Minggu Ceria

10:12 pm

Minggu 15 Juli 2012

Hari ini merupakan minggu terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan. Keluarganya mengadakan acara makan-makan di kebun. Tidak besar, hanya keluarga intinya saja yang membuat barobbo (bubur jagung). Sayapun diajak ke sana~

Rencananya saya dan dia akan berangkat pagi, tapi memaklumi sifat lelet dia, kami pun berangkat sekitar jam dua belas. Hampir lima tahu bersama, saya sudah bisa menerima sifat lelet itu, mungkin juga sudah bosan marah-marah tentang hal itu terus menerus. Cuaca sangat panas, maklum Makassar jam segitu saat matahari berada tepat di atas kepala dan bersinar sekuat-kuatnya. Saya sudah mengantisipasi keadaan dengan memakai jaket dan bercelana panjang. Berdua, menaiki motor trailer hijaunya kami pun berangkat menuju Bili-bili, tempat kebunnya berada dan tempat tinggal orangtuanya.

Radit

Tanaman Jagung

Jagung siap dibawa pulang ^^

Sesampai di sana, semuanya telah tersedia. Saya tinggal makan saja. Ahh… Nikmat rasanya. Barobbo yang masih panas di makan dengan ikan asin, perkedel jagung, dan lombo’ terasi (sambel terasi). Temanya memang jagung, berhubung jagung yang mamanya tanam sudah siap panen. Setelah kenyang sembari berbincang-bincang saya juga sibuk bermain dengan keponakannya. Sudahkah saya mengatakan kalau saya menyukai anak kecil? Mereka begitu lucu dengan segala kepolosannya. Didepan mereka saya bisa bertingkah apa adanya, menjadi diri saya sendiri.
Penampakan Barobbo Dalam Panci Besar

Barobbo dari dekat

Jagung Bakar >.<

Setiap ke sini tidak lengkap rasanya jika saya tidak menjelajahi kebun dan melihat-lihat tanaman apa yang sedang in saat ini (siap panen), dan kali ini primadonanya memang jagung~
Bayangan kami di hamparan daun kering

Diantara pohon jagung, saya terlihat gemuk dan pendek ._.


Keponakannya sedang piknik

Azka

Ayii



Ikutan piknik :p

Ini ayam bulunya keren








Menjelang sore, kak Ina membuat kue lumpur dari labu. Baru kali ini saya memakan labu yang diolah menjadi kue, biasanya saya hanya memakan labu yang diolah menjadi sayur. Dan rasanya enak, tak lupa saya membungkusnya pulang ^^ Selain kue lumpur labu itu saya juga membawa pulang barobbo komplit dengan ikan kering, perkedel jagung, dan lombo’ terasinya, sekantong besar jagung yang baru di petik, sekantong besar ubi jalar, juga sekantong besar bayam dan cemangi yang juga baru di petik. Bisalah ubi jalarnya di buat kolak untuk berbuka nanti serta jagung, bayam, dan cemangi di buat sayur bening~



Matahari mulai terbenam


Kue lumpur dari labu


Kesenangan ketika berada di kebun, selain memanjakan mata dengan pepohonan yang berwarna hijau dimana-mana juga hasil bumi yang bisa saya petik sendiri dan oleh-oleh yang bisa saya bawa pulang, saya juga merasa menjadi bagian dari keluarganya. Memiliki orangtua sekali lagi…


Jibril lelap tidurnya setelah diayun






Azka, Radit, Kak Erna & Jibril




You Might Also Like

6 comments

  1. kayaknya enak-enak semua sajiannya Dwee ... jgn kecil hati ya, suamiku juga suka banget telat :)

    ReplyDelete
  2. mau jagung bakarnyaaaaaaa..... disini adanya jagung manis doang, padahal kalau Froggy bilang, enakan jagung biasa buat dibakar n direbus.... :S

    ReplyDelete
  3. Mbak Hany: Ia mbak >.< apa emang sudah menjadi kebiasaan lelaki untuk telat ya? ._. hmmm...

    Froggy: Jagung manis yang Froggy maksud gimana si? ^^ setauku jagung yang dibakar di kebun itu jagung manis gy ._.

    ReplyDelete
  4. hi..
    saya suka blognya, fotonya, cara bertuturnya..
    salam.

    ReplyDelete
  5. Efener: Hii juga ^^ makasih ya :) sering-sering aja mampirnya ^^

    ReplyDelete
  6. haha..bakalan sering mampir kog..
    dijamin. :3

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad