The Magician's Elephant

12:21 pm


THE MAGICIAN’S ELEPHANT
By Kate DiCamillo
Text @ 2009 Kate DiCamillo
Ilustration @ 2009 Yoko Tanaka
Published by arrangementwith Walker Books Limited,
London SE11 5 HJ, UK.
All rights reserved

GAJAH SANG PENYIHIR
Alih bahasa: Dini Pandia
Hak cipta terjemahan Indonesia:
PT Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan pertama kali oleh:
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

152 hlm; 20 cm

“Bagaimana kalau?
Kenapa tidak?
Mungkinkah?”

“Kita harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini pada diri kita sesering yang kita berani, Bagaimana dunia bisa berubah kalau kita tidak mempertanyakannya.”
_Leo Matienne

Sejak orangtuanya meninggal dunia, Peter Augustus Duchene tinggal bersama seorang mantan tentara tua bernama Vilna Lutz yang mengasuhnya selayaknya seorang tentara. Peter selalu bertanya-tanya tentang adik perempuannya yang dikatakan telah meninggal semenjak lahir, Adele. Dia ingat, sebelum Ibunya menghembuskan nafas terakhir ia berjanji akan menjaga adiknya dan membuatnya bahagia.
“Ia berusaha mengingatkan diri tentang siapa dirinya. Ia berusaha mengingat bahwa, di suatu tempat, di tempat yang sama sekali berbeda, ia dikenal dan disayangi.”

Suatu hari Vilna Lutz menyuruh Peter ke pasar untuk membeli ikan dan roti. Saat di alun-alun pasar kota itulah ia melihat tenda merah si peramal. Peter langsung tahu pertanyaan-pertanyaan apa yang harus ia ajukan: apakah adik perempuannya masih hidup? Dan kalau iya, bagaimana ia bisa menemukannya?

“Gajah,” jawab si peramal.
“Kau harus mengikuti gajahnya, gajah betina itu akan membawamu ke sana.”
Jawaban misterius si peramal membuat Peter kecewa. Tidak ada gajah di kota Baltese tempat Peter tinggal. Si peramal pasti berbohong, pikirnya saat itu. “Mungkinkah? Benarkah?”
“Kebenaran selalu berubah.”
_Sang Peramal

Malam itu, di Gedung Opera Bliffendorf, seorang penyihir dengan segudang pengalaman dan reputasi memudar menampilkan pertunjukkan sihir paling mencengangkan sepanjang kariernya. Ia bermaksud memunculkan sebuket bunga lili, namun si penyihir malah menghadirkan gajah. Gajah itu jatuh menerobos langit-langit gedung opera di tengah hamburan debu plester dan kasau atap, lalu mendarat di pangkuan wanita bangsawan bernama Madam Bettine LaVaughn, yang semula akan diberi buket oleh si penyihir.


Kehadiran tiba-tiba sang gajah di kota Baltese memicu serangkaian peristiwa yang begitu menakjubkan, begitu mustahil, dan memunculkan harapan, sehingga Peter hampir tidak berani mempercayainya.
“Memangnya siapa kita, sehingga merasa tahu maksud Tuhan?”
_Leo Matienne

Satu lagi buku Kate DiCamillo yang membuatku jatuh cinta. Seperti buku-buku DiCamillo yang pernah saya baca, buku ini di ceritakan dengan sederhana tetapi memiliki makna yang teramat dalam tentang hidup itu sendiri. Sangat pas untuk bacaan anak sebelum tidur... Kita diajak merasakan kesuraman kota Baltese dan bagaimana keajaiban harapan dan cita-cita yang dimunjulkan dari serangkaian peristiwa yang berpusat di sekeliling sang gajah.



“Dan semua orang, tanpa perkecualian, memiliki harapan dan mimpi, mengharapkan pembalasan dendam dan mendambakan cinta.”

You Might Also Like

17 comments

  1. Kapan ya kita bikin buku dwee? hehehe...

    ReplyDelete
  2. Froggy: Ia Gy mau banget >.<

    ReplyDelete
  3. cerita yang menarik, ternyata keajaiban itu pasti ada. niatnya memunculkan bunga lili ternyata gajah yang muncul.

    ReplyDelete
  4. belum pernah baca buku Kate DiCamillo sebelumnya. Tapi setelah baca reviewnya yang cuma seuprit ini kayaknya bukunya bagus ._.

    ReplyDelete
  5. Djangkaru: Ia :) Menarik melihat bermula dari kesalahan seorang pesulap yang menimbulkan sederetan peristiwa yang mengubah banyak kehidupan orang di kota kecil itu :) Kate DiCamillo paling bisa memang membuat cerita yang sederhana tapi bermakna dalam :)

    Jun: Belum pernah Jun?!! :O saya sarankan buruan baca. Keren! Hahaha seuprit ya resensinya? habisnya bukunya tipis takut spoiler nantinya ^^V

    ReplyDelete
  6. saya selalu yakin bahwa setiap mahluk hidup yang tinggal di bumi ini banyak sekali punya harapan & mimpi indah dalam benak pikirannya,
    tapii tidak banyak mahluk hidup yang mau bertanggung jawab akan semua mimpi & harapan tsb hingga detik terakhir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Andy: Ia mas :) terkadang malah ada yang begitu takut untuk bermimpi dan membiarkan dirinya menjadi selongsong kosong.

      Delete
  7. mestinya diceritain juga akhirnya sekalian dwee? :)

    ReplyDelete
  8. Jujur sy baru tau buku ini.
    Dan dari tulisannya mbak dwee ini sepertinya pelan2 menyihir sy untuk meluangkan waktu menengoknya di gramedia. semoga ada...

    salam kenal :)

    ReplyDelete
  9. Mbak Hany: Wah jangan mbak, spoiler dong u.u Paling sebel baca resensi yang ceritain akhir bukunya, jadi gak minat lagi dibaca :)

    Uchank: Wah terimakasih, bukunya memang keren :)
    Semoga dapat ya :p waktu itu sempat di diskon sisa 15rbu ._.

    ReplyDelete
  10. kapan-kapan bikin resensi buku sekalina sama akhir ceritainnya deh biar Dweedy sebel ...hahaha ... kabur .....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Hany: Jiahh .___. janganlah mbak, gak seru lagi dong bukunya dibaca -_-

      Delete
  11. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Saya sudah baca ini >> nunjuk2 bukunya ^^
    Jadi ingat pas nginap di rumahnya Dwi kerjaannya cuma mendekam di dalam kamar sambil baca buku kkk~

    ReplyDelete
  14. Hataaa >.< kenapa komennya dua kali? ._. eh ada blog baru ya?

    ReplyDelete
  15. Anni, cuma ganti nama blog doang kkk~

    *iya, nih, gagap blog soalnya, baru belajar dan sekarang lagi suka-sukanya ngeblog ;p

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad