Gadis Kecil di Sudut Ruangan

3:23 pm

Sudah lama aku berada disini, semenjak kapan tepatnya aku sudah tidak mengingatnya lagi. Tidak ada yang memperhatikan atau cukup peduli dengan keberadaanku, aku pun begitu. Sekedar berdiam diri disudut ruangan dan mengamati orang-orang yang berlalu lalang disekitarku. Duduk memeluk lututku dan mengawasi hiruk pikuk dunia. Dunia yang lumayan kejam terhadapaku.

Terkadang aku memang merasa kesepian dan ingin berinteraksi dengan mereka. Hanya saja beberapa kali mencoba menyapa, mereka tidak menghiraukanku bahkan memandangiku pun tidak. Membuat nyaliku ciut. Begitu tidak berharganyakah diriku? Mugkinkah manusia sekarang sudah begitu sombongnya? Tidak ingin berbincang dengan gadis kecil di sudut ruangan? Akankah sekali lagi aku akan sendirian?

Dulu aku selalu sendirian. Aku tidak dapat bermain dengan anak-anak seusiaku karena seringnya berpindah-pindah tempat. Aku sendirian! Tapi aku tidak mengeluh, aku lebih suka sendirian daripada bersama ayahku. Kuberitahu kau, dia jahat! Sangat jahat! Aku begitu takut jika dia telah pulang. Dengan badan berbau busuk alkohol, dia sering memukuliku dan menindihku. Rasanya sakit sangat sakit. Tangannya yang kasar dan bau nafasnya yang memuakkan membuatku menangis dan menjerit. Tapi itu tidak membantu, hal itu terjadi terus-menerus, berhari-hari hingga suatu ketika aku tidak lagi merasakan apa-apa. Hanya ketakutan.

Dan di sinilah aku. Entah sejak kapan. Oh ia, mungkinkah kau pernah melintas di tempatku? Jika ia jangan lupa menyapaku tapi ku harap kau bukan laki-laki. Aku takut dengan laki-laki, terutama ayah. Aku gadis kecil yang duduk memeluk lutut disudut ruangan. Rambutku hitam bak kayu eboni dan di kepang dua, gaunku berwana merah selutut, sepatuku berwarna hitam dengan kaos kaki berenda berwarna putih. Jangan lupa menyapa dan tersenyum kepadaku dan ayo kita bermain

You Might Also Like

14 comments

  1. keren , tapi kok jadi agak ngeri gini ya ? haha :p

    ReplyDelete
  2. aku tidak pernah melewatimu.
    aku bahkan tidak tahu akan keberadaanmu.
    jika kau tidak mengatakan di mana kau berada mungkin aku tidak akan tahu.
    nun jauh dari tempatmu duduk, ada orang lain yang juga sedang meringkuk.
    seorang gadis yang mengharapkan titik terang.
    ayo kita bermain.
    bukankah kita sama-sama kesepian?

    ReplyDelete
  3. uwiee..barusan lewat TL trus liat link km yg di mention ke jun :p
    ikut ninggalin jejak yaahh..
    mungkin ga se-detail jun reviewnya muhehehe
    menurutku cerpennya lumayan kripi tapi ada bbrapa bagian yg kurang sreg (menurutku)

    di bagian "Tidak ingin berbincang dengan gadis kecil di sudut ruangan?" kayanya kata sudut ruangan ga perlu dipertegas lagi karena penjelasan kamu sebelumnya udah cukup, mungkin bisa diganti jadi "Hingga tidak ingin berbincang denganku?" tapi aku mau koq wie ngobrol sama kamu u,u *kedip2 manja*

    trus dibagian "Akankah sekali lagi aku akan (dihapus aja) sendirian?"
    jadi "Akankan sekali lagi aku sendirian?" jangan double2 kata nenek berbahaya :O


    terakhir dibagian "Tangannya yang kasar dan bau nafasnya yang memuakkan membuatku menangis dan menjerit" coba sedikit dijelasin wie tangannya ngapain, mukulkah?nyubitkah?atau membelai lembut #plak

    overall bagus simple but deeply, maap kalo reviewnya sedikit sotoy :p
    salahin jun, aku belajar review dari dia #plak

    semoga berkenan, mohon maaf atas kesotoyannya wkwkwk =*

    ReplyDelete
  4. dweedy kalau bikin cerita hampir semuanya antara ngeri, serem, kesendirian, gelap... apalagi ya? atuuutttt hehehehe....

    asik ding, genre misteri.... teruskaaannn....

    ReplyDelete
  5. Sudah bagus sih. Tapi yang membuatku bertanya-tanya, berapa umur gadis kecil ini? Bila sekitaran SMP, berarti pas. Bila kurang, maka kata-katanya, atau bahasanya, terlalu tinggiuntuk anak usianya. Tapi hal ini bisa diakali, yaitu dengan menggunakan POV orang ketiga :)

    wah, namaku nyangkut di komennya Jeng Nag :))

    ReplyDelete
  6. uuuhhh capcayyy ayah capcaaay!!!! #goreng ayah cordon blue

    :D

    ReplyDelete
  7. entah sejak kapan semua itu terjadi,tapi biarlah semua itu menjadi baik kehidupan yg akan menjadi cerita indah dipenghujung waktu

    ReplyDelete
  8. artikel yang sangat berbobot nih,,, signifikan dan sangat konkrit,,,, salam kenal aja dan semoga artikelnya bermanfaat,,,

    ReplyDelete
  9. yuuuk... main yuuuuk... :)))

    ReplyDelete
  10. begitu kelam dan jujur, aku suka sama cerpennya :)

    ReplyDelete
  11. ceritanya pendek tapi bagus sekali. Apakah gadis kecil itu ada? sepertinya banyak disekitar kita yg seperti itu!

    ReplyDelete
  12. kasian sekali *tiba-tiba jadi merinding

    ReplyDelete
  13. Terimakasih untuk komentarnya ^^ ini sebenarnya bukan merupakan sebuah cerpen, hanya draf kasar dari novel yang sedang saya buat :) Doakan lancar ya >.<

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad