Bersyukur karena...

2:51 am

“Takdir adalah apa yang terjadi meski kita sudah menyusun rencana sebaik-baiknya.” _Out

Sayang...
Malam ini aku terpanggil untuk membuka dan membaca tulisan-tulisan ku di “ghaza”-ku yang lalu. Di “ghaza” itu termuat awal kisah perjalanan kita. Dimulai dari pendekatan kita, ya, saat status tak jelas itu. Mengingatnya selalu mendesirkan perasaan bersalah, meski selalu kutepis jauh-jauh. Baru membaca di awal-awal halaman, perasaan ku sudah tercampur aduk. Geli, muram, bersalah, juga bahagia...

 Tulisan di "Ghaza" yang ini dimulai dari tanggal 3 Juni 2007 dan berakhir pada tanggal 24 Maret 2008

“pacar orang...
pacar orang...
knp hrus pacar org si gha?”
_Selasa 5 Juni 2007

“dy milikqu!!!
mungkin terkesan egois... tpi dy memang milikqu!
mungkin terkesan jahat... tpi dy memang milikqu!
dan takkan bisa yg mengambilx driku...
bahkan pcarx skalipun... :)”
_Minggu 15 Juli 2007

Lihat aku yang dulu itu?! Dari dulu aku memang perempuan yang egois. Memilih membahagiakan diri sendiri dahulu baru membahagiakan orang lain. Tapi... seegoisnya aku, aku tak pernah bermimpi merebut “milik” orang lain. Apalah daya, seperti kata Susanna Tamaro pada bukunya yang berjudul “Pergilah Kemana Hati Membawamu”; “Satu-satunya guru yang benar dan dapat dipercaya, adalah suara hatimu sendiri.”

Aku mengikuti suara hati ku saat itu. Dan sekarang! Saat ini juga, aku sangat bersyukur. Bersyukur karena tidak lari dan menghindari mu. Terlebih, bersyukur karena merebutmu darinya (maaf)...

Nb: Tulisan-tulisan ku di “ghaza” saat itu sangat alay. Terdapat banyak singkatan! Sehingga aku pun terkadang sulit membacanya.

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad