Not Just A Witch

12:54 am



Not Just A Witch
By Eva Ibbotson
Copyright @ Eva Ibbotson 1989
Ilustrations by Kevin Hawkes
Copyright @ 2003 by Kevin Hawkes
All rights reserved

Bukan Sembarang Penyihir
Alih bahasa: Indah S. Pratidina
Hak cipta terjemahan Indonesia: PT. Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan pertama kali oleh:
Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta, Agustus 2003

221 hlm

“Saat kau mencintai seseorang, sedih rasanya berfikir bahwa mereka akan pergi dan tinggal jauh darimu.”
_hlm 151

Heckie bukan sembarang penyihir, dia penyihir hewan yang berniat menjadikan dunia tempat yang lebih baik. Heckie dan sahabatnya, Dora si penyihir batu, bersumpah akan bahu-membahu berbuat kebaikan dan menumpas kejahatan. Tapi pertengkaran konyol lalu memisahkan keduanya.

Heckie bertekad meneruskan cita-citanya, walaupun tanpa Dora. Dia pindah ke kota Wellbridge dan membentuk Kelompok Pemburu Kejahatan yang anggotanya anak-anak serta para penyihir. Dengan bantuan nagcing, detektor kejahatan yang bertubuh separo naga dan separo cacing. Kelompok ini berhasil meringkus para penjahat dan mengubah mereka menjadi hewan.

Bahagiakah Heckie setelah cita-citanya tercapai? Ternyata tidak, karena Hackie masih merindukan sahabatnya, Dora. Hackie begitu bersyukur ketika Mr. Knacksap yang tampan menawarkan diri untuk mendamaikan mereka. Heckie sama sekali tak menduga bahwa Mr. Knacksap sebenarnya berniat mengadu domba mereka demi kepentingannya sendiri!

“Tapi tak ada yang terasa benar-benar mengasyikkan kalau kau kesepian, bahkan tidak juga berbuat baik.”
_hlm 84

Apakah kepentingan tersembunyi Mr. Knacksap?
Dapatkah Heckie dan Dora bersahabat seperti dahulu lagi?

Perselisihan Heckie dan Dora
2003 adalah saat pertama kali saya melihat buku-buku karangan Eva Ibbotson yang berjejer cantik di rak buku Gramedia, saat itu saya sudah sangat tertarik untuk memilikinya. Sepintas membaca sinopsis di belakang buku-buku karangan Eva Ibbotson ini, saya pun menyadari bahwa dalam setiap penulisannya itu, ia selalu berkisah tentang penyihir. Dan mungkin karena saat itu sedang demam Harry Potter, maka saya menduga Gramedia banyak menerbitkan buku-buku seperti ini, buku-buku tentang penyihir. Tidak butuh waktu yang lama buku-buku ini pun menghilang dari rak-rak buku Gramedia, hinggah sekarang. Beruntung, saya menemukannya di sebuah toko buku online, Buku Moo, yang meskipun ini buku bekas tapi kondisinya lumayan masih bagus. Dan tentunya saya bisa segera membaca buku ini...

Buku ini cukup menghibur saya ketika membacanya. Eva Ibbotson menggambarkan penyihir-penyihir di buku ini dengan selera berpakaian yang lucu beserta tingkah-tingkah yang unik, aneh bin ajaib. Mulai dari kumis, jerawat, tahi lalat, kutil, hinggah topi berhiaskan ular, silih berganti menjadi tren fashion dikalangan penyihir ciptaannya. Belum lagi tingkah laku mereka yang terkadang rasanya sama sekali tidak berguna, penyia-nyiaan bakat yang mereka miliki, tapi menggelikan. Contohnya Mr. Gurgle, seorang penyihir yang menghabiskan waktunya untuk mencoba menciptakan keju yang dapat berjalan sendiri. Kalau dipikir-pikir apa gunanya si keju yang dapat berjalan? Bayangkan suatu pagi ketika kau ingin sarapan dan tidak mendapati kejumu di lemari, mungkin ia sedang berjalan-jalan menemui pemanggang roti, atau sedang kencan dengan botol selai!?? Bukankah akan menyebalkan?!! Hihihi maaf ya saya jadi kebanyakan menghayal setelah membaca buku ini. Okeh lanjut...

Saya sangat menyukai tokoh-tokoh di dalam buku, ya kecuali mungkin para penjahatnya, yang teramat keji. Sosok Hackie yang penyayang binatang, yang selalu berfikiran positif, dan berusaha mencari kebaikan seseorang  membuat saya turut menyayangi penyihir yang satu ini. Meskipun tentunya saya tidak menyukai selera berpakaiannya dan sama seperti Sumi, saya kurang setuju dengan tindakannya merubah manusia menjadi hewan, bahkan jika manusia itu adalah seorang penjahat. Entahlah... rasanya tidak benar saja.

“Tentu saja merampok bank itu salah, tapi di bank kan masih ada banyak uang.”
_Hackie
Nagcing

Kelompok Pemburu Kejahatan

Hackie, Daniel & Dora

Lalu ada Daniel, bocah lelaki yang kesepian karena kesibukan kedua orangtuanya dan tuntutan keduanya padanya untuk nilai-nilai sempurna yang harus ia dapatkan, membuatnya menjadi seorang yang pemurung. Untungnya ia memiliki sahabat yang bisa menghiburnya, Joe yang seperti monyet kecil yang ayahnya bekerja di kebun binatang Wellbridge, Sumi yang lembut, penyabar, dan pintar tapi tidak pernah pamer dan tentu saja Heckie yang telah dia anggapnya sebagai Ibu sendiri. Bersama, mereka dan beberapa penyihir lainnya menjelma semacam pahlawan pembela kebenaran dan menghukum manusia-manusia yang sangat jahat. Heroik dan menggelikan :p Tidak tahu mengapa saya sangat geli membaca cerita di buku ini~

Dan ya, seperi buku anak-anak kebanyakan, buku ini pun memuat banyak nilai moral. Seperti apa yang kau anggap menyenangkan dan baik, belum tentu akan terasa menyenangkan dan baik untuk orang lain. Juga tidak semua “penjahat” itu jahat, mungkin ada alasan mengapa dia berbuat jahat atau mungkin dia diliputi emosi sesaat yang membuatnya melakukan kejahatan itu, tapi mereka tidaklah betul-betul jahat, tapi ada juga orang yang betul-betul jahat diluar sana yang melakukan kejahatan untuk menguntungkan dirinya sendiri dan dengan kesadaran penuh melakukannya. Bahwa persahabatan adalah hal yang sangat berharga dan jangan malu meminta maaf dan memberikan maaf.
Ahhh ya ada satu penemuan seorang penyihir di buku ini yang menurut saya sangat keren, apalagi jika digunakan di Indonesia sebagai alat transportasi ramah lingkunga dan murah. Penyihir itu menciptakan balon udara dengan bahan bakar omong kosong para politisi!!! Keren bukan??!! Mengingat omomg kosong para politisi bertebaran di sini....

You Might Also Like

2 comments

  1. selalu seneng tiap liat buku anak yang banyak ilustrasinya kayak gini. (‾⌣‾)

    ReplyDelete
    Replies
    1. *Tosss* Ini kelebihan buku anak ya XD hehehehe

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan