Sepotong Sore di Samarinda

12:50 pm

Sore itu aku duduk di serambi sebuah rumah, menikmati segelas teh hangat dan sepotong roti yang diolesi selai kaya. Sore itu sangat cerah, seakan mentari tidak akan pernah terbenam. Senja bahkan belum menampakkan wajahnya.



Burung-burung berkicau dari tempat-tempat yang tersembunyi dari pandanganku. Suaranya yang merdu bersahut-sahutan, menyatu dengan hembusan sepoy-sepoy angin dan gemerisik dedaunan. Seakan sore itu bersepakat untuk menjamuku dengan orkestra alam yang menenangkan.

Tiba-tiba seekor kupu-kupu putih kecil terbang melintas di depan ku, mengalihkanku dari tumpukan pertanyaan yang sedari tadi berputar-putar di kepalaku. Kepakan sayap putihnya sejenak menghipnotis, membuatku terpaku. Tidakkah ia lelah mengepakkan sayap? Hal apa yang membuat ia terbang berputar-putar? Hinggap dari satu tempat ke tempat lainnya?

Apakah kalian tahu? Seekor kupu-kupu dewasa hanya mampu hidup selama seminggu atau hampir setahun tergantung pada spesiesnya. Dalam masa hidup yang singkat itu, jika itu kita, apa yang akan kita perbuat? Untuk kebanyakan serangga dalam proses hidup yang singkat itu mereka makan, bereproduksi, lalu kemudian mati. Sebuah hidup yang sederhana. Tidak ada waktu untuk bermimpi. Tidak ada waktu untuk berbuat jahat. Tidak ada waktu untuk memupuk dosa.

Kualihkan mata dan pemikiranku dari kupu-kupu itu dan meneguk tehku, menandaskannya. Sore sepertinya masih akan berlangsung lama hari ini. Matahari di atas sana masih betah nongkrong di kaki langit, tak mau beranjak menghadirkan senja.

Kembali aku mengingat sebuah kejadian yang kurenungkan sedari pertama kali aku melihatnya. Apakah kau pernah melihat seorang lelaki menangis? Menangis diam-diam mengenang istri yang telah terlebih dahulu menghadap Sang Kekasih? Yang tidak bisa menggantikan posisi sang istri dengan perempuan lain? Mungkin kalian pernah tapi ini kali pertamanya untukku. Aku pernah melihat seorang istri yang menangis diam-diam mengenang mendiang suaminya. Sedih menyaksikannya, tapi kejadian ini entah mengapa lebih memilukan. Mungkin ini dikarenakan menyaksikan seorang lelaki menangis sangat jarang bagiku. Lelaki memang jarang menangis bukan?!! Mereka merasa dengan mengeluarkan air mata, kejantanan mereka berkurang dan dipertanyakan. Atau mungkin aku tidak pernah menyangka seorang lelaki akan merasakan cinta sedalam perempuan merasakannya. Mereka suatu hari akan lupa tentang sang mendiang istri dan segera menemukan pengganti perempuan lain yang akan mereka cintai. Yeah berkubang dalam kehilangan memang tidak diperkenankan, tetapi menemukan pengganti, istri yang baru, entahlah... Jika saya suatu hari meninggal terlebih dahulu dari suami, saya akan merasa sangat cemburu, marah, dan dikhianati jika ia menemukan cinta yang baru dan kemudian menikah lagi. Bagiku perkawinan tidak berakhir jika salah satu dari kami meninggal, hubungan itu berlangsung selamanya. Kematian hanyalah perpisahan sementara, kami akan berjumpa kembali di akhirat sana, di surga ataupun neraka atau batas di antaranya.

Disisi lain aku merasa berbahagia untuk sang istri. Beruntungnya ia dipersatukan dengan suami yang akan terus mengenang dan mencintainya. Yang tidak akan menggantikan posisinya di rumah tangga mereka. Dan bertanya dan berharap; akankah aku juga menemukan lelaki seperti itu?

Sore tetap belum beranjak, aku memutuskan masuk dan kembali menjalani hari itu....


"And I'll be so alone without you
Maybe you'll be lonesome too

Fly the ocean
In a silver plane
See the jungle
When it's wet with rain
Just remember till
You're home again
You belong to me..."
#Nowplaying You Belong To Me - Jason Wade

You Might Also Like

3 comments

  1. wah bagus artikel nya ..

    ReplyDelete
  2. selai kaya tuh selai srikaya ya? mau dooonggg... buahnya aja, bukan selainya hehe...

    ReplyDelete
  3. Ace: Makasih :) Tulisan ini termasuk artikel?

    Froggy: Enggak gy >_< Beda

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad