Membagi Buku di Don't Pay, It's Free

9:37 pm

4 Oktober 2012... 
Sekitar jam setengah satu siang saya mengangkut satu tas hijau besar berisi puluhan buku dan bersegera menujun ke UNHAS. Lumayan berat juga mengangkat buku-buku itu, sedikit mengeluh saya mengangkatnya. Saya ada janji dengan kak Eka akan bertemu di Workshop UNHAS. Puluhan buku di dalam tas itu niatnya akan saya sumbangakan/bagi-bagikan kepada siapa saja yang berminat, dititipkan bersama barang-barang lain di Don't Pay, It's Free Makassar.

Apa itu Don't Pay, It's Free Makassar?
Mengutip dari blog kak Eka; "Adalah sebuah komunitas yang terbuka bagi siapa saja yang mempunyai misi yang sama untuk mengurangi sampah dan konsumerisme serta menjalin relasi sosial tanpa didasarkan pada nilai uang. Tujuannya adalah mempromosikan gerakan sosial yang mengedepankan pada kecintaan pada lingkungan dengan mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak terpakai namun masih layak dengan membagikannya secara geratis. Sesama anggota juga bisa saling barter barang-barang yang mereka punyai tanpa harus membayar sepeser pun.

Mari kita saling berbagi, mendaur ulang, dan menjaga kelestarian bumi kita tercinta.

Stop consumerism~ Let's recycle~ and love our earth

Mari bergabung di:
FB group: Don't Pay, It's Free! Makassar
Twitter: @DontPayItsFree dan dua orang "pengurusnya" @nyomnyomz & @ekbess
Email: freecyclemakassar@gmail.com"

Hari ini merupakan lapakan ke dua, lapakan pertama diselenggarakan pada tanggal 7 September yang lalu. Dan katanya sukses barang-barangnya di borong warga, mahasiswa, dan sesama anggota. Sayangnya saya baru tahu tentang komunitas ini setelah ceritanya di posting oleh kak Eka di blognya. "Lain kali saya mau ikutan ahh," begitu pikir saya saat membacanya. Hanya sekedar ingin melihat-lihat saja, tidak ada niatan membawa buku sekantongan besar.

Ketika sedang membereskan tumpukan buku yang tidak muat di lemari buku, saya menemukan beberapa buku yang kondisinya sangat menyedihkan. Habis di makan rayap, lembab, menguning dan hitam, serta penyok-penyok tertindis barang-barang lain. Sedih juga lihatnya, meskipun buku-buku yang di luar lemari buku itu sebagian besar adalah buku-buku yang tidak saya sukai, tidak pernah saya baca atau berhenti ditengah-tengah karena ceritanya membosankan menurut saya, tapi itu tetap buku. Benda yang paling saya cintai.

Saya lalu menyortirnya, dan ternyata ditumpukan itu ada beberapa buku kesukaanku yang kupikir telah hilang, sedangkan di lemari buku ada beberapa buku yang malah tidak pernah atau tidak mau saya baca. Setelah dipilah-pilah dan buku-buku yang tidak pernah saya baca, buku yang saya baca hanya setengah, dan buku yang tidak ada niat lagi saya membacanya saya tumpuk menjadi satu. Mau diapakan buku-buku ini? Teringat postingan kak Eka, saya lalu meng-SMS-nya, bertanya kapan lapakan kedua don't pay, it's free. Tanggal 4, jawabnya. Saya lalu memasukkan buku-buku tersebut kedalam tas kain super gede berwarna hijau dari swalayan ternama. Dan menunggu tanggal empat itu tiba.

Sudah lama tidak menginjakkan kaki di kampus, saya salah memperhitungkan waktu dari rumah sampai sana. Saya datangnya telat. Hampir jam dua saya baru tiba di sana. Tapi senangnya, buku-buku yang saya bawa sukses diborong warga. Wah ternyata minat baca orang-orang besar juga. Beberapa buku ada juga diambil anggota dan mahasiswa yang kebetulan lewat. Memberi dan melihat yang diberi barang itu antusias menerimanya rasanya sangat menyenangkan ya ^^
Bagi yang telah mengadopsi buku-buku saya, terimakasih ya dan semoga bermanfaat. Selamat membaca ^^

 Mari di borong, maximal satu orang tiga barang ya.

Sisa barang setelah diserbu pemborong gelombang pertama.


"Saya sekedar meyakini bahwa sebuah buku mempunyai perjalananya sendiri, dan tidak seharusnya dikurung di dalam rak."
_Paulo Coelho

You Might Also Like

12 comments

  1. Seru sekali, kapan ya di Jogja ada acara seperti ini. Atau malah sudah ada namun sya tak tau ya :p

    ReplyDelete
  2. hebat, bisa ngadain kegiatan semacam ini, inspiring banget nih buat yg lain

    ReplyDelete
  3. wah, ga tau ada yang gini :( , padahal waktu itu aku masi di makassar hiks hiks

    bakal ada lagi g ya kegiatan kayak gini? :D

    ReplyDelete
  4. Mas Eka: Lah yang tinggal di Jogja siapa mas? :p kok tanyanya ke saya :D

    Mas Gerandis: Ia ya ^^ Saya juga salut dengan pendiri dan penggagas acara ini :)

    Aksan: Kayaknya bakalan ada deh :) Mungkin sebulan sekali :)

    ReplyDelete
  5. keren.........
    kalau saya cuma bisa jadi pemborong aja :P
    yah, masih gak rela kadang kalau buku-buku pindah tangan meski gak suka,
    tapi soal mengurangi 'sampah' bumi, aku lakukan dengan hal lain,
    memilah-milah kertas, tidak menggunakan keresek jika belanjaan bisa dimasukkan ke tas, mematikan lampu kalau tidak di pakai, dll :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ryana: Hihihi awalnya aku juga begitu :p tapi saking sudah banyaknya buku gak tau mau disimpan dimana lagi :p

      Delete
  6. sini angkut aja ke bandung :p
    aku termasuk yang bukunya dikit,
    belu bisa pake rak lah,
    baru sekarang aja bikin program sendiri satu bulan satu buku,
    biar bukunya banyak XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ryana: Semangat ya jalanin programnya ^^ aku dah simpenin kamu 7 buku dengan chiken shoup ya dulu tapi belum dikirim, kondisi keuanganku masih labil :p

      Delete
  7. Barupa lagi blogwalking... Eits namaku disebut pula di sini hehee... Thanks for share buku-bukunya nah, saya ambil dua ;) yang tentang traveling itu sudah banyak antrian yang mau pinjam ;) thanks...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Eka: Sama-sama kak ^^ oh ya? syukurlah ^^ buku itu sudah lama diam di lemari. Cuma bacanya sekali :)

      Delete
  8. wah, keren acaranya. pengen ikutaan juga, jadi pemborong haha biar nambah koleksi buku, kalau udah banyak,nnti ikutan jadi penyumbang :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uciel: Hahaha :)) tunggu lapakan selanjutnya ^^

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad