Kebun, Foto dan Cerita Campur Aduk

4:08 am

Selepas sholat Ied tentunya kami segera pulang ke rumah dan bersantap hidangan lebaran yang cukup istimewa; dua macam olahan ayam yang tidak saya ketahui namanya, ketahuan banget ya gak tau masak, ketupat serta buras. Anehnya, tante saya kali ini melupakan membuat lombo'. Padahal makanan tanpa ada pedis-pedisnya bagai sayur tanpa garam di lidah kami, hambar. Tapi yasudahlah, syukuri apa yang ada, masih ada lombo' botol cap ABC.

Setelah itu saya beranjak ke tempat tidur. Ia tidur! Insomnia saya membuat ku baru tertidur ketika mesjid-mesjid mulai berbunyi, sekitar setengah lima dan saya dibangunkan setengah enam untuk bersiap sholat Ied. Kurang lebih saya hanya tidur sejam-an. Saya baru terbangun ketika dia menelpon. Ah, saya sempat terbangun ketika orang rumah mulai grasa-grusu mau menyembelih kambing, berhubung saya tidak tertarik melihat hewan apapun disembelih makan si doyan saya memilih melanjutkan memejamkan mata. Dia menelpon karena akan segera menjemputku untuk berkunjung ke rumah calon mertuaku, orangtuanya.

Sudah menjadi kebiasaan selama enam tahun kami bersepakat bersama itu, tiap hari lebaran, sekitar siang hari, dia akan menjemputku untuk ke kebun. Berhubung di rumah saya biasanya memang tertinggal sendiri ketika yang lainnya berkunjung ke rumah mertua masing-masing. Jadi ya saya pun senang-senang saja ^^ Apalagi saya sukaaaa sekali berada di kebun!!!

Perjalanan dari Makassar ke Bili-bili kali itu terbilang cepat, hanya tiga-puluh-menit kami sudah sampai di kebun. Kondisi jalanan yang baru saja selesai diperbaiki yang menjadi penyebabnya. Mulus... motor yang kami kendarai jalannya pun wus-wus, tak takut akan nyungsep ke dalam lubang.

Sesampai di sana, ya tentunya sungkeman dan cerita-cerita. Sama saja seperti tahun-tahun yang lalu ^^ Dan ya, selanjutnya saya akan lebih banyak bercerita dengan foto, lagi malas bercerita dengan kata-kata.
*****
Saya memperhatikan bunga-bunga anggrek Mace sedang berbunga dengan indahnya. Saya pun tetiba merasakan perasaan rindu pada sesosok perempuan lain yang juga sangat menyukai memelihara anggrek. Yang mewariskan perasaan cinta pada tanaman kepada saya, meskipun saya belum berani untuk memelihara bunga anggrek sendiri.


Dari semua bunga anggrek yang sedang bermekaran itu, empat jenis ini yang sangat menarik perhatianku. Saya tak bosan-bosannya memandanginya, mengamati setiap helai kelopaknya dan menghidu aroma semerbak yang keluar dari setiap helainya. Ahhh... saya menyukai bunga yang satu ini, sangat.







Dan saya dibuat terpukau pada sesisir pisang yang tergantung di bale-bale, yang ukurannya teramat besar. Ketika saya menanyakan jenis pisang ini kepadanya, dia dengan sotoy mengatakan pisang ini jenis pisang raja. Untungnya Pace mendengarnya dan segera mengoreksi jawaban sotoy-nya. Pisang ini adalah pisang tanduk... Pernahkah kalian melihat pisang sebesar ini?


Dan pernahkah kau berfikir mengapa setiap mahluk ketika masih kecil sangat lucu dan imut? >.<
Banyak anak ayam yang baru saja menetas di kebun saat itu. Saya pun tak tahan untun tidak menyentuh salah satunya~


Dari bale-bale di bawah rumah, tempat kami berkumpul saya sudah dapat melihat pohon-pohon rambutan yang telah memilki buah-buah kecil berwarna hijau. Saya pun membayangkan ketika buah rambutan itu telah tumbuh besar dan berwarna merah. Akan sangat indah pastinya, dan saya juga akan puas menyantap rambutan.



Dan ketika hari semakin siang, saya pun memilih tidur kembali. Karena udara terbilang lumayan panas, saya memilih tidur di bale-bale di bawah rumah saja, dimana angin sepoi-sepoi konsisten bertiup. Membuat mata saya terpejam nyenyak hingga beberapa waktu. Saya terbangun ketika hari telah sore, dan berniat berjalan-jalan di sekitaran kebun. Membakar kalori ._. Tapi sebelumnya saya harus membangunkan dia, saya sedang tidak ingin berjalan-jalan sendiri... Disela-sela membangunkan dia, saya sempat memotret figure tokoh One Piece favorit saya beserta dua figure kapal bajak laut Luffy milik keponakannya. Keponakan ku.



Berjalan-jalan mengelilingi kebun adalah ritual tersendiri ku setiap bertandang ke sini. Sekedar melihat-lihat, memotret sana-sini dengan kamera poketku, dan memanen hasil kebun untuk saya bawa pulang. Hahahah saya suka sekali yang satu itu, memanen. Saya juga menyukai mengamati senja dari jembatan yang menyambungkan dua kebun yang terpisah oleh sungai.

Sayang lengkeng ini masih kecil >.<


Hanya tanaman cabe ini yang setiap saya datang selalu di penuhi buah.




Saya mendapati sungai mengering hari itu. Mungkin karena telah memasuki musim kemarau maka sungai itu pun mengering. Entah hal gila apa yang membuatku menyusuri jalur sungai itu, mungkin saya akan terus menyusurinya jika tidak ia larang. Otak penghayal saya merasa ada sebuah kerajaan peri di ujung sungai itu yang akan menyambutku jika saya terus melangkah menyusuri jalur sungai itu.

Biasanya tanah ini akan di penuhi air yang mengalir terus hinggah ke lautan

Dan hari mulai menggelap, saya pun menyempatkan memfoto bunga-bunga rerumputan, menemukan tanaman bawang merah yang sedang berbunga dengan indah dan tentunya memanen jagung sebelum hari betul-betul gelap....


Tanaman bawang merah yang sedang berbunga

Tampak dekat

Sumpah ini berat ._.

Hmmmm... Bakalan diolah jadi apa ya?



You Might Also Like

8 comments

  1. onepiecenya sama tuh kayak di kamar gw :)

    ReplyDelete
  2. Jadi rindu kampungku yang yang dekat hutan tempat nenekku berada, banyak tanaman tumbuh, banyak buah-buahan didapat dan kesegaran udaranya top abis.
    Mba dwee ini buat ngiri aja :(

    ReplyDelete
  3. ngomong2 lebaran kapan ini? seru ya kalo makan buah kalo metik langsung dari pohonnya. anggreknya juga bagus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini pas lebaran Idul Adha yang barusan ^^ Baru sempat aja di posting. Ia rasanya entah mengapa jadi beda!!! Hahaha~

      Delete
  4. Menyenangkan sekali berada disana ^^
    Foto-foto yang bagus kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Ti ^^
      Hihihi ia senang sekali tiap kesana :)

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan