Puasa Kedua-puluh-sembilan: Kisah Malam Takbiran

1:34 am


Allah Huakbar Allah Huakbar...
Allah Huakbar...
Laailahaillallah Huakbar...

Gema takbir mulai terdengar,
bersahut-sahutan dari satu menara mesjid ke menara mesjid lainnya.
Setelah hilal yang dinanti-nanti mulai menampakkan dirinya, sebagai pertanda bergantinya Ramadhan ke bulan Syawal.

Waktunya berpesta, merayakan sebuah hari kemenangan. Hari yang telah kita nantikan, hari yang fitri.
Ada yang menghamburkan uangnya dengan menyalakan petasan yang mengalahkan suara takbir dengan letupannya. Ada juga yang menyalakan kembang api, menceriakan malam dengan warna-warninya yang gemerlap di atas sana. Menantang bintang. Hanya sekejap, yang tertinggal cuma asap dan bau hangus beserta telinga yang berdenging.

Allah Huakbar Allah Huakbar...
Allah Huakbar...
Laailahaillallah Huakbar...

Di rumah-rumah yang tidak ditinggal penghuninya mudik, mulai sibuk mempercantik diri. Semuanya serba baru; cat di dinding, prabotan-prabotan yang mengkilap. Juga semerbak bau harum masakan menguar dari rumah-rumah itu. Ketupat, burasa, gogos, sambel goreng, toppa' lada, opor ayam, rendang, konro dan makanan-makanan mewah yang mungkin hanya sekali setahun di masak di beberapa rumah tersebut. Belum lagi, kue-kue kering yang diletakkan di toples-toples cantik mulai di tata sedemikian rupa di meja-meja yang dilapisi taplak yang juga cantik. Anehnya, meskipun setiap tahun di bulan Ramadhan hingga akhir Ramadhan harga-harga kebutuhan pokok meroket naik, tapi selalu saja ada rejeki untuk setidaknya sedikit saja bermewah-mewah. Ini mungkin kemudahan yang Sang Kekasih beri kepada kita~

Allah Huakbar Allah Huakbar...
Allah Huakbar...
Laailahaillallah Huakbar...

Pawai mobil-mobil hias takbiran mulai lewat. Berlarian anak-anak, bahkan orangtua berjejalan di pinggir jalan menyaksikan pawai tersebut. Dengan girang tangan melambai-lambai, bibir tersenyum cerah. Tak kuasa hati mengikuti bertakbir, memuja kebesaran Yang Maha Besar sambil mengucapkan syukur yang teramat dalam atas kesempatan melalui satu bulan lagi Ramadhannya.

Allah Huakbar Allah Huakbar...
Allah Huakbar...
Laailahaillallah Huakbar...

Keluarga-keluarga berkumpul bersama, dipersatukan sebuah hari yang fitri~

Allah Huakbar Allah Huakbar...
Allah Huakbar...
Laailahaillallah Huakbar...

Sebentara itu, suara petasan mulai mengalahkan suara Takbir. Parade pemuda dengan motor-motornya mulai dipacu sekencang-kencangnya. Menguji hidup, masihkah akan berlangsung lama, atau Sang Pemilik Hidup telah memintanya kembali.

Allah Huakbar Allah Huakbar...
Allah Huakbar...
Laailahaillallah Huakbar...

Ketika malam semakin larut, rumah-rumah telah mulai sepi. Hanya petasan dan pemuda dengan motornya di luar sana saja yang masih riuh dengan hidup mereka. Saatnya menutup mata, menunggu esok hari, sebuah hari kemenangan.

Seorang Gadis Kecil masih riuh dengan pemikirannya. Duduk di sebuah sudut, mengamati dunia. Bertanya-tanya dan menelaah hidupnya. Apa arti Ramadhan tahun ini untuknya? 
Adakah Ramadhan ini telah membawanya selangkah lebih dekat keketiadaan? Kesebuah penyatuaan yang menjadikannay bukan siapa-siapa?
Ataukah ia masih tetap di tempatnya semula? Dengan sifat keakuan itu? Masih menjadi aku dan Sang Kekasih.

Sebentara itu seseorang perempuan dengan masalah yang ia ciptakan sendiri sedang berusaha berdamai dengan hidupnya. Menumpahkan amarah dan kesedihannya dengan air mata. Merasa kesepian, dan seorang diri. Tidak adakah yang bisa memahaminya? Ia bekerja, masih mempercantik sebuah rumah, seorang diri. Sedangkan penghuni lainnya telah terlelap di tempat tidur masing-masing. Ia merasa sepi. Menjalani lebaran seorang diri. Sebuah resiko yang telah ia pilih sendiri, tidak ada pilihan baginya, ia harus melalui jalan sepinya ini dengan hati yang lapang.

Allah Huakbar Allah Huakbar...
Allah Huakbar...
Laailahaillallah Huakbar...

Akhir kisah, Selamat Idul Fitri ^^
Mohon maaf lahir batin :)

You Might Also Like

3 comments

  1. Maaf lahir dan batin juga dwi ^^
    Cerita yang menarik

    ReplyDelete
  2. maaf lahir batin dwi :D

    konsisten sekali postingannya akhir-akhir ini. keren!

    ReplyDelete
  3. Naussea: Maaf lahir batin juga ^^
    makasih ya sudah mampir di sini :)

    uchank: maaf lahir batin juga :)
    hahaha cuma sampai postingan ini kekonsistenannya :p

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad