Memandang Cermin Tarsah

10:52 pm

“Orang yang paling bahagia di dunia bisa menggunakan Cermin Tarsah seperti cermin biasa, yaitu, kalau dia memandang cermin itu dia hanya melihat dirinya seperti apa adanya.”
_Albus Dumbledore

Harry memandang ke cermin yang mendominasi isi ruangan itu. Terkejut, ia melihat gerombolan orang mengelilinginya. Apakah ruangan ini dipenuhi orang-orang yang tidak kelihatan? Sedetik kemudian ia baru sadar, ia memandang keluarganya. Keluarga yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Cermin Tarsah adalah cermin gaib yang mampu menunjukkan kepada kita, hasrat kita yang paling mendalam. Meskipun begitu, cermin ini tidak memberikan pengetahuan ataupun kebenaran. Sudah banyak orang yang tersia-sia di depan cermin itu, terpesona oleh apa yang mereka lihat, atau jadi gila karenanya, karena tidak tahu apakah yang diperlihatkan cermin itu riil atau bahkan mungkin. Lalu apa yang akan kita lihat jika memandang cermin itu?

Jika dahulu pertanyaan itu dilayangkan kepada saya, saya yakin saya akan melihat kurang lebih sama dengan Harry. Jika saya memandang ke cermin tarsah tersebut, saya akan melihat saya bersama kedua orangtua saya. Tapi itu dulu, kurasa...

Sekarang kupikir aku telah dapat menggunakan cermin itu seperti cermin biasa. Aku sekarang hidup bahagia. Melewati hari demi hari dengan hal-hal yang kusenangi, aku menikmati hidup ini. Aku juga dikelilingi orang yang kucintai. Lalu apa lagi yang dapat dikeluhkan? Ya terkadang memang aku masih merindukan orangtuaku. Tapi rindu itu dibarengi dengan pengertian, pemahaman, keikhlasan, dan kebahagiaan. Aku mengerti ini memang sudah jalan-Nya, aku paham orangtuaku akan selalu mencintaiku dimanapun mereka berada, aku ikhlas Sang Kekasih mengambil kembali mereka, dan aku bahagia karena mereka berada di tempat terindah di sisi Sang Kekasih...

You Might Also Like

3 comments

  1. huaah....
    mungkin kalau saya yg lihat cermin itu...
    yg terpantul adalah bayangan saya sendiri.. tp kerdil... X'(

    ReplyDelete
  2. Cermin nya mungkin lebih bsa di gunakan untuk intropeksi diri..

    ehh boleh minta komentar gak di postingan yang ini?
    http://herzablog.blogspot.com/2011/11/seandainya-saya-menjadi-anggota-dpd-ri.html
    makasih yah sblmnya :)

    ReplyDelete
  3. Arif: Mau kembali jadi anak2? :O atau mau jadi kurcaci? :p

    Ian: Mungkin bisa juga :) tapi dalam ceritanya lebih banyak yang terpesona pada apa yang dia lihat dicermin itu sampai lupa hidup ._.

    ReplyDelete

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad