Puasa Kesepuluh: Pembenaran Untuk-ku

7:09 am



“Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
_Al-Baqarah ayat 62

Saya selalu merasa ayat ini adalah pembenaran atas kepercayaan saya bahwa orang-orang yang memeluk agama lain bukanlah seperti anggapan orang-orang muslim yang merasa paling benar, bahwa orang-orang di luar agama kita adalah kafir.

Meskipun ada yang mengartikan ayat ini jika beriman kepada Allah berarti “tobat” dan masuk Islam. Hati saya selalu percaya, Sang Kekasih membuat kita berbeda-beda karena mempunyai maksud dan tujuannya sendiri. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang sama, cuma cara kita dan mereka menyembahnya berbeda~

Saya “menemukan” ayat ini ketika sedang mempertanyakan Islam dan sedikit sinis pada agama yang saya anut itu, kesal dan iseng saat itu saya membuka-buka Al-Quran yang memiliki terjemahan dan tiba-tiba mata saya tertumbuk pada ayat ini. Sepertinya Sang Kekasih tidak akan meninggalkan saya~

Dan mari kita bayangkan, jika di dunia ini hanya ada agama Islam~


You Might Also Like

2 comments

  1. Mbak, sepertinya selain dibaca juga perlu belajar tafsir. Bukan hanya sekadar membaca terjemah. Nah, berdasarkan tafsir yang saya pahami dan menilik ke sejarah, semua agama di 'masa' nya, baik itu Yahudi, Nasrani, Islam, adalah benar karena sama-sama mengajarkan ke-tahudia-an. Nah, akhirnya muncullah Islam sebagai penyempurna. Jadilah Islam sebagai agama yang sempurna. dan di masa kini, kitab-kitab taurat dan injil sudah banyak diubah, sehingga sudah tidak dapat dikatakan benar. kurang lebih demikian inysaAllah. :)
    makasi :)

    ReplyDelete
  2. Valina: Ia mbak saya sudah mempelajari hal itu~ tapi bahkan setelah mempelajarinya saya tetap yakin semua agama benar. Mengapa? Bagi saya tetap saja kita menyembah Tuhan yang sama, itu hal yang paling terpenting, tidak perduli bagaimana cara mereka menyembah, itu urusan Tuhan saja. Kita hanya perlu menghormati segala yang Ia ciptakan.

    Maksud saya semua agama benar di sini ya itu tentang hakikat agamanya, inti agamanya. Jika kita memahami hakikat semua agama, dapat dipastikan kita menuju satu hal, Tuhan.

    Tentunya tidak semua pemeluk agama akan masuk surga, sama juga tidak mungkin semua orang Islam akan masuk surga. Keberadaan neraka akan sia-sia jika begitu.

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad