Panen Rambutan Lagi!

4:23 am

Saat Imlek (Ingat saat itu Imlek karena tidak turun hujan, biasanya perayaan Imlek selalu ditandai dengan hujan lebat seharian), aku berkunjung lagi ke kebun mertua. Niat berkunjungnya selain untuk memetik rambutan, jalan-jalan, silahturahmi dan memang saat di Samarinda entah mengapa sangat kangen dengan tempat itu. Seperti biasa, rencananya bakalan berangkat pagi, tapi seperti biasa juga jika menyangkut dia keleletan itu adalah hal yang pasti terjadi, kami akhirnya berangkat sekitar jam sebelas.

Matahari lumayan menyengat saat itu, saya sudah siap tempur dengan memakai celana jins panjang, baju kaos lengan panjang, dan sepatu kets. Tapi baru setengah perjalanan tiba-tiba saja hujan deras! Padahal tadi matahari sedang semangat-semangatnya memancarkan panasnya ke bumi. Berteduh sejenak bagi saya adalah penantian yang sangat menyebalkan. Saya ingin menembus hujan itu dan menjadi basah. Dan entah mengapa, tumben-tumbennya, dia menyetujui untuk menerobos hujan kali ini. Maka kami pun berhujan-hujanan, tidak lama, hujan berhenti dan matahari kembali bersinar ceria, bahkan kami hanya sedikit basah yang segera kering selama perjalanan.

Saya menyadari rute jalan yang kami lalui kali ini berbeda. Jalan kali ini lebih mulus dan di kiri kananya terhampar sawah sejauh mata memandang. Setelah saya tanyakan, saya baru mengetahui bahwa jalan ini menuju dan berakhir di Lapangan Golf, yang kalau saya tidak salah baru saja diresmikan. Lumayanlah, jalan ini mempercepat kami sampai di tujuan.

Jalan mulus dengan pemandangan indah di sekitarnya
Sesampai di kebun, kami mengisi perut dahulu kemudian mengecek keberadaan buah rambutan di pohonnya. Oh, karena saya berkunjungnya setelah masa panen lewat, rambutan di kebun yang mertua tinggali sudah ludes, tinggal rambutan di kebun sebelah yang masih lumayan banyak tersisa. "Sebelah" yang di maksud di sini bukan tepat di samping  kebun tapi harus menggunakan kendaraan untuk mencapainya. Saya si girang saja, berhubung bakalan dapat rambutan gratisan lagi dan saya memang belum pernah ke kebun sebelah. Menjelajahi tempat baru bagi saya adalah sebuah petualangan yang selalu saya nantikan. Meskipun ada perasaan kehilangan juga si tidak mendapatkan moment seperti tahun kemarin yang sejauh mata memandang, pohon-pohon rambutan itu nyaris berwarna merah karena syarat dengan buah.

Saat berjalan-jalan di kebun. Deretan tanaman nenas di antara tanaman buah naga.

Jb >.< Salah satu ponakan kecil Pai

Telur baru saja menetas, ada banyak anak ayam di dalam dus
Sebelum berangkat ke kebun sebelah, terlebih dahulu saya mengganti celana dengan celana selutut dari kain yang telah saya persiapkan dari rumah. Juga mengganti sepatu dengan sendal dari kebun. Lalu berdua kami berboncengan naik motor, melewati kebun rambutan lainnya, perkebunan jagung dan kacang serta kebun singkong. Pemandangan sangat indah. Setelah lelah sehari-hari hanya melihat deretan beton dan aspal, mata ini dimanjakan dengan warna-warni hijau yang menyegarkan.

Pohonnya sudah tidak full berwarna merah
Sesampai di kebun sebelah, tanpa berlama-lama, kami langsung memetik rambutan. Sesekali rambutan itu masuk ke mulut saya, ia deh bukan sesekali tapi sering. Kira-kira setengah karung telah terisi dengan rambutan saya mulai siap mengibarkan bendera putih. Memanen itu ternyata pekerjaan yang berat apalagi kontur tanah di kebun ini berbukit-bukit, capeknya bukan main.

Tapi kata dia rambutannya masih sedikit, setidaknya harus sekarung itu full terisi baru kami pulang. Meskipun badan, terutama lengan dan kaki sudah menjerit-jerit kecapekan, saya tetap membantu di memungut buah-buah rambutan yang telah dia gunting dari ranting-rantingnya. Kadang saya berhenti juga sejenak sambil makan rambutannya, foto-foto, atau hanya duduk mengatur nafas.

Ini Pak Taninya ^^

Yummy >.<

Menampung rambutannya di topi dulu, jika sudah full baru di masukin ke karung

Nemu kumbang yang sering ada di film Doraemon, kumbang tanduk? Pas aku pegang di nyemprot cairan! Sepulangnya tangan gatal berbintik merah.

Bunga rumput. Hampir semua tanah di san tertutupi tanaman ini.

Meskipun pohon tidak lagi berwarna merah karena syarat dengan buah, tapi masih cukup memenuhi karung yang kami bawa dan itupun masih banyak tersisa di atas pohon yang belum di panen. Saat senja barulah karung itu terisi penuh. Misi sukses!!! Hehehehe...Setelah itu kami kepikiran bagaiman membawanya ke kebun yang satunya. Jalanan di sana dari tanah dengan medan yang cukup berat di lalui oleh motor metig. Akhirnya karung itu saya pangku dan kami berharap tidak akan terjatuh selama perjalanan.

Misi sukses!!! ^^

Pak tani memanggul hasil panenan

Jalanan yang harus kami lalui

Senja...



Sesampai di kebun, rambutan itu kami pecah menjadi beberapa bagian sehingga lebih mudah di bawah naik motor menuju Makassar...

Baca juga ini dan ini dan ini ^^

You Might Also Like

5 comments

  1. kalau di rumahku belum panen rambutan, padahal ada 2 pohon.
    itu yang baju putih kaya kenal, pasti baru jd tukang rambutan disana ya, hehehe

    ReplyDelete
  2. mau dooong maen maen ke kebun mertuaa... xixixi pak tani ama bu taninya ganteng ama cakep yaah, missi menyamar gagal..... terlalu cakepp... hehehhe

    ReplyDelete
  3. di Jogja Imlek tidak turun hujan mbak, hihihi. ENaknya panen rambutan. Di sini satu kg Rp 3.000. Di sana berapa ya?

    ReplyDelete
  4. beuhhhh rambutannya guedhe guedhe bet.. itu JB lucu iia :)

    ReplyDelete
  5. Andy: Kok belum? :O tidak berbuah ki pohonnya kapang :p Hahahaha ia ._. biasanya saya langsung di kasi gak metik sendiri ._.

    Mbak Meilya: Yuk mbak ke sini ^^ Gyaaaa jadi malu dibilangin cakep >.<

    Mawi wijna: Hihihi biasanya di Makassar tiap imlek turun hujan deras, orang Cina mempercayai itu pertanda akan banyak rejeki.
    Di sini rambutan sekilo Rp 8000 mbak ^^

    Belajar Photoshop: Gak cuma gede tapi manis juga loh >.< Ia lucu bangaet >.<

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad