Balikpapan: Apartel

9:23 pm

Masih tentang liburan Januari kemarin ^^

Seorang sepupuku akan pulang ke Jakarta, kami berniat mengantarnya sekalian mengambil kesempatan untuk jalan-jalan di kota Balikpapan. Pagi-pagi jam sembilan kami sudah berangkat naik mobil dari Samarinda. Untuk saya seperti biasa, perjalanan naik mobil saya habiskan dengan tidur. Kadang terbangun juga dan menatap keluar jendela, menikmati pemandangan.

Sesampai di Balikpapan kami segera mencari tempat makan, tibanya memang juga tepat saat waktu makan siang. Dan tak jauh-jauh menu makanannya seafood dan tak jauh-jauh juga penjualnya orang Makassar. Katanya si di Balikpapan ini memang di penuhi orang Makassar dan Bugis yang merantau ke kota ini.

Setelah makan barulah kami mengantar sepupuku ke Bandara Sepinggan. Kami tidak menungguinya hinggah naik ke atas pesawat, hanya menurunkannya lalu segera menuju "hotel" untuk menyimpan barang bawaan dan beristirahat sejenak. Kami menginap di sebuah Apartel yang tepat menghadap pantai. Eh tau APARTEL-kan? APARtement hoTEL! Jadi sebenarnya ini hotel tapi menawarkan sebuah kamar yang di dalamnya tersedia dua kamar tidur, meja makan dan tempat menonton, juga sebuah dapur, dan tidak tanggung-tanggung tiga kamar mandi. Jadinya kami gak usah berebutan kamar mandi kalau mau mandi atau melakukan ritual pagi ^^





Apartelnya tergolong mewah dan setahu saya hotel cabangnya ada juga di Makassar. Apartel ini di bangun tepat menghadap pantai, pokonya mantap deh tapi, harganya juga mantap banget. Untungnya bukan saya yang bayar :p Kamarnya nyaman, bersih dan ada wifi gratisnya, apalagi pemandangan dari teras maupun jendela kamar itu sungguh memanjakan mata. Dan kebetulan memang kamar kami itu berada di lantai enam-belas. Setelah meletakkan barang dan melihat-lihat seisi kamar, kami langsung keluar lagi untuk menjelajah kota Balikpapan.

Kami kembali saat menjelang maghrib. Dan satu persatu masalah mulai muncul saat itu. Sepupuku yang memang bisa melihat mahluk halus tiba-tiba nyelutuk dengan polosnya kalau di kamar mandi tengah ada setan. Awalnya si kami cuekin ajalah, tapi si sepupu mulai berbicara sendiri dan terkadang wajahnya tidak seperti dia. Kami mulai agak khawatir tapi berlagak santai saat itu, soalnya si sepupu ini memang sering berbicara dengan "teman-teman halusnya". Kami berfikir gak apalah kan kita mau keluar lagi menikmati Balikpapan saat malam, kita kembali ke kamar ini saat mau tidur sajalah. Tapi apa daya, Tuhan berkehendak lain, di luar hujan ternyata turun sangat deras. Kami terpaksa tetap di kamar.

Malam itu kami menghabiskan waktu dengan internetan dan menonton TV saja sambil ketar-ketir masalah setan. Si sepupu ini juga jadi menyebalkan, marah-marah tidak jelas dan masih tetap berbicara entah dengan siapa... Sudah beberapa kali saya bertengkar dengannya saat itu. Menyebalkan bangetlah, terlebih ketika raut muka dan suara sepupuku ini berubah. Menyebalkan plus menakutkan! Bagi saya, setan atau apapun itu tidak berhak mengganggu liburan kami. Horornya bertambah saat lampu tiba-tiba mati dan hanya di kamar kami. Setelah menelpon resepsionis di bawah, lampu memang kembali menyala tapi kemudian mati lagi. Sumpah ini kamar sudah di bayar mahal loh ya!!! Setelah itu memang lampu tidak mati lagi untuk malam itu, tapi besok paginya sempat mati sekali lagi. Ckckckck... Mahal tidak menjamin kenyamanan dan pelayanan yang memuaskan kawan-kawan.

Sudah sangat mendongkol, saya memutuskan tidur...

Pemandangan dari teras kamar. Kamera saya tidak mampu mengabadikan hujannya
Pagi-pagi sekali saya bangun (momen yang sangat jarang), senang juga sesekali bercengkrama dengan fajar. Sudah lama saya tidak bertemu dengannya dan mengabadikannya dalam sebuah foto. Belum melakukan ritual pagi, bahkan belum mencuci muka saya mulai sibuk memotret fajar sambil menunggu semuanya bangun...







Saat semuanya telah bangun dan telah "mengumpulkan nyawa", kami turun untuk sarapan. Saya sudah membayangkan akan makan banyak, sangat banyak, karena kebiasaan sarapan di hotel itu enak-enak. Sekali lagi kami harus kecewa... Makanannya ughhhh... Gak enak! Sangat tidak enak!!! Ehmmm... Ini hotel macam apa? -_______-"

Setelah sarapan yang tidak memuaskan, kami kembali ke kamar untuk mandi dan segera mengepack barang. Tapi sebelum itu tentu saja kami mengabadikan pemandangan yang memang sangat indah di apartel ini...





Keindahan ini menipu bibeh...


You Might Also Like

2 comments

  1. foto setan eh makanannya mana? mo liat, katanya ga enak hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setannya gak mau di foto gy ._.V hehehe
      Pas turun sarapan gak bawa kamera, makanya makanannya gak di foto :p tapi dari penampilan makanannya menggugah selera banget >.< rasa? *muntah*

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad