Tentang Senja

2:30 am

Seperti apa rupa Senja?
Ketika ia menanti Fajar yang melenyapkannya, membuatnya tiada.
Ketika ia merindukan yang tidak akan pernah ia temui?

Mungkinkah ia, saat perlahan tenggelam di batas cakrawala,
memerahkan langit dengan duka dan sedihnya?
Dalam diam mengetahui dan mengerti bahwa sejatinya tidak akan pernah bersua dengan Fajar.
Hingga akhir dunia?
Atau akhir segalanya?

Tapi, bukankah manusia-manusia itu memuja dukanya?!!
Menjadikannya inspirasi,
menjadikannya puisi,
mengabadikannya dalam selembar foto, mungkin juga lukisan.
Yang berkisah tentang senja yang sekejap, namun abadi.

Dan ketika Fajar muncul, menyingkap bayang-bayang kegelapan,
adakah ia menemukan jejak senja di ujung cakrawala sana?
Ataukah sekedar tahu, bahwa di sudut sana ada sesosok Senja?
Mungkinkah ia merindu da memimpikan Senja sepertinya?

Ataukah ia tidak cukup peduli?
Bukankah ia terlalu sibuk menerima pujaan manusia-manusia itu?
Lalu buat apa memikirkan apalagi merindukan yang tidak akan pernah ia temui?

_Makassar 23 September 2013
Ditulis saat rehat sejenak dari menyulam dan mengikuti #puisisenja di grup Klub Buku Indonesia

You Might Also Like

9 comments

  1. senja tak selalu menyedihkan, senja juga dapat menjadi pertanda hari baru akan tiba.... :D senja hari ini di Kota Malang terlihat begitu berwarna...

    ReplyDelete
  2. Yandi: Makasih ^^

    Izza: Senja memang indah bagi manusia, tapi tidak ada yang tahu bagaimana perasaan Senja-kan? ^^

    Ayas: :3

    ReplyDelete
  3. Sering bolak balik di blog ini nih :3

    ReplyDelete
  4. Andre: Wow senangnya ada yang sering mampir ^^ hehehe

    ReplyDelete
  5. terima kasih telah menyingkap sedikit "Tentang Senja" yang belum kusadari

    ReplyDelete
  6. Lina: terimakasih juga sudah menyempatkan diri mampir dan membaca tentang senja ^^

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad