku ini bertahan dua-puluh-tiga-tahun dengan kondisi yang sangat baik. Saat membacanya saya banyak membayangkan berapa anak kecil yang pernah memiliki buku ini, berapa yang membacanya sendiri, dan berapa yang dibacakan ibunya ketika akan tidur?


Buku ini sendiri berisi enam buah dongeng yang ringan tetapi memiliki nilai moral khas cerita anak-anak. Cerita pertama dibagi menjadi dua bab, Queenie si Tukang Bertengkar dan Pengalaman Aneh Queenie, berkisah tentang Queenie, seorang anak perempuan yang sangat suka bertengkar. Dia selalu menginginkan apa yang dimiliki oleh anak-anak lain dan marah ketika ia tidak di beri. Suatu hari dia dan saudara-saudaranya beserta anak-anak tetangga pergi berpiknik. Dan mudah di tebak Queenie pun berbuat keributan, semua anak diajaknya bertengkar. Keributan itu pun membuat peri-peri yang tinggal di tengah hutan datang mencari tahu apa yang mengganggu kedamaian tempat tinggal mereka. Mereka mengintip di balik pohon, menyaksikan kenakalan Queenie. Karena kesal dengan tingkah Queenie, anak-anak lain pun meninggalkannya seorang diri. Kasian Queenie, saat berniat pulang dan mengadukan “kenakalan” anak-anak lainnya kepada ibunya dia malah tersesat di hutan. Beberapa peri mengikutinya dan mengajaknya ke sebuah tempat yang menurut mereka pantas untuk anak-anak nakal seperti Queenie~ Senangkah Queenie dengan tempat tinggalnya sekarang?

“‘Kami tak tahu di mana rumahmu,’ sahut peri-peri tadi mendekatinya. ‘Tapi, kami tahu tempat yang paling cocok buatmu. Mau ke sana?”
_hlm 13


Cerita kedua, Jambangan Merah Jambu, berkisah tentang Pak dan Bu Cekcok yang pergi ke Pasar Malam. Di sana mereka bermain lempar gelang berhadiah. Beruntung, Bu Cekcok memenangkan sebuah jambangan bunga berwarna merah jambu yang sangat cantik. Sesampai di rumah, Pak dan Bu Cekcok malah bertengkar tentang dimana seharusnya mereka meletakkan jambangan itu. Dapatkah Pak dan Bu Cekcok menemukan kata sepakat? Dimanakah mereka akan meletakkan jambangan itu?

Cerita ketiga, Sepatu yang Bisa Bicara, berkisah tentang Jennifer yang berjalan pulang-pergi ke sekolahnya. Jarak yang dia tempuh dengan berjalan kaki itu cukup jauh. Terkadang jika hari hujan ia memakai jas hujan, jika cuaca dingin ia memakai mantel, dan jika cuaca panas ia memakai topi lebar di kepalanya yang mungil. Suatu hari cuaca sangat nyaman, matahari bersinar cerah. Jenifer mengenakan mantel pendek, sepatu tali, dan topi sekolah dan berjalan dengan riang menuju sekolahnya. Sialnya, tiba-tiba hujan turun dengan deras, Jenifer pun berteduh di bawah pohon. Dan ketika hujan berhenti, dia pun berlari-lari menuju sekolahnya, kurang hati-hati ia menginjak kubangan dan sepatu beserta kaus kakinya pun basah dan kotor. Dengan sedih ia pun melanjutkan perjalanannya. Saat melewati gubuk mungil berwarna kuning ia di sapa oleh nenek baik hati yang tinggal di sana. Melihat keadaan sepatu Jenifer yang basah dan kotor ia pun iba dan meminjamkan sepatunya, syukurlah kaki si nenek yang baik hati kecil, jadi sepatunya maut di kaki Jenifer. Sebelum Jenifer melanjutkan kembali perjalannya menuju sekolah, si nenek yang baik hati berpesan kepadanya agar tidak nakal selama di sekolah, jika Jenifer nakal, ia bisa menyesal. Sayangnya Jenifer bukanlah anak yang manis, ia sering menjahili teman-temannya dan malas berusaha menyimak pelajaran ataupun mengerjakan tugas-tugas yang Ibu Guru berikan~ Apa yang kemudian terjadi kepada Jenifer? Menyesalkah ia menjadi anak yang nakal?


Cerita keempat, Kanguru Putar, berkisah tentang mainan-mainan seorang anak laki-laki yang bernama Jackie. Setiap malam mainan-mainan itu menjadi hidup dan bermain dengan gembira. Hingga suatu hari mainan Kanguru Putar datang. Kanguru Putar sangat suka melompat, tapi tidak hanya melompat, ia suka mengagetkan mainan-mainan lain dengan menjatuhi badan mereka. Mainan-mainan lain pun berniat memberi pelajaran pada Kanguru Putar, pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan. Pelajaran seperti apa yang diberikan mainan-mainan lain? Dapatkah Kanguru Putar menyadari kenakalannya?



Cerita kelima, Gagasan Bagus Si Peter, berkisah tentang empat orang anak yang menghabiskan liburan panjang mereka di sebuah desa. Mereka menghabiskan waktu dengan bermain-main di ladang dan di hutan, membantu memberi makan ayam dan bebek, memperhatikan anak-anak babi tumbuh menjadi babi gendut, menghitung domba di padang agar tak ada yang menyelinap ke luar pagar, memandangi anak-anak kambing mungil yang sering melompat-lompat mengitari induk mereka, dan membantu memetik buah prem dan apple. Ketika musin dingin tiba, tidak ada lagi pekerjaan yang bisa mereka lakukan, mereka pun menjadi sangat bosan. Hingga Peter mengajukan sebuah gagasan yang sangat cemerlang pada Pak Tani. Apa gagasan Peter itu? Sehingga mereka berempat dapat melewati musim dingin dengan gembira?


“‘Bagus!’ Kata Pak Tani. ‘Tapi, rasanya aku mesti menghadiahi kau atas gagasanmu yang hebat. Kalian boleh mengambil dan memakan apel, seorang dua buah sehari. Apelku cukup banyak. Kalau kalian pilihi dengan baik setiap minggu, bisa dipakai buat memberi makan sekompi tentara. Kalian boleh memilih apel yang terbagus dan tersegar buat kalian sendiri! Anak-anak yang jujur dan bisa dipercaya mesti diberi penghargaan!’”
_hlm 65

Dan cerita terakhir, Kejutan Untuk Millicent Mary, berkisah tentang gadis kecil bernama Millicent Mary yang mempunyai sebuah kebun yang selalu dirawatnya sendiri. Di awal musim semi, bunga yang pertama kali muncul adalah bunga tetes salju yang seperti sebuah lonceng mungil berwarna putih. Millicent Mary sangat menyukai bunga itu. Sayangnya bunga yang seperti lonceng itu tidak dapat berbunyi kelentang-kelenting seperti lonceng kecil. Seharusnya bisa menurut Millicent Mary, tapi meskipun setiap hari ia menggoyang-goyangkan bunga itu tetap tidak mengeluarkan bunyi. Suatu hari dia menolong seorang peri yang ceroboh, dia merawat peri itu hingga sembuh, dan peri itupun berniat mengabulkan satu permintaan Millicent Mary. Apa yang diminta Millicent Mary?

Untuk saya yang memiliki sosok Gadis Kecil yang tak pernah pergi, semoga tidak akan pernah pergi, saya sangat menyukai dongen-dongen yang diperuntukkan oleh anak kecil. Apalagi dongeng-dongeng ini adalah karangan Enid Blyton, salah satu penulis favoritku sedari belum dapat membaca, sedari hanya menikmati dongeng dari yang dibacakan orangtuaku. Dan dari enam dongen yang terdapat di buku ini, saya sangat suka Queenie si Tukang Bertengkar & Pengalaman Aneh Queenie, Gagasan Bagus si Peter, dan Kejutan Untuk Millicent Mary.

Saya pun sering memperhatikan buku-buku terbitan lama, yang rata-rata seumuran saya, jarang bahkan tidak pernah saya dapati memiliki kesalahan penulisan. Terjemahannya pun bagus, mudah untuk dipahami, dan bahasa yang digunakan begitu mengalir. Tapi di buku ini entah mengapa penerjemah malah memilih menggunakan “musim rontok” bukannya “musim gugur” yang sering digunakan. Aneh saja bacanya menurutku.

Tapi dari segi ilustrasi saya kurang menyukainya. Jelek saja menurut saya ^^V

You Might Also Like

1 comments

  1. wah dongeng yah, baru baca dan denger dongengnya :D

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan