Anne Frank dan Tentang Perempuan

3:19 pm

Masih tentang Catatan Harian Anne Frank dan untuk pendapat Anne yang ini, saya tak akan memberikan komentar. Dia telah menuliskan semua yang patut untuk dituliskan.

“Satu dari pelbagai pertanyaan yang sering menggangguku adalah mengapa perempuan telah, dan masih, dianggap lebih rendah dibanding lelaki. Sangat mudah untuk mengatakannya tidak adil, tetapi menurutku itu belum cukup; aku benar-benar ingin mengetahui alasan dari ketidakadilan yang besar ini!

Sejak awal lelaki dianggap lebih unggul daripada perempuan karena kekuatan fisik mereka yang lebih besar; kaum lelaki yang mencari nafkah hidup, menurunkan anak-anak dan melakukannya sesuka mereka… Sampai sekarang, perempuan hanya diam mengikuti anggapan yang bodoh ini, karena mereka sudah lama terkungkung, itu seolah sudah sangat dalam berurat dan berakar. Untunglah, pendidikan, pekerjaan dan kemajuan telah membuka mata perempuan. Di beberapa negara mereka telah mendapatkan hak-hak yang sama; banyak orang, terutama perempuan, begitu pun laki-laki, sekarang menyadari sangat salah memberikan toleransi atas keadaan yang tidak adil itu lebih lama lagi. Perempuan modern menginginkan hak atas kebebasan sepenuhnya!

Namun itu bukanlah segalanya. Perempuan juga harus dihormati! Dalam pembicaraan umum, lelaki mendapatkan penghargaan yang besar di seluruh bagian dunia, jadi mengapa perempuan tidak mendapat bagiannya? Para tentara dan pahlawan perang diberi penghargaan dan diperingati, para penemu mendapatkan kemasyhuran abadi, para martir dipuja-puja, tetapi saksikan berapa banyak orang yang mau menganggap perempuan sebagai pejuang?

Dalam buku Men Agains Death aku dibuat terkagum-kagum oleh kenyataan bahwa saat melahirkan, perempuan biasanya menderita kesakitan dan kesengsaraan yang melebihi apa yang pernah dialami para pahlawan perang. Dan imbalan apa yang diterima kaum perempuan sebagai bayaran atas rasa sakit yang abadi itu? Mereka bahkan dipinggirkan atas cacat yang mereka terima karena melahirkan, anaknya segera meninggalkan, kecantikannya pun menghilang. Perempuan telah berjuang dan menderita sakit demi menjamin kelangsungan hidup ras manusia, ia bahkan menyiapkan tentara-tentara yang lebih kuat dan lebih pemberani daripada yang disiapkan para pahlawan dan pejuang kebebasan besar mulut itu!

Aku tidak bermaksud menyatakan secara tidak langsung perempuan harus berhenti melahirkan anak; sebaliknya, alam yang mengharapkan mereka, dan itulah jalan yang memang harus ditempuh. Apa yang aku salahkan adalah sistem nilai kita dan betapa banyak kaum lelaki kita yang tidak terpelajar, sulit memang, dan akhirnya perempuan cantik yang menjadi dianggap bagian masyarakat.

Aku sangat setuju dengan Paul de Kruif, pengarang buku ini, ketika ia berkata bahwa laki-laki harus belajar, kelahiran bukan lagi pikiran yang tidak terelakkan dan tidak terhindarkan dalam bagian dunia yang kita pahami beradab ini. Adalah mudah bagi laki-laki bicara—mereka memang tidak akan dan tidak pernah mampu menahan kesengsaraan yang dialami perempuan!

Aku percaya, dalam abad mendatang, gagasan yang menyatakan bahwa memiliki anak adalah tugas perempuan akan berubah; akan ada cara bagaimana menghargai dan mengagumi kaum perempuan, mereka yang memikul beban tanpa keluhan ataupun kata-kata keluhan” _Anne Frank

 

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad