Girl Talk

1:05 pm





Girl Talk
Copyright @ Lala Purwono

Penulis: Lala Purwono
Editor: Herlina P. Dewi
Desain Cover:  Ike Rosana & Felix Rubenta
Layout Isi: deeje
Proof Reader: Tikah Kumala
Fotografer Cover: Titi Kharisma
Model Foto Cover: Yeni Puspita

Penerbit Stiletto Book

Cetakan I, Juni 2012

60 Perempuan. 30 Kisah. Yang manakah kisah hidupmu?

Mereka bicara tentang cinta, tapi juga tentang sakit hati kerena cinta yang mengikat terlampau erat. Mereka bicara tentang rahim yang tak pernah menjadi tempat singgah seorang bayi mungil, tapi juga tentang perut membuncit yang bisa berarti akhir dari segalanya.
Mereka bicara tentang ketakutan pada ikatan pernikahan, tapi juga ketakutan menghabiskan hidup mereka dalam kesendirian.
Mereka bicara tentang rasa egois seorang lelaki, tapi mereka mengakui tak bisa hidup tanpanya.
Ya, mereka 60 perempuan ini, berbicara tentang kisah hidup mereka.
Di antara 30 kisah ini, yang manakah kisah hidupmu?

Tidak ada. Ya, dari 30 kisah yang dipaparkan sang penulis, saya tidak menemukan satu pun kisah tentang saya.  Entah karena saya belum menikah dan belum (semoga tidak) merasakan rahimku yang tidak pernah di singgahi bayi mungil... Entah bagi saya 60 kisah yang dipaparkan sang penulis adalah kisah-kisah perempuan bodoh yang terlalu banyak mengambil pusing pembicaraan orang-orang, yang memiliki sifat plin-plan dan terlalu gengsi hanya untuk menampakkan perasaan suka, yang dari mereka sterotip perempuan lemah dan cuma bisa pasrah muncul. Tapi untunglah disetiap kisah ada seorang tokoh yang menjadi penasehat yang bijak yang setidaknya mempunyai waktu untuk mendengarkan curhatan sang teman dan memberikan masukan untuk mereka... perempuan-perempuan bodoh ._.V

“Janganlah kamu menikah dengan seseorang yang kamu pikir bisa hidup selamanya bersamanya. Tapi, nikahlah dengan seseorang yang tanpanya kamu tak bisa melanjutkan hidup.”

Ide cerita penulis sebenarnya keren, saya rasa dia juga menuliskan ini untuk menyindir banyak perempuan di luar sana. Dan tidak hanya menyindir, dia memberikan masukan bagaimana sebaiknya untuk perempuan menghadapi dunia, dunia yang harus kita akui terkadang memang kejam. Untuk itu buku ini sangat asik dibaca, sebagai bahan renungan dan pembelajaran untuk kita perempuan atau kado untuk teman yang termasuk “perempuan bodoh” tersebut.

“If this guy really loves you, dia bakal punya cara untuk mencintai lo, lebih dari sekadar lapisan tipis selaput dara lo...”

Saya juga menyukai cover di buku ini, terlihat jelas seorang perempuan dengan nafsu bercerita yang menggebu-gebu. Sayapun langsung berniat meminjam bukunya dari (sekali lagi) Dhani saat melihat cover dan sinopsisnya. Sayangnya semuanya menjadi minus di mata saya karena sang pengarang terlalu banyak menggunakan kata-kata berbahasa Inggris di buku ini. Padahal saat saya membaca biografi singkatnya, dia orang asli Indonesia. Tujuannya apa? Sang penulis ingin ditahu semua orang bahwa ia pandai Berbahasa Inggris? Apa memang cara bergaul perempuan zaman sekarang tidak lagi menggunakan Bahasa Indonesia?

“Itu kenapa gue selalu bilang, menikah beda agama itu hanya diperuntukkan orang-orang yang pemberani, yang hebat, dan mau ambil resiko.”

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad