Puasa Kedua-puluh-tujuh: Pertanyaan Lainnya

6:12 am


Katanya ia ingin mencintai seperti laron yang mencintai api, membiarkan dirinya terbakar hingga menjadi tiada.
Katanya ia ingin melenyapkan ke-aku-an demi menyatu dengan Sang Kekasih, mencapai moksa~

Ketika aku itu terlalu sulit untuk ia lenyapkan, bahkan terlalu sulit untuk ia kurangi.
Melayani pun adalah pekerjaan jarang yang ia lakukan. Ia selalu menghitung apa untung yang ia dapatkan itu, apa timbal baliknya untuknya. Seberapa besar pahala yang akan ia dapat. Ia sibuk menghitung.
Dan apakah pada akhirnya ia beribadah hanya untuk pahala? Untuk tabungan di akhirat?
Untuk jaminan di akhirat nanti, dia akan mendapat tempat di surga?

Lalu bagaimana dengan Sang Kekasih? Tidakkah ia melakukan segalanya untuk bertemu dengan-Nya? Mendapat keridaannya?
Untuk apa sebenarnya segala ibadah yang ia lakukan?

You Might Also Like

2 comments

  1. selamat hari raya idul fitri kak :)
    mohon maaf kalo pernah ada salah :)

    ReplyDelete
  2. Selamat hari dul fitri juga ^^ mohon maaf lahir batin ya :)

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad