ABARAT

2:41 pm


ABARAT
By Clive Barker
Copyright 2002
Published by arrangement with Harper Collins Children’s Books, a division of Harper Collins Publisher
All rights reserved

ABARAT
Alih bahasa: Tanti Lesmana
Ilustrasi & desain sampul: 2002 Clive Barker
Diterbitkan pertama kali oleh
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama,
Anggota IKAPI,
Jakarta, Juni 2003

Cetakan kedua: November 2007

440 hlm; 23cm

“Kadang-kadang, saat hidup ini terasa begitu muram dan tanpa harapan, ada cahaya yang tersembunyi di jantung peristiwa.”
_Geneva

Candy dan ayam disekitarnya
Candy Quackenbush tinggal di tempat paling membosankan di dunia: Chickentown, USA. Kota ini lebih banyak dihuni oleh ayam daripada manusia. Candy selalu bertanya-tanya, seperti apakah masa depannya nanti. Dan dari sinilah semua kisah itu bermula…

Jawaban dari pertanyaannya itu datang secara tak terduga. Pertemuan secara mendadak dengan John Mischief dan ketujuh saudaranya yang tinggal di tanduk-tanduk kepalanya, dan kemunculan Laut Izabella entah dari mana, membawa Candy ke sebuah dunia lain…
“Kita hidup cuma sekali, dan sebaiknya kita manfaatkan hidup kita sebaik mungkin.”
_Norma
John Mischief dan ketujuh saudaranya

ABARAT!
Map Abarat

Pulau Yebba Dim Day
Abarat adalah sebuah dunia yang berbentuk kepulauan luas yang tiap pulaunya memiliki jam berbeda. Antara lain adalah Pulau Yebba Dim Day yang jamnya selalu jam delapan, dan berbentuk setengah badan manusia. Di pulau inilah penduduk Abarat bisa membuat akte lahir, akte kematian, peta-peta dan semacamnya.

Ada Pulau Jam Tiga Siang yang bernama Nonce; adalah sebuah pulau yang indah dan hangat, hijau subur serta membuat orang mengantuk. Suara nyanyian ular-ular memenuhi udaranya. Dan orang-orang yang tertidur di pulau ini (jumlah mereka banyak sekali) akan mengalami mimpi-mimpi yang luar biasa. Meskipun bergitu, untuk mencapai pulau ini tak mudah, di perairannya banyak naga air yang berkeliaran.

Lalu ada Pulau Jam Sepuluh Malam. Merupakan tempat hidupnya sekumpulan kucing Tarrie yang lebih besar dari pada kucing rumahan. Di pulau ini ada sebuah rumah yang bentuknya menyerupai mata, tempat seorang penyihir tinggal selama bertahun-tahun. Pulau ini bernama, Ninnyhammer.





Christopher Carrion
Kemudian ada Gorgossum, Pulau Jam Dua Belas Malam yang merupakan tempat tinggal keluarga Carrion. Christopher Carrion adalah pangeran tengah malam yang suka meneror orang dengan mimpi-mimpi buruk. Pulau ini dikelilingi kabut-kabut merah, lanskapnya yang muram antara lain terdiri atas danau-danau tak berdasar, hutan tiang-tiang gantungan, dan taman mengerikan yang ditumbuhi tanaman-tanaman berbahaya.

Hingga Pulau Jam ke Dua Puluh Lima, Odom’s  Spire yang terletak di tengah-tengah Abarat. Pulau ini adalah pulau yang misterius. Dikatakan setiap misteri di Abarat dapat ditemukan pemecahannya di sini, setiap pesonanya bersumber di sini, setiap doa ditujukan ke tempat ini. Tidak ada yang cukup gila untuk bertandang ke pulau ini, tidak ada yang bisa kembali dari pulau ini, kalaupun ada ia telah menukarnya dengan kewarasannya.

Candy berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mendapat teman-teman baru dan musuh-musuh aneh, serangga-serangga bermesin, kupu-kupu raksasa, kucing-kucing belang, manusia dari lumpur, tukang sihir jahat dan budaknya yang ketakutan, dan akhirnya ia sadar; ia pernah berada di sini.
“Kau perlu tahu siapa dirimu dulu, sebelum menjadi dirimu yang akan datang.”
_Joephi

Pasti ada sebabnya, kenapa ia berada di sini:  ia “dibawa” ke Abarat untuk menyelamatkan kepulauan ini dari kekuatan-kekuatan jahat yang sedang mengeliat bangkit di jantungnya. Kekuatan-kekuatan yang lebih tua daripada waktu, dan lebih jahat dari apapun yang pernah dilihat Candy.
Aneh rasanya menjadi pahlawan di sini. Tapi Abarat memang dunia aneh. Dan di sini segala sesuatu mungkin terjadi…
“Lebih baik mencari tahu kalau waktunya memang sudah tiba. Segala sesuatu ada jamnya.”
_Malingo

Saya sudah lama sangat menginginkan buku ini. Seingatku saat itu saya SMP kelas dua saat pertamakali bertemu dengan buku ini. Saya tertarik dengan keindahan sampulnya yang “kelam”. Tapi sayangnya saat itu saya sudah menenteng dua buku tebal yang tidak kalah menariknya, “Harry Potter and The Order of Phoenix” karangan J.K Rowling dan “Eragon” karangan Christopher Paolini. Uang saya tidak cukup lagi untuk membeli buku ini. Nantilah jika ada uang lagi, pikir saya saat itu. Tapi sial, ternyata setelah memiliki uang, buku ini sudah tidak ada lagi di toko buku mana pun. Bertahun-tahun berlalu, akhirnya saya menemukan buku ini bertengker manis di rak Gramedia MP, dan tanpa ragu saya menyambarnya dan bersegera membawanya ke kasir. Yeaahhh… meskipun saya harus kembali bersabar untuk menemukan buku keduanya.

Dan sesuai dugaan saya, buku ini seindah sampulnya. Disertai dengan ilustrasi berwarna yang mengajak kita untuk lebih dekat mengenal Abarat dan mahluk-mahluk yang bertempat tinggal di sana. Meskipun beberapa ilustrasinya sukses membuat saya mimpi buruk. Dari segi cerita, buku ini sangat bagus untuk bacaan anak-anak sebelum tidur, tapi dari segi ilustrasi saya sarankan jangan memperlihatkannya kepada anak kecil ._.
Ketiga gambar ini sukses membuat saya mimpi buruk

“Sejak dulu kegelapan selalu punya peran untuk dimainkan. Tanpa kegelapan, mana mungkin kita mengenal terang? Tapi kalau ambisi-ambisi kegelapan itu sudah terlalu berlebihan, barulah dia perlu dilawan, didisiplinkan, dan kadang-kadang ditundukkan untuk sebentara waktu, kalau perlu. Setelah itu barulah dia dibiarkan bangkit kembali, sebagaimana mestinya. Pada akhirnya mengikuti jalan kegelapan tidak kalah terhormatnya daripada mengikuti jalan terang, asal dilakukan dengan tujuan jelas.”
_Jimothi

You Might Also Like

14 comments

  1. ini buku, majalah atau jurnal

    ReplyDelete
  2. Suka deh sama kutipan-kutipannya =)

    ReplyDelete
  3. Bukunya keren sepertinyaaaaa.... pengen baca huhuhu....

    ReplyDelete
  4. Uzay: Bagus dan dalam ya kutipannya :)

    Froggy: Ia gy, keren banget! Buruan bacanya di sana banyak perpustakaan yang lengkapkan?

    ReplyDelete
  5. Bukunya bagus tp harganya termasuk mahal. dulu aku heran kenapa harganya bisa semahal ini, dan ternyata alasannya adalah karena ilustrasi berwarna di dalamnya

    ReplyDelete
  6. wah aku coba beli disin malah harganya begh minta ampun, bikin dompetku kosong...

    salm kenal

    ReplyDelete
  7. Dion dan Dedhy: Ia si terbilang cukup mahal( ̄ー ̄)Tapi gak rugi deh di belinya...

    ReplyDelete
  8. belum nyari disini... maunya yang bahasa indonesia aja ihihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Froggy: wahh kenapa gak waktu mudik nyarinya ya gy? :p

      Delete
  9. halooo...salam kenal.
    lagi nyari2 soal abarat, ketemu ini blog.
    aku lagi nyari ini bukuuu... >.<
    di gramed masih ada gak ya? ini kamu belinya kapan?
    aku juga pertama kali baca SMP, kemarin tiba2 inget lagi sama buku ini. dan pengen hunting...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ratri: Hiii... Salam Kenal juga :) Mungkin masih ada, kalau gak salah belinya 3 bulan yang lalu.

      Delete
    2. hoooo....oke2, semoga masih ada stok di gramed terdekat.
      tengkyu infonya. :D
      nice blog btw. :)

      Delete
    3. Ratri: Sama-sama :) makasih sudah mampir di blog ini :)

      Delete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad