Anne Frank dan Perang

2:45 pm

“Seandainya kamu bisa membayangkan tanpa ragu-ragu, kami sering berkata putus asa, ‘Apakah tujuan dari perang itu? Mengapa, oh, mengapa orang tidak bisa hidup bersama-sama dengan damai? Mengapa semua kerusakan ini harus ada?’

Pertanyaan tersebut tidak juga bisa dimengerti, tetapi sampai sekarang tidak seorang pun datang dengan jawaban yang memuaskan. Mengapa Inggris memiliki pabrik pesawat dan bom yang lebih besar dan lebih baik, dan pada waktu yang sama merusak rumah-rumah baru untuk dibangun kembali? Mengapa jutaan uang dihabiskan untuk perang setiap hari, sementara tidak sepeserpun dimanfaatkan sebagai ilmu medis, seniman atau kaum miskin? Mengapa banyak orang mati kelaparan sebentara bergunung-gunung makanan membusuk di belahan dunia lain? Oh, mengapa orang begitu kehilangan akal?

Aku tidak percaya jika perang adalah pekerjaan kaum politisi dan kapitalis. Oh tidak, setiap orang biasa pada umumnya lebih sering diposisikan salah; sebaliknya, rakyat dan bangsa akan memberontak sejak dulu kala! Ada keinginan merusak pada diri manusia, keinginan untuk marah, menjadi pembunuh dan membunuh. Hingga seluruh rasa kemanusiaan, tanpa kecuali, mengalami metamorfosis, perang akan diteruskan, dan semuanya yang dengan hati-hati telah dibangun, diolah, dan ditanami serta tumbuh, akan ditebang dan dirusak, semuanya akan kembali bermula!” _Anne Frank

Bisa dibilang, aku sepakat dengan apa yang dituliskan oleh Anne ini. Mungkin sudah sifat dasar manusia untuk merusak dan menyakiti. Juga mengambil, mencuri, dan merampas yang bukan hak dan miliknya. Ya, sepertinya perang tak akan pernah berakhir di bumi ini, selama mahluk yang dinamakan manusia masih tetap ada.

 Ilustrasi Perang

Meskipun begitu, setiap hal memiliki sisi baik dan buruk. Perang ada untuk mengajarkan kita akan indahnya berkasih sayang diantara umat manusia, juga mengajarkan kita untuk bersyukur atas kedamaian yang ada. Dan tak bisa dipungkiri, perang menghasilkan manusia-manusia yang tangguh. Bukannya aku setuju dengan adanya perang, tidak, aku selalu memimpikan dunia dimana tak ada lagi perang. Tapi daripada berkeluh kesah dan hanya merasa prihatin, bukankah lebih baik untuk kita mengambil “baiknya” dan istilah kasarnya, membuang yang tak memberikan faedah untuk kita?!

Dan terakhir… Mari kita berdoa untuk saudara-saudara kita yang sedang hidup ditengah peperangan untuk diberikan ketabahan dan dihindarkan dari perasaan dendam.

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih atas komentarnya :) Maaf untuk yang meninggalkan komen dengan link hidup, terpaksa saya hapus.

Part of B Blog

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Beautiesquad