The Invention Of Hugo Cabret

4:44 pm

THE INVENTION OF HUGO CABRET
Scholastic Press, New York, 2007
by Brian Selznick

Penerjemah: Marcalais Fransisca
Penyunting: Dhewiberta
Pemeriksa aksara: Ifah Nurjany
Penata aksara: Iyan Wb
Perancang sampul: Brian Selznick
Ilustrasi isi: Brian Selznick

Cetakan I, Januari 2012
533 halaman

Penerbit Mizan Fantasi

"Meskipun semua jam di stasiun rusak, waktu tidak akan berhenti, Bahkan tidak meskipun kita sangat menginginkannya."
_Hugo

Ayah Hugo memiliki toko jam dan bekerja paruh waktu di sebuah museum tua untuk memperbaiki jam-jam di sana. Suatu hari ia pulang lebih lambat dari biasanya. Ia bercerita pada Hugo bahwa ia menemukan benda menakjubkan di loteng museum.... Sebuah automatom. Tidak ada yang mengetahui mengapa benda itu ada di sana, ayah Hogo sangat penasaran dengan automatom itu dan berniat memperbaikinya.

Ayah Hugo yang telah terobsesi untuk memperbaiki automatom itu, sering mengajak Hugo ke museum dan menjelaskan bagaimana mekanisme mesin itu berjalan. Mereka optimis bahwa benda itu dapat diperbaiki dan menganggap automatom itu hewan terluka yang mereka rawat agar sembuh kembali.
Tapi suatu hari, penjaga tua di museum lupa bahwa ayah Hugo sedang bekerja di loteng, lalu ia mengunci pintu sehingga ayah Hugo terkurung di dalam. Dan entah bagaimana terjadi kebakaran.

Semenjak itu Hugo tinggal bersama Paman Claude di stasiun. Paman Claude bekerja sebagai Perawat Waktu, ia merawat jam-jam di stasiun, menjaganya agar terus berputar, dan jika ada kerusakan, ia memperbaikinya.

Hugo diajari cara merawat jam-jam itu, bukan hal yang sulit untuknya, sedari berumur enam tahun, Hugo telah mampu memperbaiki apa saja dan membuat mainan binatang mekanis dari sisa-sisa bagian jam yang tergeletak di mana-mana di toko ayahnya. Ia menikmati pekerjaan itu. Ia sering membayangkan bahwa kepalanya sendiri penuh dengan gigi dan gir seperti mesin, dan ia merasakan hubungan dengan mesin apapun yang ia sentuh. Ia sangat suka mempelajari cara kerja jam-jam di stasiun, dan ada semacam kepuasan ketika ia memanjat di balik dinding dan diam-diam memperbaiki jam-jam itu tanpa dilihat siapapun.

Hanya saja, hampir tidak pernah ada makanan, dan Paman Claude sering membentak Hugo, memukul buku jarinya jika ia berbuat kesalahan, dan memaksanya tidur di lantai yang dingin. Paman Claude juga mengajarkannya mencuri, hal yang paling tidak disukainya, tetapi terkadang itulah satu-satunya cara untuknya mendpatkan makanan. Hampir tiap malam ia menangis diam-diam hingga tertidur. Merindukan ayahnya.

Tidak lama kemudian, Paman Claude mulai sering menghilang selama berjam-jam, meninggalkan Hugo untuk merawat jam-jam, dua kali sehari, seorang diri. Lalu suatu hari Paman Claude tidak pernah pulang lagi. Hugo berniat kabur, tapi segera ia menyadari tidak tahu harus kemana, sehingga ia kembali ke stasiun itu.

Ia hidup bagaikan hantu. Menyelinap dari satu bilik ke bilik lain, menyusuri lorong tak terlihat, dan mengendap-endap di bawah temaram lampu stasiun kota. Ia menyembunyikan automatom dari museum yang terbakar, berusaha memperbaikinya seorang diri. Berbekal pengetahuan dari buku catatan ayahnya,  satu-satunya pengikat dirinya dengan masa lalu sekaligus masa depannya. Tapi ada seorang pria tua berwajah muram yang berusaha menghalangi usaha Hugo memperbaiki automatom tersebut. Ia malah mengambil buku catatan ayahnya dan berniat membakarnya. Dibantu seorang gadis kecil, anak angkat pria tua tersebut, Hugo berusaha mendapatkan kembali buku catatan ayahnya dan memperbaiki automatom itu.

Apa hubungan pria tua itu dengan automatom yang ingin Hugo perbaiki?
Dapatkah Hugo menggapai mimpinya dan memperbaiki automatom tersebut?

Sudah lama saya memiliki buku ini, sekitar akhir Januari yang lalu, dibelikan oleh sang pacar, tapi entahlah mood untuk menceritakannya baru ada sekarang. Saya langsung jatuh cinta dengan ilustrasi-ilustrasi di dalamnya. Brian Selznick bukan hanya bertutur melalui narasi yang mengagumkan, tetapi juga melalui goresan ilustrasinya yang matang dan kaya makna.

"Kamu tahu, tidak pernah ada bagian yang berlebihan dalam sebuah mesin. Jumlah dan jenis setiap bagiannya tepat seperti yang mereka butuhkan. Jadi kupikir, jika seluruh dunia ini adalah sebuah mesin yang besar, aku pasti berada di sini untuk tujuan tertentu. Dan itu berarti, kamu berada di sini juga untuk tujuan tertentu."
_Hugo

Buku ini bercerita tentang rahasia yang hilang dan kekuatan mimpi. Dan buku ini juga didasarkan oleh biografi Georges Melies~

Sangat rugi buatku jika tidak memiliki buku ini, sayangnya saat melihat versi englishnya dan membandingkannya dengan terbitan Mizan, saya sangat kecewa. Bukan didasarkan pada isi/makna cerita, berhubung english saya juga blepotan, tapi dari ilustrasi-ilustrasinya. Di terbitan englishnya lebih bagus tercetaknya di atas kertas, lebih jelas, dan lebih terang...
Oh ia ini satu-satunya buku bagiku yang ketika di filmkan, dan ceritanya sedikit di ubah, tetap kunikmati saat menontonnya. Tidak mengomel saat menonton. Saya menyukai baik versi buku maupun versi filmnya. Keduanya memiliki kekuatan tersendiri... Meskipun di film ada satu tokoh yang dihilangkan.

You Might Also Like

3 comments

  1. akhirnya gimanaaaa? ihihihihi....

    ReplyDelete
  2. Aku sudah nonton filmnya, tapi belum baca bukunya :p

    ReplyDelete
  3. Froggy: Baca gy supaya tau akhirnya :p

    Mas Eka: Filmnya bagus ya >.<

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad