Perempuan Rumahan

12:50 am



Semenjak memutuskan keluar dari dunia perkuliahan, saya sudah menjelma sebagai perempuan rumahan. Selain karena memang semenjak tidak kuliah lagi, uang bulanan distop, dan saya tidak bekerja, jadi penghasilan hanya bergantung dari jualan hasil kerajinan yang saya buat dan belas kasihan orang-orang (kasihan banget ya?!! >.<), saya juga agak malas ngumpul-ngumpul tidak jelas dan menggosipkan hal-hal yang tidak penting. Tentu “penting” di sini adalah dari sudut pandang saya, mungkin bagi orang lain yang saya anggap tak penting justru penting bagi mereka.
Saya lebih menikmati di rumah, itu juga kebanyakan saya menghabiskan waktu di rumah itu di kamar saya. Ruangan yang tidak besar, tapi sungguh nyaman buatku. Bahkan terkadang saya keluar dari kamar hanya untuk ke kamar mandi atau mengambil makanan/minuman. Di kamar itu saya menghabiskan waktu seharian dengan membaca, menulis, menggunting kain atau menggambar pola, menonton sebuah acara musik, menonton film, mendengarkan musik sambil sesekali ikut bernyanyi, juga tidur tentu saja...

Lalu mengapa saya tidak mencari kerja?

Sejujurnya saya tidak suka bekerja dengan seseorang/lembaga. Mengapa? Saya orang yang memiliki jiwa bebas, sangat bebas, saya melakukan apa yang saya mau sesuka hati, toh saya yang merasakannya. Saya tidak suka diperintah oleh bos/atasan/majikan dan semacamnya. Saya tidak suka berbasa-basi, tidak suka menjilat, dan terlebih tidak suka tersenyum atau beramah-tamah jika tidak menginginkannya. Tidak terbayang nantinya, jika atasan saya menyuruh saya mengerjakan sesuatu dan saya dengan entengnya menjawab, “Nantipi Pak, lagi dak mood ka’ ini kerjai”. Atau mungkin sedang ada klien dan dia menyebalkan dan saya tidak menyukai tingkahnya itu, saya diwajibkan untuk berbaik-baik padanya dan “menjilatnya”, membayangkannya saja sudah tidak tertahankan. Yang ada saya bakalan bermuka masam di depan klien itu dan mengatakan di depannya apa-apa yang tidak saya sukai dari dirinya. Mungkin saya akan berakhir dari satu pemecatan ke pemecatan lainya :p

Maka seperti inilah saya... menjadi, memilih menjadi perempuan rumahan. Tentunya dalam seminggu itu saya wajib keluar rumah paling tidak sehari, jika tidak saya juga bisa bosan. Dan pilihan keluar rumah pun palingan dengan pacar... Selain karena semua pengeluaran gratis :p #plak, beberapa teman sudah punya kesibukan masing-masing dan lagi ada beberapa hal yang membuat saya merasa tidak nyambung lagi dengan mereka. Ya seperti yang pada paragraf pertama yang saya katakan, mereka membicarakan hal-hal yang tidak penting untuk dibahas (bagi saya) dan itu membuat saya bosan. Seperti “menceritai” orang atau mensibuki hal-hal pribadi orang lain, dan malah terkadang orang-orang itu sama sekali tidak saya kenal. Atau menggosipi artis atau mengata-ngatai orang yang iri/menjelek-jelekkan salah satu diantara kami. Saya terkadang merasa berada di tempat yang salah pada saat itu. Bagi saya, pusing amat dengan kehidupan pribadi orang lain, saya juga tidak peduli jika ada yang iri atau menjelek-jelekkan saya, bodo amat, itu artinya saya orang penting sehingga ada yang menceritai saya, jika kita balas menceritainya itu artinya membuat dia penting atau sejajar dengan kita. Dan buat apa melakukan itu?

Ya pembicaraan juga tentunya tidak harus tentang isu-isu global saat ini. Tidak juga harus tentang politik, saham, filsafat, agama, gender, feminisme, perdagangan manusia, peperangan, dll. Mungkin tidak juga tentang sastra dan buku yang bagus, film yang keren, kpop yang mendunia, dan craft... Saya tahu mereka tidak meminati hal-hal tersebut, untuk itu saya memiliki teman-teman lain yang memiliki minat yang sama yang setidaknya sebulan sekali kami bertemu. Mengapa tidak kita berbicara tentang kita? Saling berbagi kabar? Semakin memperdalam pertemanan ini?

Saya memilih menjadi perempuan rumahan yang pucat karena jarang bersapa mentari... Antisosialkah saya? Untungnya ada sang pacar bersedia mendengarkan hal tidak penting baginya dari mulutku yang cerewet ini dan mengajak saya keluar rumah tanpa membuat saya bosan ^^


You Might Also Like

11 comments

  1. wew!! Hidup wirausaha!! hehe. btw saya juga termasuk tipe kmaran sih cuma,ibu saya suka protes klau terlalu bnyk habiskan wktu di kamar but kamar emg jadi tempat juara deh buat saya :). Oiya semoga sukses ya !!

    ReplyDelete
  2. live the one you love, dear! banyak yang ga punya kuasa buat memilih jalannya :)
    be happy for that. cheers!

    ReplyDelete
  3. baca postingan ini langsung nyeletuk "GUE BANGET"... kita se"faham" dan setipe banget ih... zodiak nya apa sih? koq samaan gitu sifat nya sama sayah. #Lho??#
    dulu waktu remaja SMA-kuliah, saya juga begitu. dan sekarang pun udah berkeluarga juga begitu. Akhirnya memilih jadi ibu rumah tangga yang kerja dirumah, drpd kerja jadi "pembantu" alias karyawan.. hehehehe..

    ReplyDelete
  4. semangat dwee ^_^, sy yakin kebanyakan orang hanya menjadi ideal seperti menurut pemikiran orang2 lain. Tapi menjadi seperti dwee adalah istimewa ^_^

    ReplyDelete
  5. ya ampuunn ternyata ada orang yg mengalami hal yang sama dengan gw, tosss dulu aahhh :p

    pertama, gw ga suka kerja. ga suka disuruh2 org, ga suka harus berbasa basi ramah krn ada maunya..so, sejak lulus kuliah cuma tahan kerja 3bulan, itu pun karna pengen nyenengin ortu aja. dan skrg bahagiaaaaaa krn usaha sendiri. ga bergantung ma org lain, ga musti kena macet, pergi gelap pulang gelap, hihihi...

    kedua, krn usaha dijalanin dr rumah, jd kluar rumah cuma 1-2x seminggu, itupun salah satunya ke pasar beli bahan2 bwt jualan.. kadang bosen sih mendemmm aja di rumah, mau main sama temen, ud byk yg nikah pd sibuk sendiri, bbrp teman lainnya, lama2 kok ngerasa ga nyambung ya obrolannya, mungkin krn ud beda dunia yahh..
    jadiii saat paling menyenangkan adalahh bertemu pacar di luar kota. puas2in main, jalan2, jajan2...hehehe...

    oya, sering bgt sih ngerasa ansos saking jarang kluar rumah, cuma bisa disiasati dgn caraa blogwalking. menyapa teman2 di dunia maya.. hihi tetep bersosialisasi kan, cuma beda dunia ajahhh :p

    ReplyDelete
  6. Froggy mo komen serius dulu yak :p

    -Setuju... urusi urusan masing2 lebih baek

    -Bekerja pada orang lain atau sendiri, apapun pilihannya.... laksanakan dengan suka hati :)

    -Good luck wirausahanya... Froggy nyusul secepatnya jadi wirausahafroggy hehehehe....

    ReplyDelete
  7. Sama...barusan selese berhenti kerja..lantaran ternyata saya gak beta disuruh.suruh...

    Hhhh.... Jadi freelancer sejati.. :-)
    Beurself

    ReplyDelete
  8. Mixer Blog: Hidup!!! \(^O^)/ hihihi kamar memang tempat yang pewe banget ya >.< Makasih ^^ Semoga sukses juga :)

    Bunavita: *cheers ^^ Itulah saya merasa beruntung banget ^^

    Dilla: *Toss* Hihihi zodiak saya Leo mbak :p Sepakat banget mbak!!!

    Ranes: >.< *terharu dibilang istimewa*

    Dongeng Denu: Ya ampun kita persis banget ya?!! :O jangan-jangan kita sodara kembar yang terpisah (?) ._.
    Eh ia tuh, bersosialisasinya sekarang kebanyakan di dunia maya saja :p Jangkauan lebih luas juga si >.<

    Froggy: Tumben nih gy komennya serius :p Hehehe Makasih gy, sukses juga dengan wirausahanya ^^ jualan kodok ya gy? :p

    Ferdy: Wah semoga sukses ya kk ^^

    ReplyDelete
  9. samaan kita. rumah jd tempat plg nyaman juga buatku, khususnya kamar :)

    ReplyDelete
  10. aku juga males kalau kerja jadi karyawan. tapi apa daya aku punya tanggung jawab dan basic yang kupunya menuntutku untuk bekerja di bidang yang sekarang aku tempati.

    kalau bisa milih, aku lebih memilih menarikan jari tanganku di atas keyboard >.< sepanjang hari sepanjang malam pun betah :p

    ReplyDelete
  11. Artika: *toss* ^^ Wah ternyata banyak juga ya yang samaan dengan saya :)

    Ryana: Ahhh... Tanggung jawab! Mungkin saya bisa bertindak sesuka hati karena tidak memiliki tanggung jawab. Entah bagaimana ketika suatu saat saya dihadapkan pada tanggung jawab, masih bisakah sebebas ini?

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad