Rembulan Tenggelam di Wajahmu

11:40 am



Rembulan Tenggelam di Wajahmu
By Tere Liye
Desain cover: Eja-creative l 4
Penerbit Republika
Jakarta, 2009

Cetakan VIII, Januari 2012

426 hlm, 20,5x13,5 cm

“Tahukah kau? Semua orang selalu diberikan kesempatan untuk kembali. Sebelum maut menjemput, sebelum semuanya benar-benar terlambat. Setiap manusia diberikan kesempatan mendapatkan penjelasan atas berbagai pertanyaan yang mengganjal hidupnya...
Ada yang mendapatkan kesempatan itu dari buku-buku. Dari penjelasan orang-orang disekitarnya. Dari apa-apa yang terukir di langit, tergurat di bumi atau yang tergantung di antaranya. Dari apa saja. .......
Kau tahu Ray, banyak mereka yang tidak menyadari kalau penjelasan itu sudah datang... Mungkin karena mereka terlalu dibutakan oleh kehidupan itu sendiri. Mungkin karena mereka tidak pernah memiliki kemampuan untuk menggapai penjelasannya. Mungkin juga karena mereka terlalu berharap penjelasan itu datang dengan amat fantastis. Dalam banyak hal, banyak kasus, penjelasan itu justru datang dengan sederhana.”
_hlm 42

Tutup mata kita. Tutup pikiran kita dari carut-marut kehidupan. Mari berfikir takjim sejenak. Bayangkanlah saat ini ada satu malaikat bersayap indah datang kepada kita, lantas lembut berkata: “Aku memberikan kau kesempatan hebat. Lima kesempatan untuk bertanya tentang rahasia kehidupan, dan aku akan menjawabnya langsung sekarang. Lima pertanyaan. Lima jawaban. Apakah pertanyaan pertamamu?”

Maka apakah kita akan bertanya: Apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup? Apakah makna kehilangan?

Ray, tokoh utama dalam kisah ini, ternyata memiliki kecamuk pertanyaan sendiri. Lima pertanyaan sebelum akhirnya dia mengerti makna hidup dan kehidupannya.

Siapkan energi anda untuk memasuki dunia “fantasi” Tere Liye tentang perjalanan hidup. Di sini hanya ada satu rumus: semua urusan adalah sederhana. Maka mulailah membaca dengan menghela nafas lega.

Ini buku kedua Tere Liye yang saya baca, buku pertama adalah Hafalan Sholat Delisa. Saat itu saya masih duduk di kelas dua SMA saat pertama kali membacanya, saya langsung terhanyut pada keindahan bertutur Tere Liye dan kisah pada buku itu. Begitu lama baru saya membaca lagi tulisan Tere Liye ini, saya kembali diingatkan betapa saya sangat menyukai novel Hafalan Sholat Delisa itu dan berfikir mengapa saya bisa sampai melupakan pengarang ini? Mengapa saya tidak mengoleksi buku-bukunya seperti saya mengoleksi buku-buku Tasaro GK?!! Kemana saja saya selama ini??? ._. Dan ya saya jatuh hati pada pengarang ini dan bertekad untuk mengoleksi bukunya!!!

Dalam segi cerita, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu mengingatkan saya kepada A Christmas Carol-nya Charles Dickens dan The Five People You Meet in Heaven-nya Mitch Albom. Tentunya kisah di buku ini tidak persis sama dengan kedua buku yang saya sebutkan tadi, kesamaannya terletak pada perjalanan spiritual yang Sang Tokoh jalani demi mengerti arti kehidupannya. Menyentuh melihat bagaimana Sang Tokoh diajak melihat hal-hal yang ia lakukan di masa lalu dan apa akibat dari tindakannya di masa lalu itu. Bagaimana dalam perjalanan itu, Sang Tokoh mengerti bahwa tak ada yang sia-sia di dunia ini dan hidup itu adil.

“Ray, kehidupan ini selalu adil. Keadilan langit mengambil berbagai bentuk. Meski tidak semua bentuk  itu kita kenali, tapi apakah dengan tidak mengenalinya kita bisa berani-beraninya bilang Tuhan tidak adil? Hidup tidak adil?”
_hlm 172

Adalah Ray, seorang milyuner yang sedang terbaring sekarat di sebuah rumah sakit, tiba-tiba terbangun dalam keadaan sehat di sebuah terminal dan bertemu dengan seorang lelaki dengan senyum yang hangat. Dia tidak mengenal dan mengetahui siapa lelaki itu dan apa urusannya dengan dirinya, tetapi lelaki itu mengetahui Ray dan mengajak Ray menempuh kilas balik kehidupannya. Dalam perjalanan kilas balik kehidupan itulah, pertanyaan-pertanyaan yang terus berkecamuk dalam hidup Ray memperoleh jawabannya.

“Waktu itu kau sering bertanya mengapa Tuhan memudahkan jalan bagi orang-orang jahat? Mengapa Tuhan justru mengambil kebahagiaan dari orang-orang baik? Itulah bentuk keadilan langit yang tidak akan pernah kita pahami secara sempurna. Beribu wajahnya. Berjuta bentuknya. Hanya satu cara untuk berkenalan dengan bentuk-bentuk itu. Selalulah berprasangka baik. Aku tahu kata-kata ini tetap saja sulit dimengerti. Aku sederhanakan bagimu, Ray, maksudnya adalah selalulah berharap sedikit. Ya, berharap sedikit, memberi banyak. Maka kau akan siap menerima segala bentuk keadilan Tuhan.”
_hlm 201

Saya sangat menyukai buku ini dan mengamini pendapat-pendapat Tere Liye di dalam buku ini. Rasanya menyenangkan membaca tulisan penulis Indonesia dengan cerita yang berbeda dari topik-topik umum tulisan penulis Indonesia lainnya, yang kebanyakan hanya seputar percintaan “murahan” dua anak manusia.

Betapa cerdas rasanya sang pengarang meramu cerita ini. Betapa cerdik ia menghadirkan sosok Nabi Khaidir, sososk mistis ini dalam bukunya. Dan ia menggambarkan bahwa hal sederhana, ketulusan yang tanpa pamrih memuji Tuhan, memuji ciptaannya, tanpa embel-embel keinginan mendapatkan pahala dan surga, sejatinya adalah hal yang sangat Tuhan perhitungkan. Ahh ya, sayangnya adegan pendekatan Ray terhadap (calon) istrinya sangat india, saya mengingat adegan serupa pada film bolywood Mohabbattein. Sangat tidak orisinil, terkesan mencuri ide pada film itu.

“Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan maka itu saatnya kau harus melihat ke atas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa hidupmu menyenangkan dan selalu merasa kurang dengan semua kesenangan maka itulah saatnya kau harus melihat ke bawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu, kau akan selalu pandai bersyukur.”
_hlm 416

“Kenapa kau sampai mendapatkan kesempatan perjalanan mengenang masa lalu. Kenapa kau berhak mendapatkannya? Itu semua karena rembulan.”

Saya merekomendasikan buku ini untuk orang-orang yang menyukai bacaan berbobot yang mungkin mencari jawaban pertanyaannya tentang kehidupan ^^

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad